<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Melemah 4,2% tapi Lebih Perkasa dari Rupee hingga Baht</title><description>Perry Warjiyo menyatakan bahwa dengan kebijakan yang ditempuh BI, stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652936/rupiah-melemah-4-2-tapi-lebih-perkasa-dari-rupee-hingga-baht</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652936/rupiah-melemah-4-2-tapi-lebih-perkasa-dari-rupee-hingga-baht"/><item><title>Rupiah Melemah 4,2% tapi Lebih Perkasa dari Rupee hingga Baht</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652936/rupiah-melemah-4-2-tapi-lebih-perkasa-dari-rupee-hingga-baht</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652936/rupiah-melemah-4-2-tapi-lebih-perkasa-dari-rupee-hingga-baht</guid><pubDate>Selasa 23 Agustus 2022 15:50 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/23/320/2652936/rupiah-melemah-4-2-tapi-lebih-perkasa-dari-rupee-hingga-baht-5h8yI8gMOs.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Melemah (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/23/320/2652936/rupiah-melemah-4-2-tapi-lebih-perkasa-dari-rupee-hingga-baht-5h8yI8gMOs.jpeg</image><title>Rupiah Melemah (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa dengan kebijakan yang ditempuh BI, stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
&quot;Nilai tukar pada 22 Agustus 2022 menguat secara rerata sebesar 0,94%, meskipun terdepresiasi 0,37% (ptp) dibandingkan dengan akhir Juli 2022,&quot; ujar Perry di Jakarta, Selasa (23/8/2022).
BACA JUGA:Waduh! Uang Rupiah Baru 2022 Ditolak di SPBU

Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut sejalan dengan kembali masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik, terjaganya pasokan valas domestik, serta persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
BACA JUGA:Akhirnya! BI Naikkan Suku Bunga Jadi 3,75%

&quot;Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah sampai dengan 22 Agustus 2022 terdepresiasi 4,27% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2021, relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti India 6,92%, Malaysia 7,13%, dan Thailand 7,38%,&quot; ungkap Perry.Ke depan, BI terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa dengan kebijakan yang ditempuh BI, stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
&quot;Nilai tukar pada 22 Agustus 2022 menguat secara rerata sebesar 0,94%, meskipun terdepresiasi 0,37% (ptp) dibandingkan dengan akhir Juli 2022,&quot; ujar Perry di Jakarta, Selasa (23/8/2022).
BACA JUGA:Waduh! Uang Rupiah Baru 2022 Ditolak di SPBU

Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut sejalan dengan kembali masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik, terjaganya pasokan valas domestik, serta persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
BACA JUGA:Akhirnya! BI Naikkan Suku Bunga Jadi 3,75%

&quot;Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah sampai dengan 22 Agustus 2022 terdepresiasi 4,27% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2021, relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti India 6,92%, Malaysia 7,13%, dan Thailand 7,38%,&quot; ungkap Perry.Ke depan, BI terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi.</content:encoded></item></channel></rss>
