<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Dukung Pengembangan Kompetensi dan Kesejahteraan Pekerja</title><description>Airlangga Hartarto beserta mendukung pengembangan kompetensi dan kesejahteraan pekerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654096/menko-airlangga-dukung-pengembangan-kompetensi-dan-kesejahteraan-pekerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654096/menko-airlangga-dukung-pengembangan-kompetensi-dan-kesejahteraan-pekerja"/><item><title>Menko Airlangga Dukung Pengembangan Kompetensi dan Kesejahteraan Pekerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654096/menko-airlangga-dukung-pengembangan-kompetensi-dan-kesejahteraan-pekerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654096/menko-airlangga-dukung-pengembangan-kompetensi-dan-kesejahteraan-pekerja</guid><pubDate>Kamis 25 Agustus 2022 09:54 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/25/320/2654096/menko-airlangga-dukung-pengembangan-kompetensi-dan-kesejahteraan-pekerja-rwU05oq6QR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Airlangga dukung pengembangan kompetensi dan kesejahteraan pekerja (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/25/320/2654096/menko-airlangga-dukung-pengembangan-kompetensi-dan-kesejahteraan-pekerja-rwU05oq6QR.jpg</image><title>Airlangga dukung pengembangan kompetensi dan kesejahteraan pekerja (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beserta mendukung pengembangan kompetensi dan kesejahteraan pekerja.
Hal ini disampaikan saat Menko Airlangga beserta jajaran menerima audiensi Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Selasa (23/08). Pada kesempatan tersebut, KSPN mengawali audiensi dengan menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi oleh pekerja mulai dari tingginya pemutusan hubungan kerja karena relokasi pengusaha, rumusan upah minimum yang belum dapat menjamin keadilan di berbagai daerah, hingga menurunnya angka pekerja tetap.
BACA JUGA:Menko Airlangga: Potensi Industri Sawit Harus Diiringi Sustainability dan Diperuntukkan bagi Kesejahteraan Rakyat 

Selain itu, KSPN menyampaikan harapan agar Pemerintah dapat menambah kembali berbagai program pendidikan dan pelatihan bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja, program KUR bagi pekerja yang memiliki usaha sampingan, pemberian sertifikasi kompetensi bagi pekerja, serta pemberdayaan ekonomi bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja.
Guna merespons berbagai kendala dan aspirasi tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa hingga saat ini Pemerintah telah memberikan berbagai dukungan bagi pekerja, salah satunya melalui program KUR yang dapat diakses oleh pekerja paruh waktu yang memiliki usaha sampingan dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta atau sebesar Rp100 juta untuk kredit tanpa agunan. Program KUR tersebut hanya dibebankan bunga sebesar 3% di tahun 2022 dan dapat diakses secara berkelompok dengan bidang usaha yang jelas.
BACA JUGA:Erick Thohir hingga Menteri ESDM Merapat ke Kantor Menko Airlangga, Bahas Kenaikan Harga BBM?

