<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>XL Axiata (EXCL) Cetak Laba Rp614,9 Miliar di Semester I-2022</title><description>PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan laba bersih Rp614,91 miliar di semester I 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/278/2653438/xl-axiata-excl-cetak-laba-rp614-9-miliar-di-semester-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/278/2653438/xl-axiata-excl-cetak-laba-rp614-9-miliar-di-semester-i-2022"/><item><title>XL Axiata (EXCL) Cetak Laba Rp614,9 Miliar di Semester I-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/278/2653438/xl-axiata-excl-cetak-laba-rp614-9-miliar-di-semester-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/278/2653438/xl-axiata-excl-cetak-laba-rp614-9-miliar-di-semester-i-2022</guid><pubDate>Rabu 24 Agustus 2022 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/24/278/2653438/xl-axiata-excl-cetak-laba-rp614-9-miliar-di-semester-i-2022-u0Dvqja7aV.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba EXCL alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/24/278/2653438/xl-axiata-excl-cetak-laba-rp614-9-miliar-di-semester-i-2022-u0Dvqja7aV.jpeg</image><title>Laba EXCL alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan laba bersih Rp614,91 miliar di semester I 2022. Laba EXCL lebih rendah 14,11%  year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai Rp715,95 miliar.
Penurunan laba terjadi saat emiten telekomunikasi itu mencatatkan kenaikan pendapatan usaha sebesar 8,48% yoy mencapai Rp14,07 triliun. Sementara pada semester pertama tahun 2021, EXCL membukukan pendapatan sebanyak Rp12,97 triliun.
BACA JUGA:XL Axiata (EXCL) Bakal Terbitkan Surat Utang Rp3 Triliun

Kondisi ini membuat laba per saham dasar EXCL turun menjadi Rp58, dari semula Rp67. Demikian berdasarkan laporan keuangan EXCL yang diunggah di laman keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/8/2022).
Kinerja keuangan EXCL menunjukkan adanya sejumlah beban yang membengkak. Dari yang terbesar, dapat terlihat adanya kenaikan beban penyusutan 3,59% yoy sebesar Rp5,09 triliun, beban infrastruktur meningkat 3,47% yoy menjadi Rp4,06 triliun, dan beban penjualan-pemasaran bertambah 18,73% yoy senilai Rp1,38 triliun. Biaya interkoneksi juga meningkat 66,21% yoy menjadi Rp1,14 triliun, beban umum-administrasi juga meningkat 37,07% senilai Rp178,55 miliar.
BACA JUGA:Lunasi Utang, XL Axiata Segera Rights Issue 2,75 Miliar Saham

Kendati beban gaji dan kesejahteraan terpangkas 1,06% yoy ditambah adanya kenaikan keuntungan penjualan dan sewa menara sebesar 24,72% yoy, laba usaha EXCL masih lebih rendah dibandingkan paruh pertama tahun lalu, di mana laba sebelum pajak mencapai Rp728,08 miliar, alias menurun 13,55% yoy dari semester pertama tahun lalu di angka Rp842,27 miliar.Dari sisi neraca per 30 Juni 2022, total nilai aset EXCL mencapai  Rp76,41 triliun, alias lebih tinggi 5,03% dari akhir 2021 sebesar  Rp72,75 triliun. Kewajiban pembayaran/liabilitas membengkak, terdiri  dari liabilitas jangka pendek Rp22,69 triliun, atau naik 8,31%,  sementara jangka panjang tumbuh 5,28% menjadi Rp33,38 triliun. Sedangkan  modal/ekuitas EXCL terjaga di kisaran Rp20,3 triliun.
Sementara dari sisi kas, EXCL memiliki arus kas bersih yang diperoleh  dari aktivitas operasi senilai Rp7,97 triliun, sementara arus kas  bersih untuk aktivitas investasi mengalami defisit Rp7,35 triliun.  Adapun jumlah kas dan setara kas perseroan di akhir periode mencapai Rp2  triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan laba bersih Rp614,91 miliar di semester I 2022. Laba EXCL lebih rendah 14,11%  year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai Rp715,95 miliar.
Penurunan laba terjadi saat emiten telekomunikasi itu mencatatkan kenaikan pendapatan usaha sebesar 8,48% yoy mencapai Rp14,07 triliun. Sementara pada semester pertama tahun 2021, EXCL membukukan pendapatan sebanyak Rp12,97 triliun.
BACA JUGA:XL Axiata (EXCL) Bakal Terbitkan Surat Utang Rp3 Triliun

Kondisi ini membuat laba per saham dasar EXCL turun menjadi Rp58, dari semula Rp67. Demikian berdasarkan laporan keuangan EXCL yang diunggah di laman keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/8/2022).
Kinerja keuangan EXCL menunjukkan adanya sejumlah beban yang membengkak. Dari yang terbesar, dapat terlihat adanya kenaikan beban penyusutan 3,59% yoy sebesar Rp5,09 triliun, beban infrastruktur meningkat 3,47% yoy menjadi Rp4,06 triliun, dan beban penjualan-pemasaran bertambah 18,73% yoy senilai Rp1,38 triliun. Biaya interkoneksi juga meningkat 66,21% yoy menjadi Rp1,14 triliun, beban umum-administrasi juga meningkat 37,07% senilai Rp178,55 miliar.
BACA JUGA:Lunasi Utang, XL Axiata Segera Rights Issue 2,75 Miliar Saham

Kendati beban gaji dan kesejahteraan terpangkas 1,06% yoy ditambah adanya kenaikan keuntungan penjualan dan sewa menara sebesar 24,72% yoy, laba usaha EXCL masih lebih rendah dibandingkan paruh pertama tahun lalu, di mana laba sebelum pajak mencapai Rp728,08 miliar, alias menurun 13,55% yoy dari semester pertama tahun lalu di angka Rp842,27 miliar.Dari sisi neraca per 30 Juni 2022, total nilai aset EXCL mencapai  Rp76,41 triliun, alias lebih tinggi 5,03% dari akhir 2021 sebesar  Rp72,75 triliun. Kewajiban pembayaran/liabilitas membengkak, terdiri  dari liabilitas jangka pendek Rp22,69 triliun, atau naik 8,31%,  sementara jangka panjang tumbuh 5,28% menjadi Rp33,38 triliun. Sedangkan  modal/ekuitas EXCL terjaga di kisaran Rp20,3 triliun.
Sementara dari sisi kas, EXCL memiliki arus kas bersih yang diperoleh  dari aktivitas operasi senilai Rp7,97 triliun, sementara arus kas  bersih untuk aktivitas investasi mengalami defisit Rp7,35 triliun.  Adapun jumlah kas dan setara kas perseroan di akhir periode mencapai Rp2  triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
