<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenaikan Tarif Ojol Sebaiknya Dibatalkan, Ini Alasannya</title><description>Trubus Rahadiansyah mengatakan, kenaikan tarif ojek online (ojol) sebaiknya ditunda kembali atau bahkan dibatalkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654294/kenaikan-tarif-ojol-sebaiknya-dibatalkan-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654294/kenaikan-tarif-ojol-sebaiknya-dibatalkan-ini-alasannya"/><item><title>Kenaikan Tarif Ojol Sebaiknya Dibatalkan, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654294/kenaikan-tarif-ojol-sebaiknya-dibatalkan-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654294/kenaikan-tarif-ojol-sebaiknya-dibatalkan-ini-alasannya</guid><pubDate>Kamis 25 Agustus 2022 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/25/320/2654294/kenaikan-tarif-ojol-sebaiknya-dibatalkan-ini-alasannya-Ppiyq58gvI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tarif Ojek Online (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/25/320/2654294/kenaikan-tarif-ojol-sebaiknya-dibatalkan-ini-alasannya-Ppiyq58gvI.jpg</image><title>Tarif Ojek Online (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah mengatakan, kenaikan tarif ojek online (ojol) sebaiknya ditunda kembali atau bahkan dibatalkan.
Dia menilai bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat, sebab menurutnya situasi ekonomi sekarang sedang tidak memungkinkan.
BACA JUGA:Alasan Kemenhub Tunda Kenaikan Tarif Ojek Online

&quot;Menurut saya secara keseluruhan tetap harus ditunda, kalau perlu dibatalkan saja dulu, karena situasinya belum memungkinkan,&quot; ujarnya dalam program Market Review di IDX Channel, Kamis (25/8/2022).
Dia menuturkan, sebaiknya kenaikan tarif ditunda sampai kondisi perekonomian sudah mapan kembali, artinya inflasi sudah bisa terkendali. Sebab jika belum terkendali menurutnya akan percuma karena pada ujungnya akan banyak yang rugi.
BACA JUGA:Tarif Ojek Online Mulai Naik pada 29 Agustus 2022
&quot;Karena yang rugi nanti semuanya dalam hal ini tidak saja konsumen yang dirugikan tapi mitra-mitra itu rugi semua nanti dan itu elastisitas dari pada harga ini menjadi persoalan nanti diluar aspek itu,&quot; terangnya.Menurutnya kenaikan tarif yang dilakukan oleh pemerintah tidak mempertimbangkan beberapa aspek, satu kondisi konsumen, yang kedua mengenai daya beli konsumen sendiri yang juga tidak pernah diperhatikan.
&quot;Jadi ini semata-mata hanya kenaikan ambang batas atas bawah dan tiap daerah itu dasarnya hanya dasar asumsi, jadi pendekatannya juga tidak tepat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah mengatakan, kenaikan tarif ojek online (ojol) sebaiknya ditunda kembali atau bahkan dibatalkan.
Dia menilai bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat, sebab menurutnya situasi ekonomi sekarang sedang tidak memungkinkan.
BACA JUGA:Alasan Kemenhub Tunda Kenaikan Tarif Ojek Online

&quot;Menurut saya secara keseluruhan tetap harus ditunda, kalau perlu dibatalkan saja dulu, karena situasinya belum memungkinkan,&quot; ujarnya dalam program Market Review di IDX Channel, Kamis (25/8/2022).
Dia menuturkan, sebaiknya kenaikan tarif ditunda sampai kondisi perekonomian sudah mapan kembali, artinya inflasi sudah bisa terkendali. Sebab jika belum terkendali menurutnya akan percuma karena pada ujungnya akan banyak yang rugi.
BACA JUGA:Tarif Ojek Online Mulai Naik pada 29 Agustus 2022
&quot;Karena yang rugi nanti semuanya dalam hal ini tidak saja konsumen yang dirugikan tapi mitra-mitra itu rugi semua nanti dan itu elastisitas dari pada harga ini menjadi persoalan nanti diluar aspek itu,&quot; terangnya.Menurutnya kenaikan tarif yang dilakukan oleh pemerintah tidak mempertimbangkan beberapa aspek, satu kondisi konsumen, yang kedua mengenai daya beli konsumen sendiri yang juga tidak pernah diperhatikan.
&quot;Jadi ini semata-mata hanya kenaikan ambang batas atas bawah dan tiap daerah itu dasarnya hanya dasar asumsi, jadi pendekatannya juga tidak tepat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