&amp;ldquo;Kita mempunyai program Kredit Usaha Rakyat yang bisa didorong ke para pekerja paruh waktu yang memiliki usaha dimana tahun ini KUR memiliki target sebesar Rp373,17 triliun dan akan meningkat pada tahun depan,&amp;rdquo; ungkap Menko Airlangga.
Selain itu, Pemerintah juga telah menyediakan berbagai pelatihan seperti program vokasi yang telah sesuai dengan kebutuhan industri sehingga calon pekerja yang dihasilkan akan lebih mudah untuk memasuki dunia industri. Kedepannya, Pemerintah juga akan mengembangkan berbagai pelatihan offline yang bekerja sama dengan beberapa lembaga pelatihan agar mampu meningkatkan kompetensi pekerja.Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa Pemerintah juga  telah mendorong industri untuk terlibat aktif dalam pengembangan  pendidikan dan pelatihan vokasi melalui pemanfaatan fasilitas insentif  Super Tax deduction (STD). Insentif STD sendiri merupakan pengurangan  pajak dari penghasilan bruto paling tinggi 200% melalui kegiatan praktik  kerja, pemagangan, atau pembelajaran pada kompetensi tertentu yang  dijalankan pelaku usaha dan industri.
Ke depannya, Menko Airlangga juga berharap agar KSPN mampu membentuk  kelompok kerja sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing agar  Pemerintah dapat fokus untuk melakukan koordinasi terkait pengembangan  tersebut.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Kementerian  Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi  Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Staf Ahli Bidang Regulasi,  Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kementerian Koordinator Bidang  Perekonomian, Presiden KSPN, Wakil Presiden KSPN, Sekretaris Jenderal  KSPN, Ketua DPN KSN, serta beberapa Ketua Bidang KSPN.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beserta mendukung pengembangan kompetensi dan kesejahteraan pekerja.
Hal ini disampaikan saat Menko Airlangga beserta jajaran menerima audiensi Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Selasa (23/08). Pada kesempatan tersebut, KSPN mengawali audiensi dengan menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi oleh pekerja mulai dari tingginya pemutusan hubungan kerja karena relokasi pengusaha, rumusan upah minimum yang belum dapat menjamin keadilan di berbagai daerah, hingga menurunnya angka pekerja tetap.
BACA JUGA:Menko Airlangga: Potensi Industri Sawit Harus Diiringi Sustainability dan Diperuntukkan bagi Kesejahteraan Rakyat 

Selain itu, KSPN menyampaikan harapan agar Pemerintah dapat menambah kembali berbagai program pendidikan dan pelatihan bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja, program KUR bagi pekerja yang memiliki usaha sampingan, pemberian sertifikasi kompetensi bagi pekerja, serta pemberdayaan ekonomi bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja.
Guna merespons berbagai kendala dan aspirasi tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa hingga saat ini Pemerintah telah memberikan berbagai dukungan bagi pekerja, salah satunya melalui program KUR yang dapat diakses oleh pekerja paruh waktu yang memiliki usaha sampingan dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta atau sebesar Rp100 juta untuk kredit tanpa agunan. Program KUR tersebut hanya dibebankan bunga sebesar 3% di tahun 2022 dan dapat diakses secara berkelompok dengan bidang usaha yang jelas.
BACA JUGA:Erick Thohir hingga Menteri ESDM Merapat ke Kantor Menko Airlangga, Bahas Kenaikan Harga BBM?

&amp;ldquo;Kita mempunyai program Kredit Usaha Rakyat yang bisa didorong ke para pekerja paruh waktu yang memiliki usaha dimana tahun ini KUR memiliki target sebesar Rp373,17 triliun dan akan meningkat pada tahun depan,&amp;rdquo; ungkap Menko Airlangga.
Selain itu, Pemerintah juga telah menyediakan berbagai pelatihan seperti program vokasi yang telah sesuai dengan kebutuhan industri sehingga calon pekerja yang dihasilkan akan lebih mudah untuk memasuki dunia industri. Kedepannya, Pemerintah juga akan mengembangkan berbagai pelatihan offline yang bekerja sama dengan beberapa lembaga pelatihan agar mampu meningkatkan kompetensi pekerja.Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa Pemerintah juga  telah mendorong industri untuk terlibat aktif dalam pengembangan  pendidikan dan pelatihan vokasi melalui pemanfaatan fasilitas insentif  Super Tax deduction (STD). Insentif STD sendiri merupakan pengurangan  pajak dari penghasilan bruto paling tinggi 200% melalui kegiatan praktik  kerja, pemagangan, atau pembelajaran pada kompetensi tertentu yang  dijalankan pelaku usaha dan industri.
Ke depannya, Menko Airlangga juga berharap agar KSPN mampu membentuk  kelompok kerja sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing agar  Pemerintah dapat fokus untuk melakukan koordinasi terkait pengembangan  tersebut.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Kementerian  Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi  Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Staf Ahli Bidang Regulasi,  Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kementerian Koordinator Bidang  Perekonomian, Presiden KSPN, Wakil Presiden KSPN, Sekretaris Jenderal  KSPN, Ketua DPN KSN, serta beberapa Ketua Bidang KSPN.</content:encoded></item></channel></rss>
