<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ke India, Mendag Tingkatkan Hubungan dengan Mitra Dagang Strategis RI</title><description>Zulkifli Hasan memimpin Delegasi Misi Dagang  Indonesia ke New Dehli, India dengan membawa 10 pelaku usaha dan  eksportir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652530/ke-india-mendag-tingkatkan-hubungan-dengan-mitra-dagang-strategis-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652530/ke-india-mendag-tingkatkan-hubungan-dengan-mitra-dagang-strategis-ri"/><item><title>Ke India, Mendag Tingkatkan Hubungan dengan Mitra Dagang Strategis RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652530/ke-india-mendag-tingkatkan-hubungan-dengan-mitra-dagang-strategis-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652530/ke-india-mendag-tingkatkan-hubungan-dengan-mitra-dagang-strategis-ri</guid><pubDate>Selasa 23 Agustus 2022 08:40 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/23/320/2652530/ke-india-mendag-tingkatkan-hubungan-dengan-mitra-dagang-strategis-ri-oblIjyIl8G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Zulkifli Hasan ke India (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/23/320/2652530/ke-india-mendag-tingkatkan-hubungan-dengan-mitra-dagang-strategis-ri-oblIjyIl8G.jpg</image><title>Mendag Zulkifli Hasan ke India (Foto: Kemendag)</title></images><description>NEW DELHI &amp;ndash; Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memimpin Delegasi Misi Dagang Indonesia ke New Dehli, India dengan membawa 10 pelaku usaha dan eksportir Indonesia, serta asosiasi. Kunjungan ini adalah misi dagang pertama Mendag ke luar negeri sejak menjabat 15 Juni 2022.
&amp;ldquo;Saya memilih India sebagai kunjungan pertama saya ke luar negeri, karena India adalah mitra dagang strategis RI. Kedua negara memiliki hubungan sejarah yang panjang dan erat, sesama negara G20 dan ekonominya saling mengisi karena kita saling membutuhkan satu sama lain&amp;rdquo; tegas Mendag Zulkifli Hasan, Selasa (23/8/2022).
BACA JUGA:Mendag: Harga Daging Ayam Saat Ini Terlalu Rendah

Pada Senin (22/8/2022), Mendag menyaksikan penandatanganan 22 kesepakatan kerja sama (MoU) antara pelaku usaha kedua negara senilai USD3,2 miliar.
&amp;ldquo;Penandatanganan sebanyak 22 MoU pada misi dagang hari ini meliputi produk-produk minyak kelapa sawit (CPO), olein, batu bara, furnitur, perkakas plastik, serta bubur kertas dan kertas dengan nilai total mencapai USD3,2 miliar. Khusus produk kelapa sawit total komitmen yang menjadi kesepakatan sebanyak 2,6 juta ton atau senilai USD3,16 miliar,&amp;rdquo; lanjut Mendag.
Turut menyaksikan penandatanganan MoU yaitu Duta Besar Republik Indonesia untuk India dan Bhutan Ina Hagniningtyas Khrisnamurti dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi. Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan optimismenya atas capaian misi dagang ini.
BACA JUGA:Wamendag Sebut Harga Bawang Merah dan Cabai Turun, Ini Daftarnya

