<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapan Harga Telur Ayam Turun?</title><description>Harga telur ayam yang mahal di sejumlah daerah dikeluhkan masyarakat. Lalu kapan harga telur ayam turun?</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654117/kapan-harga-telur-ayam-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654117/kapan-harga-telur-ayam-turun"/><item><title>Kapan Harga Telur Ayam Turun?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654117/kapan-harga-telur-ayam-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654117/kapan-harga-telur-ayam-turun</guid><pubDate>Kamis 25 Agustus 2022 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/25/320/2654117/kapan-harga-telur-ayam-turun-IiLcGDTfEC.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Harga telur ayam naik (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/25/320/2654117/kapan-harga-telur-ayam-turun-IiLcGDTfEC.JPG</image><title>Harga telur ayam naik (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Harga telur ayam yang mahal di sejumlah daerah dikeluhkan masyarakat. Lalu kapan harga telur ayam turun?
Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra menegaskan, Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk menstabilkan pasokan dan harga telur ayam ras yang saat ini mengalami kenaikan.
BACA JUGA:Siap-Siap! Harga Nasi Goreng Kian Mahal Imbas Naiknya Telur Ayam

Berdasarkan pantauan Kementerian Perdagangan, tercatat per 23 Agustus 2022 harga telur ayam ras di tingkat eceran mencapai Rp31.000/kg atau naik sekitar 2,9% dibandingkan seminggu sebelumnya dan naik sekitar 6,1% dibandingkan sebulan sebelumnya.
&amp;ldquo;Kementerian Perdagangan saat ini tengah berkoordinasi dan bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional serta Kementerian Pertanian untuk menciptakan iklim usaha perunggasan yang kondusif. Dalam jangka panjang, diharapkan akan terbentuk ekosistem perunggasan yang sinergis dan berdampak positif bagi seluruh pelaku usaha perunggasan dan masyarakat selaku konsumen,&amp;rdquo; ungkap Syailendra dari keterangan resminya, Kamis (25/8/2022).
BACA JUGA:Harga Telur Ayam Mahal Banget, Industri Kecil Enggak Kuat Pak Mendag

Syailendra menjelaskan, sejumlah faktor yang menyebabkan kenaikan harga telur ayam ras yaitu kenaikan permintaan terhadap komoditas bapok tersebut dengan adanya pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
&amp;ldquo;Kebijakan pelonggaran PPKM terkait dengan perubahan status Covid-19 dari pandemi menjadi endemi telah meningkatkan permintaan terhadap telur ayam ras dengan sangat signifikan yaitu sebesar 60% untuk memenuhi konsumsi rumah tangga; horeka hotel, restoran, dan kafe (horeka); serta industri makanan dan minuman,&amp;rdquo; urai Syailendra.
Akibat kenaikan permintaan tersebut, lanjut Syailendra, tidak sedikit pedagang besar yang meningkatkan stok telur untuk dapat memenuhi permintaan masyarakat, selain untuk keperluan mendukung program bansos/penyaluran telur kepada masyarakat.Dia mengungkapkan, kejadian serupa pernah terjadi pada Desember 2021  dimana penyerapan telur oleh pemerintah untuk bansos menyebabkan harga  telur ayam ras di tingkat peternak mencapai Rp23.000/kg dengan puncak  tertinggi terjadi pada Minggu IV Desember 2021 yang mencapai  Rp26.900/kg.
Oleh karena itu, sejumlah upaya yang telah dilakukan Kemendag untuk  menjaga stabilitas harga telur ayam ras, antara lain dengan menyediakan  jagung pakan dengan harga sesuai harga acuan pemerintah yaitu sebesar  Rp4.500/kg untuk membantu peternak layer terutama skala mikro kecil.
Bantuan tersebut telah dimulai pada Oktober-Desember 2021 sebesar 30  ribu ton, dan dilanjutkan pada periode Mei-Juni 2021 dengan realisasi  sekitar 25 ribu ton.
&amp;ldquo;Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya produksi  peternak layer dengan harapan pasokan dan harga telur ayam dapat menjadi  stabil,&amp;rdquo; urai Syailendra.
Syailendra juga memaparkan, kenaikan harga telur ayam ras di tingkat  eceran terjadi akibat kenaikan harga di tingkat peternak sejak Mei 2022  yang menyentuh Rp24.000/kg.
Harga telur ayam ras selanjutnya terus meningkat hingga saat ini.  Sementara harga jual di tingkat peternak dipengaruhi oleh tingginya  Harga Pokok Produksi (HPP) peternak yang saat ini berkisar  Rp21.000-Rp22.000/kg.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga telur ayam yang mahal di sejumlah daerah dikeluhkan masyarakat. Lalu kapan harga telur ayam turun?
Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra menegaskan, Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk menstabilkan pasokan dan harga telur ayam ras yang saat ini mengalami kenaikan.
BACA JUGA:Siap-Siap! Harga Nasi Goreng Kian Mahal Imbas Naiknya Telur Ayam

