<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kinerja Industri Pangan Menjanjikan, Ekspor Tembus Rp315 Triliun</title><description>Subsektor industri pangan menyokong sebesar 38,38% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan II tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/320/2653375/kinerja-industri-pangan-menjanjikan-ekspor-tembus-rp315-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/320/2653375/kinerja-industri-pangan-menjanjikan-ekspor-tembus-rp315-triliun"/><item><title>Kinerja Industri Pangan Menjanjikan, Ekspor Tembus Rp315 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/320/2653375/kinerja-industri-pangan-menjanjikan-ekspor-tembus-rp315-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/320/2653375/kinerja-industri-pangan-menjanjikan-ekspor-tembus-rp315-triliun</guid><pubDate>Rabu 24 Agustus 2022 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/24/320/2653375/kinerja-industri-pangan-menjanjikan-ekspor-tembus-rp315-triliun-XbKX9DOnch.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kinerja industri pangan makin cemerlang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/24/320/2653375/kinerja-industri-pangan-menjanjikan-ekspor-tembus-rp315-triliun-XbKX9DOnch.jpg</image><title>Kinerja industri pangan makin cemerlang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Subsektor industri pangan menyokong sebesar 38,38% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan II tahun 2022. Selain itu, subsektor industri pangan turut andil besar pada capaian nilai ekspor nasional, dengan menembus angka USD21,35 miliar setara Rp315 triliun (kurs Rp14.800 per USD).
&amp;ldquo;Data tersebut menunjukkan kinerja sektor industri pangan sudah cukup baik, yang juga telah mampu memberikan surplus neraca perdagangan sebesar USD12,95 miliar,&amp;rdquo; ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (23/8/2022).
BACA JUGA:Erick Thohir Ingin Industri Minyak Goreng Dikuasai BUMN

Adapun lima komoditas ekspor dari industri pangan Indonesia adalah minyak kelapa sawit, bungkil sawit, margarin, minyak kelapa, dan udang beku.
Berikutnya, diterangkan Agus, industri pangan merupakan subsektor yang menempati peringkat kedua dalam memberikan kontribusi terbesar terhadap investasi industri nonmigas pada triwulan II-2022, dengan capaian Rp22,42 triliun.
BACA JUGA:Tinggalkan Gandum, RI Siap Kembangkan Sorgum untuk Industri Mamin

&amp;ldquo;Peningkatan kinerja industri khususnya pada subsektor pangan ini patut kita syukuri dan perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi, dengan tetap mewaspadai di tengah adanya ancaman krisis pangan dunia,&amp;rdquo; imbuhnya.
Adapun investasi terbesar di sektor pangan, antara lain meliputi industri roti, tepung dan kelapa sawit. Untuk penyerapan tenaga kerja, jumlah pekerja di sektor industri pangan sebanyak 5,21 juta orang atau berkontribusi 20,87% dari total tenaga kerja sektor industri pengolahan nonmigas yang mencapai 18,64 juta orang.Sedangkan, untuk subsektor IKM pangan terdapat 1,68 juta unit usaha  yang memberikan kontribusi sebesar 1,33% terhadap PDB nasional pada  triwulan II-2022.
&amp;ldquo;Semua provinsi di Indonesia memiliki sentra IKM pangan, dengan  jumlah keseluruhan mencapai 4.107 sentra IKM dengan total 155.605 unit  usaha yang menyerap tenaga kerja sebanyak 431.830 orang,&amp;rdquo; tutur Agus.
Secara khusus, pada tahun ini, beberapa program kegiatan yang telah  dilakukan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka  (IKMA) dalam upaya pengembangan sentra IKM berbasis bahan pangan lokal,  di antaranya adalah peningkatan nilai tambah komoditas bahan pangan  lokal pada sentra penghasil.
Selanjutnya, bimbingan, pendampingan dan sertifikasi HACCP terhadap  empat pelaku IKM penghasil tepung mocaf dan tepung porang. Ada pula  pendampingan teknis dan bisnis dari tenaga ahli, pengembangan jaringan  (bahan baku dan pasar), serta sertifikasi sistem keamanan pangan  terhadap delapan IKM.
&amp;ldquo;Kami juga melakukan promosi dalam rangka peningkatan pasar melalui  pameran dalam negeri, marketplace lokal dan global, kemudian peningkatan  teknologi dan kapasitas produksi melalui program restrukturisasi mesin  dan peralatan, serta kemitraan IKM pangan binaan dengan hotel, restoran  dan kafe (Horeka),&amp;rdquo; papar Direaktur Jendera IKMA Kemenperin, Reni  Yanita.</description><content:encoded>JAKARTA - Subsektor industri pangan menyokong sebesar 38,38% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan II tahun 2022. Selain itu, subsektor industri pangan turut andil besar pada capaian nilai ekspor nasional, dengan menembus angka USD21,35 miliar setara Rp315 triliun (kurs Rp14.800 per USD).
&amp;ldquo;Data tersebut menunjukkan kinerja sektor industri pangan sudah cukup baik, yang juga telah mampu memberikan surplus neraca perdagangan sebesar USD12,95 miliar,&amp;rdquo; ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (23/8/2022).
BACA JUGA:Erick Thohir Ingin Industri Minyak Goreng Dikuasai BUMN

