<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Turun Tajam, Laba Bersih M Cash Capai Rp16,5 Miliar</title><description>MCAS meraih kinerja keuangan negatif di paruh pertama 2022. Pasalnya, emiten distribusi produk digital ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/278/2653600/turun-tajam-laba-bersih-m-cash-capai-rp16-5-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/278/2653600/turun-tajam-laba-bersih-m-cash-capai-rp16-5-miliar"/><item><title>Turun Tajam, Laba Bersih M Cash Capai Rp16,5 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/278/2653600/turun-tajam-laba-bersih-m-cash-capai-rp16-5-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/278/2653600/turun-tajam-laba-bersih-m-cash-capai-rp16-5-miliar</guid><pubDate>Rabu 24 Agustus 2022 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/24/278/2653600/turun-tajam-laba-bersih-m-cash-capai-rp16-5-miliar-lwuleWANSG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba M Cash (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/24/278/2653600/turun-tajam-laba-bersih-m-cash-capai-rp16-5-miliar-lwuleWANSG.jpg</image><title>Laba M Cash (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) meraih kinerja keuangan negatif di paruh pertama 2022. Pasalnya, emiten distribusi produk digital ini membukukan laba bersih Rp 16,5 miliar atau turun tajam 65,24% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 47,5 miliar.
Sebaliknya, penjualan neto perseroan tercatat sebesar Rp6,31 triliun di enam bulan pertama 2022. Penjualan ini meningkat 0,68% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp6,26 triliun.
BACA JUGA:Perkuat Modal, Victoria Investama (VICO) Gelar Rights Issue 10 Miliar Saham

Pendapatan perseroan diperoleh dari agregator produk digital sebesar Rp4,82 triliun, produk dan jasa digital Rp1,17 triliun, penjualan grosir digital Rp130,6 miliar dan iklan berbasis cloud digital Rp79,8 miliar.
Lalu pendapatan dari audio visual as a services sebesar Rp43,5 miliar, produk dan layanan energi bersih Rp6,7 miliar, serta konten dan hiburan Rp1,6 miliar.
Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan juga tercatat meningkat dari Rp6,15 triliun, menjadi Rp6,17 triliun di semester I/2022, atau naik 0,25%. Meski beban pokok pendapatan naik, MCAS tercatat masih membukukan laba kotor sebesar 25,08%, menjadi Rp135,2 miliar, dari 108,17 miliar secara tahunan.
BACA JUGA:Nikmati Mudahnya Pesan Saham e-IPO dengan Aplikasi MotionTrade!

Adapun hingga semester I/2022, MCAS mencatatkan total aset senilai Rp2,2 triliun, dari Rp2,13 triliun di akhir 2021.Total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp795,5 miliar hingga akhir Juni 2022, naik dibandingkan Rp617,5 miliar di akhir Desember 2021. Sementara itu, total ekuitas perseroan turun menjadi Rp1,41 triliun di enam bulan pertama 2022, dibanding Rp1,51 triliun di akhir Desember 2021.
Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 20%. Disampaikan, Head of Investor Relation MCAS Stanley Tjiandra, pihaknya memiliki target untuk mengejar pertumbuhan pendapatan 20% atau sekitar Rp15 triliun di tahun ini. &quot;Kami yakin dengan banyaknya inisiatif baru yang kami lakukan, kami rasa target ini sangat bisa kami raih,&quot; ujarnya.
Dia melanjutkan, hingga kuartal I/2022, ada beberapa segmen yang menjadi motor utama pertumbuhan pendapatan MCAS. Stanley menyebut, segmen logistik, digital advertising and contents, enterprise communication, dan motor listrik menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan perseroan hingga saat ini.
Selain segmen tersebut, lini bisnis baru MCAS di audiovisual juga menurut Stanley memberikan kontribusi yang cukup besar bagi MCAS. Lini bisnis baru ini telah menyumbang sekitar 12 persen terhadap pendapatan kotor MCAS.
&quot;Satu segmen baru MCAS di audiovisual, ini cikal bakal MCAS untuk masuk metaverse, ini pertumbuhannya luar biasa. Sampai kuartal I/2022 sudah memberikan kontribusi kurang lebih 12% ke gross profit kami,&quot; ucapnya.
Adapun untuk mendukung target pendapatan tersebut, Stanley menuturkan MCAS menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp200 miliar-Rp250 miliar untuk tahun ini. &quot;Kami banyak sekali mengembangkan bisnis, berbagai macam lini bisnis baru, dan bisnis lama. Capex di 2022 kami anggarkan antara Rp200 miliar-Rp250 miliar,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) meraih kinerja keuangan negatif di paruh pertama 2022. Pasalnya, emiten distribusi produk digital ini membukukan laba bersih Rp 16,5 miliar atau turun tajam 65,24% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 47,5 miliar.
Sebaliknya, penjualan neto perseroan tercatat sebesar Rp6,31 triliun di enam bulan pertama 2022. Penjualan ini meningkat 0,68% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp6,26 triliun.
BACA JUGA:Perkuat Modal, Victoria Investama (VICO) Gelar Rights Issue 10 Miliar Saham

