<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Turun, Ini Biang Keroknya</title><description>Harga minyak turun sekitar dua dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2654807/harga-minyak-dunia-turun-ini-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2654807/harga-minyak-dunia-turun-ini-biang-keroknya"/><item><title>Harga Minyak Dunia Turun, Ini Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2654807/harga-minyak-dunia-turun-ini-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2654807/harga-minyak-dunia-turun-ini-biang-keroknya</guid><pubDate>Jum'at 26 Agustus 2022 08:18 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/26/320/2654807/harga-minyak-dunia-turun-ini-biang-keroknya-Ru9xhnJ42U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Minyak Dunia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/26/320/2654807/harga-minyak-dunia-turun-ini-biang-keroknya-Ru9xhnJ42U.jpg</image><title>Harga Minyak Dunia (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak turun sekitar dua dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menghentikan kenaikan dua hari berturut-turut tertekan kemungkinan kembalinya ekspor minyak Iran yang dikenai sanksi ke pasar global dan di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga AS akan melemahkan permintaan bahan bakar.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober kehilangan 2,37 dolar AS atau 2,5 persen, menjadi menetap di 92,52 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Mahal Gegara Stok AS Turun

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober merosot 1,88 dolar AS atau 1,9 persen, menjadi ditutup pada 99,34 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Para pedagang mempertimbangkan kemungkinan kesepakatan nuklir Iran, yang dapat membawa minyak Iran kembali ke pasar.
Pembicaraan antara Uni Eropa, Amerika Serikat dan Iran untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 terus berlanjut, dengan Iran mengatakan pihaknya telah menerima tanggapan dari Amerika Serikat terhadap teks &quot;final&quot; Uni Eropa untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut.
BACA JUGA:Harga Minyak Terus Tinggi, Sri Mulyani: Subsidi Rp502 Triliun Akan Habis dan Masih Belum Cukup

&quot;Tidak ada yang ingin terjun ke sini dan berkomitmen pada posisi ukuran ketika Anda bisa disergap oleh berita utama Iran pada saat tertentu,&quot; kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho, mengutip volume perdagangan yang tipis selama sesi tersebut seperti dikutip oleh Reuters.Investor juga menunggu pernyataan yang dijadwalkan pada Jumat waktu setempat oleh Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell di Simposium Kebijakan Ekonomi Fed Kansas City di Jackson Hole, Wyoming.
&quot;(Pasar) sedikit khawatir tentang apa yang akan dikatakan Jerome Powell besok tentang kenaikan suku bunga,&quot; kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures di Chicago.
Sementara itu, pelaku minyak menilai prospek pengurangan produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+.
Menteri energi Arab Saudi mengindikasikan awal pekan ini bahwa ada keterputusan antara harga berjangka dan fundamental, dan bahwa OPEC+ memiliki sarana untuk menghadapi tantangan pasar termasuk memotong produksi kapan saja dan dalam bentuk yang berbeda.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak turun sekitar dua dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menghentikan kenaikan dua hari berturut-turut tertekan kemungkinan kembalinya ekspor minyak Iran yang dikenai sanksi ke pasar global dan di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga AS akan melemahkan permintaan bahan bakar.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober kehilangan 2,37 dolar AS atau 2,5 persen, menjadi menetap di 92,52 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Mahal Gegara Stok AS Turun

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober merosot 1,88 dolar AS atau 1,9 persen, menjadi ditutup pada 99,34 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Para pedagang mempertimbangkan kemungkinan kesepakatan nuklir Iran, yang dapat membawa minyak Iran kembali ke pasar.
Pembicaraan antara Uni Eropa, Amerika Serikat dan Iran untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 terus berlanjut, dengan Iran mengatakan pihaknya telah menerima tanggapan dari Amerika Serikat terhadap teks &quot;final&quot; Uni Eropa untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut.
BACA JUGA:Harga Minyak Terus Tinggi, Sri Mulyani: Subsidi Rp502 Triliun Akan Habis dan Masih Belum Cukup

&quot;Tidak ada yang ingin terjun ke sini dan berkomitmen pada posisi ukuran ketika Anda bisa disergap oleh berita utama Iran pada saat tertentu,&quot; kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho, mengutip volume perdagangan yang tipis selama sesi tersebut seperti dikutip oleh Reuters.Investor juga menunggu pernyataan yang dijadwalkan pada Jumat waktu setempat oleh Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell di Simposium Kebijakan Ekonomi Fed Kansas City di Jackson Hole, Wyoming.
&quot;(Pasar) sedikit khawatir tentang apa yang akan dikatakan Jerome Powell besok tentang kenaikan suku bunga,&quot; kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures di Chicago.
Sementara itu, pelaku minyak menilai prospek pengurangan produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+.
Menteri energi Arab Saudi mengindikasikan awal pekan ini bahwa ada keterputusan antara harga berjangka dan fundamental, dan bahwa OPEC+ memiliki sarana untuk menghadapi tantangan pasar termasuk memotong produksi kapan saja dan dalam bentuk yang berbeda.</content:encoded></item></channel></rss>