&amp;ldquo;Ini merupakan hari yang bersejarah bagi kedua negara kita. Di tengah situasi penuh ketidakpastian dan tantangan ekonomi, Indonesia dan India terus memperkuat kemitraan yang strategis khususnya dalam kerja sama perdagangan. Semoga kemitraan yang saling menguntungkan antara pelaku usaha Indonesia dan India, semakin erat dan berkelanjutan,&amp;rdquo; kata Mendag.
Kementerian Perdagangan terus berkomitmen untuk mendorong ekspor nonmigas.
&amp;ldquo;Kementerian Perdagangan dan tentunya melalui perwakilan perdagangan di luar negeri juga siap membantu para pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor dan memperluas pasar ekspor,&amp;rdquo; pungkas Mendag Zulkifli Hasan.Para pelaku usaha yang turut berpartisipasi dalam misi dagang,  menyatakan bahwa momen penjualan CPO ini sangat tepat, mengingat  Indonesia saat ini sedang berupaya mengembalikan pasar konsumen India,  khususnya dalam memenuhi lonjakan permintaan kebutuhan minyak nabati  menjelang Hari Raya Deepavali tanggal 24 Oktober 2022. India merupakan  tujuan ekspor CPO kedua terbesar setelah RRT, dengan nilai ekspor than  2021 mencapai USD3,4 miliar atau 25% dari total ekspor Indonesia ke  India.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian  Perdagangan, total perdagangan Indonesia dan India pada Januari-Juni  2022 tercatat sebesar USD16,67 miliar. Total ekspor nonmigas Indonesia  ke India pada periode tersebut tercatat sebesar USD15,3 miliar atau  meningkat 75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya  sebesar USD8,7 miliar.
Sementara itu, pada 2021 nilai perdagangan Indonesia dan India  mencapai USD19,8 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD6,3  miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke India pada 2021 tercatat sebesar  USD13,11 miliar.</description><content:encoded>NEW DELHI &amp;ndash; Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memimpin Delegasi Misi Dagang Indonesia ke New Dehli, India dengan membawa 10 pelaku usaha dan eksportir Indonesia, serta asosiasi. Kunjungan ini adalah misi dagang pertama Mendag ke luar negeri sejak menjabat 15 Juni 2022.
&amp;ldquo;Saya memilih India sebagai kunjungan pertama saya ke luar negeri, karena India adalah mitra dagang strategis RI. Kedua negara memiliki hubungan sejarah yang panjang dan erat, sesama negara G20 dan ekonominya saling mengisi karena kita saling membutuhkan satu sama lain&amp;rdquo; tegas Mendag Zulkifli Hasan, Selasa (23/8/2022).
BACA JUGA:Mendag: Harga Daging Ayam Saat Ini Terlalu Rendah

Pada Senin (22/8/2022), Mendag menyaksikan penandatanganan 22 kesepakatan kerja sama (MoU) antara pelaku usaha kedua negara senilai USD3,2 miliar.
&amp;ldquo;Penandatanganan sebanyak 22 MoU pada misi dagang hari ini meliputi produk-produk minyak kelapa sawit (CPO), olein, batu bara, furnitur, perkakas plastik, serta bubur kertas dan kertas dengan nilai total mencapai USD3,2 miliar. Khusus produk kelapa sawit total komitmen yang menjadi kesepakatan sebanyak 2,6 juta ton atau senilai USD3,16 miliar,&amp;rdquo; lanjut Mendag.
Turut menyaksikan penandatanganan MoU yaitu Duta Besar Republik Indonesia untuk India dan Bhutan Ina Hagniningtyas Khrisnamurti dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi. Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan optimismenya atas capaian misi dagang ini.
BACA JUGA:Wamendag Sebut Harga Bawang Merah dan Cabai Turun, Ini Daftarnya

&amp;ldquo;Ini merupakan hari yang bersejarah bagi kedua negara kita. Di tengah situasi penuh ketidakpastian dan tantangan ekonomi, Indonesia dan India terus memperkuat kemitraan yang strategis khususnya dalam kerja sama perdagangan. Semoga kemitraan yang saling menguntungkan antara pelaku usaha Indonesia dan India, semakin erat dan berkelanjutan,&amp;rdquo; kata Mendag.
Kementerian Perdagangan terus berkomitmen untuk mendorong ekspor nonmigas.
&amp;ldquo;Kementerian Perdagangan dan tentunya melalui perwakilan perdagangan di luar negeri juga siap membantu para pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor dan memperluas pasar ekspor,&amp;rdquo; pungkas Mendag Zulkifli Hasan.Para pelaku usaha yang turut berpartisipasi dalam misi dagang,  menyatakan bahwa momen penjualan CPO ini sangat tepat, mengingat  Indonesia saat ini sedang berupaya mengembalikan pasar konsumen India,  khususnya dalam memenuhi lonjakan permintaan kebutuhan minyak nabati  menjelang Hari Raya Deepavali tanggal 24 Oktober 2022. India merupakan  tujuan ekspor CPO kedua terbesar setelah RRT, dengan nilai ekspor than  2021 mencapai USD3,4 miliar atau 25% dari total ekspor Indonesia ke  India.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian  Perdagangan, total perdagangan Indonesia dan India pada Januari-Juni  2022 tercatat sebesar USD16,67 miliar. Total ekspor nonmigas Indonesia  ke India pada periode tersebut tercatat sebesar USD15,3 miliar atau  meningkat 75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya  sebesar USD8,7 miliar.
Sementara itu, pada 2021 nilai perdagangan Indonesia dan India  mencapai USD19,8 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD6,3  miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke India pada 2021 tercatat sebesar  USD13,11 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
