<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Global, Sri Mulyani Singgung Ancaman Kebangkrutan</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti kondisi perekonomian global yang semakin pelik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654596/krisis-global-sri-mulyani-singgung-ancaman-kebangkrutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654596/krisis-global-sri-mulyani-singgung-ancaman-kebangkrutan"/><item><title>Krisis Global, Sri Mulyani Singgung Ancaman Kebangkrutan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654596/krisis-global-sri-mulyani-singgung-ancaman-kebangkrutan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/25/320/2654596/krisis-global-sri-mulyani-singgung-ancaman-kebangkrutan</guid><pubDate>Kamis 25 Agustus 2022 18:49 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/25/320/2654596/krisis-global-sri-mulyani-singgung-ancaman-kebangkrutan-f8SvKEsmd5.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/25/320/2654596/krisis-global-sri-mulyani-singgung-ancaman-kebangkrutan-f8SvKEsmd5.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti kondisi perekonomian global yang semakin pelik.
Perekonomian dunia saat ini makin gelap dan dihantui krisis utang hingga risiko terjadinya stagflasi.
&quot;Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya usai dan masih ada negara yang belum pulih, ditambah lagi dengan perang Rusia-Ukraina, inflasi melambung tinggi karena supply chain disruption,&quot; ujar Sri dalam rapat kerja dengan Komite IX DPD RI di Jakarta, Kamis(25/8/2022).
Sri mengatakan bahwa negara-negara maju sudah mengambil respon pengetatan moneter, seperti Amerika Serikat (AS) yang menaikkan suku bunga acuannya.
Namun, hal ini berimbas pada pelemahan Rupiah dan guncangan di pasar keuangan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Pamer Rasio Utang RI Turun Jadi 37,9% Kurang dari 2 Tahun
&quot;Banyak negara yang tidak kuat (menghadapi situasi) dan bahkan bisa bangkrut. Belum lagi banyak di antaranya yang memiliki rasio utang di atas 60%, bahkan menyentuh 100%, kondisinya makin sulit dan bisa saja default,&quot; ungkap Sri.Stagflasi pun, sambung Sri, menjadi ancaman lain yang juga berbahaya seiring dengan meningkatnya inflasi dan menurunnya perekonomian.
&quot;Dunia dihadapkan stagflasi dan dengan pengetatan menyebabkan terjadinya resesi. Kombinasi resesi dan inflasi ini, sangat berbahaya dan rumit bagi pengambil keputusan di bidang ekonomi,&quot; tandas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti kondisi perekonomian global yang semakin pelik.
Perekonomian dunia saat ini makin gelap dan dihantui krisis utang hingga risiko terjadinya stagflasi.
&quot;Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya usai dan masih ada negara yang belum pulih, ditambah lagi dengan perang Rusia-Ukraina, inflasi melambung tinggi karena supply chain disruption,&quot; ujar Sri dalam rapat kerja dengan Komite IX DPD RI di Jakarta, Kamis(25/8/2022).
Sri mengatakan bahwa negara-negara maju sudah mengambil respon pengetatan moneter, seperti Amerika Serikat (AS) yang menaikkan suku bunga acuannya.
Namun, hal ini berimbas pada pelemahan Rupiah dan guncangan di pasar keuangan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Pamer Rasio Utang RI Turun Jadi 37,9% Kurang dari 2 Tahun
&quot;Banyak negara yang tidak kuat (menghadapi situasi) dan bahkan bisa bangkrut. Belum lagi banyak di antaranya yang memiliki rasio utang di atas 60%, bahkan menyentuh 100%, kondisinya makin sulit dan bisa saja default,&quot; ungkap Sri.Stagflasi pun, sambung Sri, menjadi ancaman lain yang juga berbahaya seiring dengan meningkatnya inflasi dan menurunnya perekonomian.
&quot;Dunia dihadapkan stagflasi dan dengan pengetatan menyebabkan terjadinya resesi. Kombinasi resesi dan inflasi ini, sangat berbahaya dan rumit bagi pengambil keputusan di bidang ekonomi,&quot; tandas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
