<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Telur Ayam Mahal Banget, Industri Kecil Enggak Kuat Pak Mendag</title><description>Harga telur ayam mahal disejumlah daerah. Gabungan Pengusaha Makanan dan  Minuman seluruh Indonesia (Gapmmi) mengeluhkan naiknya harga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654066/harga-telur-ayam-mahal-banget-industri-kecil-enggak-kuat-pak-mendag</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654066/harga-telur-ayam-mahal-banget-industri-kecil-enggak-kuat-pak-mendag"/><item><title>Harga Telur Ayam Mahal Banget, Industri Kecil Enggak Kuat Pak Mendag</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654066/harga-telur-ayam-mahal-banget-industri-kecil-enggak-kuat-pak-mendag</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654066/harga-telur-ayam-mahal-banget-industri-kecil-enggak-kuat-pak-mendag</guid><pubDate>Kamis 25 Agustus 2022 08:48 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/25/320/2654066/harga-telur-ayam-mahal-banget-industri-kecil-enggak-kuat-pak-mendag-ilDyYgX1wy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga telur ayam naik (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/25/320/2654066/harga-telur-ayam-mahal-banget-industri-kecil-enggak-kuat-pak-mendag-ilDyYgX1wy.jpg</image><title>Harga telur ayam naik (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Harga telur ayam mahal disejumlah daerah. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman seluruh Indonesia (Gapmmi) mengeluhkan naiknya harga telur ayam di pasaran.
Terlebih industri makanan dan minuman (mamin) yang skala kecil. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Luktio mengatakan, industri mamin skala kecil biasanya membeli stok bahan baku secara harian sehingga ketika ada beberapa bahan baku yang tiba-tiba naik seperti telur membuat mereka tidak kuat bertahan.
BACA JUGA:Mendag Bongkar Biang Kerok Naiknya Harga Telur Ayam

&quot;Industri kecil daya tahannya rendah. Mereka bahan baku beli harian atau mingguan. Bukan kayak yang besar ada inventory berbulan-bulan, jadi kalau industri kecil kalau bahan baku tiba-tiba naik, mereka nggak kuat,&quot; ujarnya Adhi, Kamis (25/8/2022).
Alhasil, lanjut dia, para industri mamin skala kecil mau tidak mau mengurangi takaran telur sebagai bahan baku pembuatan makanan. Hal itu demi bisa bertahan di tengah situasi tidak menentu ini.
BACA JUGA:Harga Telur Ayam Tembus Rp32.000/Kg, Pedagang: Sudah Seminggu Naik

Bahkan tidak sedikit juga yang memilih untuk menaikan harga jual ke konsumen. Karena jika tidak begitu, pelaku usahanya nombok.
&quot;Sama kayak tempe, kalau kedelai naik yah mereka menurunkan size jual jadi setengah, terus ada juga yang punya strategi harganya (ke konsumen) naik. Sama kayak telur gitu juga,&quot; kata Adhi.Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas)  memaparkan bahwa idealnya harga telur berada di kisaran Rp28.000 sampai  Rp29.000 per kilogram.
Namun saat ini, rata-rata harga telur ayam ras terendah terjadi di  Jambi Rp26.000 per kilogram, harga tertinggi terjadi di Papua Rp42.000  per kilogram, sementara di DKI Jakarta mencapai Rp30.700 per kilogram.
Dia mengatakan, hal itu karena tindakan afkir dini atau upaya  mengurangi produksi indukan yang dilakukan peternak serta adanya program  bantuan sosial (bansos) sehingga memengaruhi stok di pedagang.
Maka dari itu, dia bersama jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag)  akan melakukan pertemuan dengan pelaku usaha pada tingkat peternakan  petelur dalam waktu dekat.
&quot;Kita akan undang para pelaku usaha di sektor petelur ini yang  besar-besar karena besar-besar ini mempengaruhi, agar mereka tidak afkir  dini lagi supaya harga normal. Mudah-mudahan tiga minggu sampai satu  bulan mendatang sudah mulai turun lagi tapi dengan harga yang wajar.  Konsumen beli tidak berat tapi peternaknya tidak rugi,&quot; ungkap Mendag di  Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/8/2022).</description><content:encoded>JAKARTA - Harga telur ayam mahal disejumlah daerah. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman seluruh Indonesia (Gapmmi) mengeluhkan naiknya harga telur ayam di pasaran.
Terlebih industri makanan dan minuman (mamin) yang skala kecil. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Luktio mengatakan, industri mamin skala kecil biasanya membeli stok bahan baku secara harian sehingga ketika ada beberapa bahan baku yang tiba-tiba naik seperti telur membuat mereka tidak kuat bertahan.
BACA JUGA:Mendag Bongkar Biang Kerok Naiknya Harga Telur Ayam

&quot;Industri kecil daya tahannya rendah. Mereka bahan baku beli harian atau mingguan. Bukan kayak yang besar ada inventory berbulan-bulan, jadi kalau industri kecil kalau bahan baku tiba-tiba naik, mereka nggak kuat,&quot; ujarnya Adhi, Kamis (25/8/2022).
Alhasil, lanjut dia, para industri mamin skala kecil mau tidak mau mengurangi takaran telur sebagai bahan baku pembuatan makanan. Hal itu demi bisa bertahan di tengah situasi tidak menentu ini.
BACA JUGA:Harga Telur Ayam Tembus Rp32.000/Kg, Pedagang: Sudah Seminggu Naik

Bahkan tidak sedikit juga yang memilih untuk menaikan harga jual ke konsumen. Karena jika tidak begitu, pelaku usahanya nombok.
&quot;Sama kayak tempe, kalau kedelai naik yah mereka menurunkan size jual jadi setengah, terus ada juga yang punya strategi harganya (ke konsumen) naik. Sama kayak telur gitu juga,&quot; kata Adhi.Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas)  memaparkan bahwa idealnya harga telur berada di kisaran Rp28.000 sampai  Rp29.000 per kilogram.
Namun saat ini, rata-rata harga telur ayam ras terendah terjadi di  Jambi Rp26.000 per kilogram, harga tertinggi terjadi di Papua Rp42.000  per kilogram, sementara di DKI Jakarta mencapai Rp30.700 per kilogram.
Dia mengatakan, hal itu karena tindakan afkir dini atau upaya  mengurangi produksi indukan yang dilakukan peternak serta adanya program  bantuan sosial (bansos) sehingga memengaruhi stok di pedagang.
Maka dari itu, dia bersama jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag)  akan melakukan pertemuan dengan pelaku usaha pada tingkat peternakan  petelur dalam waktu dekat.
&quot;Kita akan undang para pelaku usaha di sektor petelur ini yang  besar-besar karena besar-besar ini mempengaruhi, agar mereka tidak afkir  dini lagi supaya harga normal. Mudah-mudahan tiga minggu sampai satu  bulan mendatang sudah mulai turun lagi tapi dengan harga yang wajar.  Konsumen beli tidak berat tapi peternaknya tidak rugi,&quot; ungkap Mendag di  Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/8/2022).</content:encoded></item></channel></rss>
