<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NFC Indonesia Raup Pendapatan Rp5,05 Triliun</title><description>NFCX di semester pertama 2022 berhasil tumbuh positf. Dimana emiten grup MCAS mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp5,05 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/278/2653585/nfc-indonesia-raup-pendapatan-rp5-05-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/278/2653585/nfc-indonesia-raup-pendapatan-rp5-05-triliun"/><item><title>NFC Indonesia Raup Pendapatan Rp5,05 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/278/2653585/nfc-indonesia-raup-pendapatan-rp5-05-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/278/2653585/nfc-indonesia-raup-pendapatan-rp5-05-triliun</guid><pubDate>Rabu 24 Agustus 2022 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/24/278/2653585/nfc-indonesia-raup-pendapatan-rp5-05-triliun-HeD62jPrnF.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">NFC Indonesia Raih Pendapatan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/24/278/2653585/nfc-indonesia-raup-pendapatan-rp5-05-triliun-HeD62jPrnF.jpeg</image><title>NFC Indonesia Raih Pendapatan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) di semester pertama 2022 berhasil tumbuh positf. Dimana emiten grup MCAS mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp5,05 triliun. Penjualan ini meningkat 22,74% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp4,12 triliun.
Perseroan menjelaskan, pendapatan diperoleh dari agregator produk digital sebesar Rp4,82 triliun, penjualan grosir digital Rp130,6 miliar, serta iklan berbasis cloud sebesar Rp79,8 miliar.
BACA JUGA:Perkuat Modal, Victoria Investama (VICO) Gelar Rights Issue 10 Miliar Saham

Begitu juga dengan produk dan layanan energi bersih sebesar Rp23,2 miliar dan pendapatan dari konten dan hiburan sebesar Rp1,39 miliar.
Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan tercatat meningkat dari Rp4,06 triliun, menjadi Rp4,9 triliun di semester I/2022, atau naik 22,79%.
Meski beban pokok penjualan naik, NFCX mencatatkan laba kotor sebesar 23,98% menjadi Rp64,8 miliar, dari Rp52,3 miliar secara tahunan. Kondisi ini berbeda dengan laba bersih perseroan tercatat merosot 68,42%, dibanding semester I/2021 yang sebesar Rp97,4 miliar, menjadi Rp30,8 miliar di semester I/2022.
Perseroan menjelaskan, turunnya laba bersih NFCX ini disebabkan oleh laba investasi lainnya yang turun menjadi Rp24,6 miliar di semester I/2022, dari Rp160,2 miliar di semester I/2021.
BACA JUGA:Nikmati Mudahnya Pesan Saham e-IPO dengan Aplikasi MotionTrade!

Adapun hingga semester I/2022, NFCX mencatatkan total aset senilai Rp1,93 triliun, dari Rp1,92 triliun di akhir 2021. Total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp537 miliar hingga akhir Juni 2022, turun dibandingkan Rp539,4 miliar di akhir Desember 2021.Sementara itu, total ekuitas perseroan naik menjadi Rp1,39 triliun di enam bulan pertama 2022, dibanding Rp1,38 triliun di akhir Desember 2021.
Tahun ini, perseroan menargetkan peningkatan pendapatan Rp11 triliun dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp8,9 triliun. Group Head Corporate Finance NFCX, Stanley Tjiandra pernah bilang, pihaknya menargetkan pendapatan sekitar Rp11 triliun pada 2022, atau tumbuh 24% dibandingkan tahun lalu.
&quot;Target pendapatan 2022 sekitar Rp11 triliun, atau tumbuhnya kurang lebih 24 persen dibandingkan 2021,&quot;ujarnya.
Dia melanjutkan, jika melihat performa kinerja NFCX di kuartal I/2022, menurutnya target ini dapat dicapai oleh NFCX. Pihaknya berharap dapat mempertahankan kinerja yang sama hingga akhir 2021. Untuk mendukung pertumbuhan ini, NFCX menyiapkan anggaran belanja modal sekitar Rp200 miliar. Dana belanja modal ini rencananya akan berasal dari kas perusahaan.
&quot;Capex sekitar Rp200 miliar sumbernya masih dari internal karena kami punya kas masih cukup,&quot; ucapnya.
Adapun, NFCX telah melakukan realisasi belanja modal sekitar sepertiga dari total Rp200 miliar hingga akhir kuartal I/2022.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) di semester pertama 2022 berhasil tumbuh positf. Dimana emiten grup MCAS mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp5,05 triliun. Penjualan ini meningkat 22,74% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp4,12 triliun.
Perseroan menjelaskan, pendapatan diperoleh dari agregator produk digital sebesar Rp4,82 triliun, penjualan grosir digital Rp130,6 miliar, serta iklan berbasis cloud sebesar Rp79,8 miliar.
BACA JUGA:Perkuat Modal, Victoria Investama (VICO) Gelar Rights Issue 10 Miliar Saham

Begitu juga dengan produk dan layanan energi bersih sebesar Rp23,2 miliar dan pendapatan dari konten dan hiburan sebesar Rp1,39 miliar.
Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan tercatat meningkat dari Rp4,06 triliun, menjadi Rp4,9 triliun di semester I/2022, atau naik 22,79%.
Meski beban pokok penjualan naik, NFCX mencatatkan laba kotor sebesar 23,98% menjadi Rp64,8 miliar, dari Rp52,3 miliar secara tahunan. Kondisi ini berbeda dengan laba bersih perseroan tercatat merosot 68,42%, dibanding semester I/2021 yang sebesar Rp97,4 miliar, menjadi Rp30,8 miliar di semester I/2022.
Perseroan menjelaskan, turunnya laba bersih NFCX ini disebabkan oleh laba investasi lainnya yang turun menjadi Rp24,6 miliar di semester I/2022, dari Rp160,2 miliar di semester I/2021.
BACA JUGA:Nikmati Mudahnya Pesan Saham e-IPO dengan Aplikasi MotionTrade!

Adapun hingga semester I/2022, NFCX mencatatkan total aset senilai Rp1,93 triliun, dari Rp1,92 triliun di akhir 2021. Total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp537 miliar hingga akhir Juni 2022, turun dibandingkan Rp539,4 miliar di akhir Desember 2021.Sementara itu, total ekuitas perseroan naik menjadi Rp1,39 triliun di enam bulan pertama 2022, dibanding Rp1,38 triliun di akhir Desember 2021.
Tahun ini, perseroan menargetkan peningkatan pendapatan Rp11 triliun dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp8,9 triliun. Group Head Corporate Finance NFCX, Stanley Tjiandra pernah bilang, pihaknya menargetkan pendapatan sekitar Rp11 triliun pada 2022, atau tumbuh 24% dibandingkan tahun lalu.
&quot;Target pendapatan 2022 sekitar Rp11 triliun, atau tumbuhnya kurang lebih 24 persen dibandingkan 2021,&quot;ujarnya.
Dia melanjutkan, jika melihat performa kinerja NFCX di kuartal I/2022, menurutnya target ini dapat dicapai oleh NFCX. Pihaknya berharap dapat mempertahankan kinerja yang sama hingga akhir 2021. Untuk mendukung pertumbuhan ini, NFCX menyiapkan anggaran belanja modal sekitar Rp200 miliar. Dana belanja modal ini rencananya akan berasal dari kas perusahaan.
&quot;Capex sekitar Rp200 miliar sumbernya masih dari internal karena kami punya kas masih cukup,&quot; ucapnya.
Adapun, NFCX telah melakukan realisasi belanja modal sekitar sepertiga dari total Rp200 miliar hingga akhir kuartal I/2022.</content:encoded></item></channel></rss>
