<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Waspadai Lonjakan Inflasi hingga 2023</title><description>BI) mewaspadai tekanan inflasi yang meningkat, terutama karena tingginya harga komoditas pangan dan energi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652970/bi-waspadai-lonjakan-inflasi-hingga-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652970/bi-waspadai-lonjakan-inflasi-hingga-2023"/><item><title>BI Waspadai Lonjakan Inflasi hingga 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652970/bi-waspadai-lonjakan-inflasi-hingga-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652970/bi-waspadai-lonjakan-inflasi-hingga-2023</guid><pubDate>Selasa 23 Agustus 2022 16:19 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/23/320/2652970/bi-waspadai-lonjakan-inflasi-hingga-2023-s44JJdPW6O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/23/320/2652970/bi-waspadai-lonjakan-inflasi-hingga-2023-s44JJdPW6O.jpg</image><title>Inflasi RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mewaspadai tekanan inflasi yang meningkat, terutama karena tingginya harga komoditas pangan dan energi  global.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2022 tercatat sebesar 4,94% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 4,35% (yoy).
BACA JUGA:IHSG Ditutup Menguat ke 7.163 Usai BI Naikkan Suku Bunga Acuan

&quot;Inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile foods) tercatat sangat tinggi mencapai 11,47% (yoy), terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan global dan terganggunya pasokan,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (23/8/2022).
Dia menyebutkan, inflasi kelompok harga diatur pemerintah (administered prices) juga meningkat menjadi 6,51% (yoy) sejalan dengan kenaikan angkutan udara dan harga BBM nonsubsidi.
Sementara itu, inflasi inti masih relatif rendah sebesar 2,86% (yoy) didukung oleh konsistensi kebijakan BI dalam menjaga ekspektasi inflasi.
BACA JUGA:Akhirnya! BI Naikkan Suku Bunga Jadi 3,75%

Ke depan, tekanan inflasi IHK diprakirakan meningkat, didorong oleh masih tingginya harga energi dan pangan global, serta kesenjangan pasokan.Inflasi inti dan ekspektasi inflasi diprakirakan berisiko meningkat akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan inflasi volatile food, serta semakin menguatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan.
&quot;Berbagai perkembangan tersebut diprakirakan dapat mendorong inflasi pada tahun 2022 dan 2023 berisiko melebihi batas atas sasaran 3,0&amp;plusmn;1% dan karenanya diperlukan sinergi kebijakan yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah dengan Bank Indonesia untuk langkah-langkah pengendaliannya,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mewaspadai tekanan inflasi yang meningkat, terutama karena tingginya harga komoditas pangan dan energi  global.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2022 tercatat sebesar 4,94% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 4,35% (yoy).
BACA JUGA:IHSG Ditutup Menguat ke 7.163 Usai BI Naikkan Suku Bunga Acuan

&quot;Inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile foods) tercatat sangat tinggi mencapai 11,47% (yoy), terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan global dan terganggunya pasokan,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (23/8/2022).
Dia menyebutkan, inflasi kelompok harga diatur pemerintah (administered prices) juga meningkat menjadi 6,51% (yoy) sejalan dengan kenaikan angkutan udara dan harga BBM nonsubsidi.
Sementara itu, inflasi inti masih relatif rendah sebesar 2,86% (yoy) didukung oleh konsistensi kebijakan BI dalam menjaga ekspektasi inflasi.
BACA JUGA:Akhirnya! BI Naikkan Suku Bunga Jadi 3,75%

Ke depan, tekanan inflasi IHK diprakirakan meningkat, didorong oleh masih tingginya harga energi dan pangan global, serta kesenjangan pasokan.Inflasi inti dan ekspektasi inflasi diprakirakan berisiko meningkat akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan inflasi volatile food, serta semakin menguatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan.
&quot;Berbagai perkembangan tersebut diprakirakan dapat mendorong inflasi pada tahun 2022 dan 2023 berisiko melebihi batas atas sasaran 3,0&amp;plusmn;1% dan karenanya diperlukan sinergi kebijakan yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah dengan Bank Indonesia untuk langkah-langkah pengendaliannya,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