Berdasarkan pantauan Kementerian Perdagangan, tercatat per 23 Agustus 2022 harga telur ayam ras di tingkat eceran mencapai Rp31.000/kg atau naik sekitar 2,9% dibandingkan seminggu sebelumnya dan naik sekitar 6,1% dibandingkan sebulan sebelumnya.
&amp;ldquo;Kementerian Perdagangan saat ini tengah berkoordinasi dan bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional serta Kementerian Pertanian untuk menciptakan iklim usaha perunggasan yang kondusif. Dalam jangka panjang, diharapkan akan terbentuk ekosistem perunggasan yang sinergis dan berdampak positif bagi seluruh pelaku usaha perunggasan dan masyarakat selaku konsumen,&amp;rdquo; ungkap Syailendra dari keterangan resminya, Kamis (25/8/2022).
BACA JUGA:Harga Telur Ayam Mahal Banget, Industri Kecil Enggak Kuat Pak Mendag

Syailendra menjelaskan, sejumlah faktor yang menyebabkan kenaikan harga telur ayam ras yaitu kenaikan permintaan terhadap komoditas bapok tersebut dengan adanya pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
&amp;ldquo;Kebijakan pelonggaran PPKM terkait dengan perubahan status Covid-19 dari pandemi menjadi endemi telah meningkatkan permintaan terhadap telur ayam ras dengan sangat signifikan yaitu sebesar 60% untuk memenuhi konsumsi rumah tangga; horeka hotel, restoran, dan kafe (horeka); serta industri makanan dan minuman,&amp;rdquo; urai Syailendra.
Akibat kenaikan permintaan tersebut, lanjut Syailendra, tidak sedikit pedagang besar yang meningkatkan stok telur untuk dapat memenuhi permintaan masyarakat, selain untuk keperluan mendukung program bansos/penyaluran telur kepada masyarakat.Dia mengungkapkan, kejadian serupa pernah terjadi pada Desember 2021  dimana penyerapan telur oleh pemerintah untuk bansos menyebabkan harga  telur ayam ras di tingkat peternak mencapai Rp23.000/kg dengan puncak  tertinggi terjadi pada Minggu IV Desember 2021 yang mencapai  Rp26.900/kg.
Oleh karena itu, sejumlah upaya yang telah dilakukan Kemendag untuk  menjaga stabilitas harga telur ayam ras, antara lain dengan menyediakan  jagung pakan dengan harga sesuai harga acuan pemerintah yaitu sebesar  Rp4.500/kg untuk membantu peternak layer terutama skala mikro kecil.
Bantuan tersebut telah dimulai pada Oktober-Desember 2021 sebesar 30  ribu ton, dan dilanjutkan pada periode Mei-Juni 2021 dengan realisasi  sekitar 25 ribu ton.
&amp;ldquo;Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya produksi  peternak layer dengan harapan pasokan dan harga telur ayam dapat menjadi  stabil,&amp;rdquo; urai Syailendra.
Syailendra juga memaparkan, kenaikan harga telur ayam ras di tingkat  eceran terjadi akibat kenaikan harga di tingkat peternak sejak Mei 2022  yang menyentuh Rp24.000/kg.
Harga telur ayam ras selanjutnya terus meningkat hingga saat ini.  Sementara harga jual di tingkat peternak dipengaruhi oleh tingginya  Harga Pokok Produksi (HPP) peternak yang saat ini berkisar  Rp21.000-Rp22.000/kg.</content:encoded></item></channel></rss>
