<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Erick Thohir Optimalkan Anggaran Subsidi BBM Rp336,7 Triliun di 2023</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan pemerintah tidak menghapus subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/320/2653742/cara-erick-thohir-optimalkan-anggaran-subsidi-bbm-rp336-7-triliun-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/320/2653742/cara-erick-thohir-optimalkan-anggaran-subsidi-bbm-rp336-7-triliun-di-2023"/><item><title>Cara Erick Thohir Optimalkan Anggaran Subsidi BBM Rp336,7 Triliun di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/320/2653742/cara-erick-thohir-optimalkan-anggaran-subsidi-bbm-rp336-7-triliun-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/24/320/2653742/cara-erick-thohir-optimalkan-anggaran-subsidi-bbm-rp336-7-triliun-di-2023</guid><pubDate>Rabu 24 Agustus 2022 16:52 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/24/320/2653742/cara-erick-thohir-optimalkan-anggaran-subsidi-bbm-rp336-7-triliun-di-2023-zTfML2MVkh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/24/320/2653742/cara-erick-thohir-optimalkan-anggaran-subsidi-bbm-rp336-7-triliun-di-2023-zTfML2MVkh.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan pemerintah tidak menghapus subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dia menyebut otoritas hanya akan mengurangi porsi anggaran subsidi energi tersebut.

Pernyataan tersebut usai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memangkas dana kompensasi dan subsidi energi 2023 menjadi Rp336,7 triliun.

Sebelumnya anggaran kompensasi dan subsidi energi mencapai Rp502,4 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:DPR Tegas Minta Harga BBM Jangan Naik
Selain itu, dinamika harga minyak mentah dunia pun menjadi faktor lain pemerintah mengurangi porsi subsidi BBM.

&quot;Nah dengan harga BBM yang sekarang di luar negeri itu USD105 (per barel), di mana anggaran pemerintahannya USD63 dan kemarin sudah dikoreksi menjadi USD93,  artinya apa pemerintah tidak menghilangkan subsidi, pemerintah tetap hadir, yang dilakukan pemerintah adalah pengurangan subsidi dari USD105 ke menjadi USD90-an,&quot; ujar Erick, saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (24/8/2022).

Erick pun membeberkan strategi untuk memaksimalkan distribusi BBM bersubsidi.
Di mana pertama, konsolidasi data subsidi agar tepat sasaran melalui aplikasi MyPertamina.

&quot;Nah, kalau memang ini bisa tepat sasaran saya setuju bagaimana jangan sampai subsidi ini sampai salah sasaran kepada orang yang mampu, tetapi orang yang membutuhkan,&quot; jelasnya.

Kedua, Kementerian BUMN terus mendorong PT Pertamina (Persero) bisa menekan substitusi impor BBM.

Pada kesempatan yang sama perseroan harus memproduksi BBM atau energi jenis baru.

&quot;Karena itu kita dorong tadi, yang sudah disampaikan bagaimana, yang namanya program daripada sawit yang untuk B40 atau pun buat biofuel, dan juga kita sedang mendorong sekarang PTPN kalau bisa ditingkatkan nanti untuk gula sebagian tetapi sebagian untuk Etanol,&quot; ucapnya.

Erick mencatat banyak negara di dunia seperti Brazil dan India sudah mendorong Etanol sebagai substitusi BBM, lantaran ETanol memiliki RON hingga 130-an.

&quot;Artinya apa kalau kita bisa mengkonsolidasikan ini kita juga bisa memperbaiki keuangan negara, di mana hasil produksi minyak kita dengan kualitas bagus kita bisa kirim keluar,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan pemerintah tidak menghapus subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dia menyebut otoritas hanya akan mengurangi porsi anggaran subsidi energi tersebut.

Pernyataan tersebut usai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memangkas dana kompensasi dan subsidi energi 2023 menjadi Rp336,7 triliun.

Sebelumnya anggaran kompensasi dan subsidi energi mencapai Rp502,4 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:DPR Tegas Minta Harga BBM Jangan Naik
Selain itu, dinamika harga minyak mentah dunia pun menjadi faktor lain pemerintah mengurangi porsi subsidi BBM.

&quot;Nah dengan harga BBM yang sekarang di luar negeri itu USD105 (per barel), di mana anggaran pemerintahannya USD63 dan kemarin sudah dikoreksi menjadi USD93,  artinya apa pemerintah tidak menghilangkan subsidi, pemerintah tetap hadir, yang dilakukan pemerintah adalah pengurangan subsidi dari USD105 ke menjadi USD90-an,&quot; ujar Erick, saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (24/8/2022).

Erick pun membeberkan strategi untuk memaksimalkan distribusi BBM bersubsidi.
Di mana pertama, konsolidasi data subsidi agar tepat sasaran melalui aplikasi MyPertamina.

&quot;Nah, kalau memang ini bisa tepat sasaran saya setuju bagaimana jangan sampai subsidi ini sampai salah sasaran kepada orang yang mampu, tetapi orang yang membutuhkan,&quot; jelasnya.

Kedua, Kementerian BUMN terus mendorong PT Pertamina (Persero) bisa menekan substitusi impor BBM.

Pada kesempatan yang sama perseroan harus memproduksi BBM atau energi jenis baru.

&quot;Karena itu kita dorong tadi, yang sudah disampaikan bagaimana, yang namanya program daripada sawit yang untuk B40 atau pun buat biofuel, dan juga kita sedang mendorong sekarang PTPN kalau bisa ditingkatkan nanti untuk gula sebagian tetapi sebagian untuk Etanol,&quot; ucapnya.

Erick mencatat banyak negara di dunia seperti Brazil dan India sudah mendorong Etanol sebagai substitusi BBM, lantaran ETanol memiliki RON hingga 130-an.

&quot;Artinya apa kalau kita bisa mengkonsolidasikan ini kita juga bisa memperbaiki keuangan negara, di mana hasil produksi minyak kita dengan kualitas bagus kita bisa kirim keluar,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