Adapun lima komoditas ekspor dari industri pangan Indonesia adalah minyak kelapa sawit, bungkil sawit, margarin, minyak kelapa, dan udang beku.
Berikutnya, diterangkan Agus, industri pangan merupakan subsektor yang menempati peringkat kedua dalam memberikan kontribusi terbesar terhadap investasi industri nonmigas pada triwulan II-2022, dengan capaian Rp22,42 triliun.
BACA JUGA:Tinggalkan Gandum, RI Siap Kembangkan Sorgum untuk Industri Mamin

&amp;ldquo;Peningkatan kinerja industri khususnya pada subsektor pangan ini patut kita syukuri dan perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi, dengan tetap mewaspadai di tengah adanya ancaman krisis pangan dunia,&amp;rdquo; imbuhnya.
Adapun investasi terbesar di sektor pangan, antara lain meliputi industri roti, tepung dan kelapa sawit. Untuk penyerapan tenaga kerja, jumlah pekerja di sektor industri pangan sebanyak 5,21 juta orang atau berkontribusi 20,87% dari total tenaga kerja sektor industri pengolahan nonmigas yang mencapai 18,64 juta orang.Sedangkan, untuk subsektor IKM pangan terdapat 1,68 juta unit usaha  yang memberikan kontribusi sebesar 1,33% terhadap PDB nasional pada  triwulan II-2022.
&amp;ldquo;Semua provinsi di Indonesia memiliki sentra IKM pangan, dengan  jumlah keseluruhan mencapai 4.107 sentra IKM dengan total 155.605 unit  usaha yang menyerap tenaga kerja sebanyak 431.830 orang,&amp;rdquo; tutur Agus.
Secara khusus, pada tahun ini, beberapa program kegiatan yang telah  dilakukan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka  (IKMA) dalam upaya pengembangan sentra IKM berbasis bahan pangan lokal,  di antaranya adalah peningkatan nilai tambah komoditas bahan pangan  lokal pada sentra penghasil.
Selanjutnya, bimbingan, pendampingan dan sertifikasi HACCP terhadap  empat pelaku IKM penghasil tepung mocaf dan tepung porang. Ada pula  pendampingan teknis dan bisnis dari tenaga ahli, pengembangan jaringan  (bahan baku dan pasar), serta sertifikasi sistem keamanan pangan  terhadap delapan IKM.
&amp;ldquo;Kami juga melakukan promosi dalam rangka peningkatan pasar melalui  pameran dalam negeri, marketplace lokal dan global, kemudian peningkatan  teknologi dan kapasitas produksi melalui program restrukturisasi mesin  dan peralatan, serta kemitraan IKM pangan binaan dengan hotel, restoran  dan kafe (Horeka),&amp;rdquo; papar Direaktur Jendera IKMA Kemenperin, Reni  Yanita.</content:encoded></item></channel></rss>