Pendapatan perseroan diperoleh dari agregator produk digital sebesar Rp4,82 triliun, produk dan jasa digital Rp1,17 triliun, penjualan grosir digital Rp130,6 miliar dan iklan berbasis cloud digital Rp79,8 miliar.
Lalu pendapatan dari audio visual as a services sebesar Rp43,5 miliar, produk dan layanan energi bersih Rp6,7 miliar, serta konten dan hiburan Rp1,6 miliar.
Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan juga tercatat meningkat dari Rp6,15 triliun, menjadi Rp6,17 triliun di semester I/2022, atau naik 0,25%. Meski beban pokok pendapatan naik, MCAS tercatat masih membukukan laba kotor sebesar 25,08%, menjadi Rp135,2 miliar, dari 108,17 miliar secara tahunan.
BACA JUGA:Nikmati Mudahnya Pesan Saham e-IPO dengan Aplikasi MotionTrade!

Adapun hingga semester I/2022, MCAS mencatatkan total aset senilai Rp2,2 triliun, dari Rp2,13 triliun di akhir 2021.Total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp795,5 miliar hingga akhir Juni 2022, naik dibandingkan Rp617,5 miliar di akhir Desember 2021. Sementara itu, total ekuitas perseroan turun menjadi Rp1,41 triliun di enam bulan pertama 2022, dibanding Rp1,51 triliun di akhir Desember 2021.
Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 20%. Disampaikan, Head of Investor Relation MCAS Stanley Tjiandra, pihaknya memiliki target untuk mengejar pertumbuhan pendapatan 20% atau sekitar Rp15 triliun di tahun ini. &quot;Kami yakin dengan banyaknya inisiatif baru yang kami lakukan, kami rasa target ini sangat bisa kami raih,&quot; ujarnya.
Dia melanjutkan, hingga kuartal I/2022, ada beberapa segmen yang menjadi motor utama pertumbuhan pendapatan MCAS. Stanley menyebut, segmen logistik, digital advertising and contents, enterprise communication, dan motor listrik menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan perseroan hingga saat ini.
Selain segmen tersebut, lini bisnis baru MCAS di audiovisual juga menurut Stanley memberikan kontribusi yang cukup besar bagi MCAS. Lini bisnis baru ini telah menyumbang sekitar 12 persen terhadap pendapatan kotor MCAS.
&quot;Satu segmen baru MCAS di audiovisual, ini cikal bakal MCAS untuk masuk metaverse, ini pertumbuhannya luar biasa. Sampai kuartal I/2022 sudah memberikan kontribusi kurang lebih 12% ke gross profit kami,&quot; ucapnya.
Adapun untuk mendukung target pendapatan tersebut, Stanley menuturkan MCAS menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp200 miliar-Rp250 miliar untuk tahun ini. &quot;Kami banyak sekali mengembangkan bisnis, berbagai macam lini bisnis baru, dan bisnis lama. Capex di 2022 kami anggarkan antara Rp200 miliar-Rp250 miliar,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
