<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pekerja RI Dinilai Kurang Produktif di Antara Negara Asean   </title><description>Produktivitas pekerja Indonesia dinilai masih di bawah rata-rata negara ASEAN</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2655084/pekerja-ri-dinilai-kurang-produktif-di-antara-negara-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2655084/pekerja-ri-dinilai-kurang-produktif-di-antara-negara-asean"/><item><title>Pekerja RI Dinilai Kurang Produktif di Antara Negara Asean   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2655084/pekerja-ri-dinilai-kurang-produktif-di-antara-negara-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2655084/pekerja-ri-dinilai-kurang-produktif-di-antara-negara-asean</guid><pubDate>Jum'at 26 Agustus 2022 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/26/320/2655084/pekerja-ri-dinilai-kurang-produktif-di-antara-negara-asean-83rbSyxOsC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pekerja RI Dinilai Kurang Produktif. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/26/320/2655084/pekerja-ri-dinilai-kurang-produktif-di-antara-negara-asean-83rbSyxOsC.jpg</image><title>Pekerja RI Dinilai Kurang Produktif. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Produktivitas pekerja Indonesia dinilai masih di bawah rata-rata negara ASEAN. Indonesia memiliki daya saing digital yang relatif rendah dengan peringkat 53 dari 64 negara.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mencatat, permasalahan sektor ketenagakerjaan dalam negeri tidak hanya diselesaikan oleh pemerintah semata, namun butuh peran semua pihak. Khususnya meningkatkan kualitas SDM dan menciptakan peluang kesempatan kerja.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Sebut Mesin Lebih Mendominasi di 2025, Tanda 'Kiamat' Pekerja?
&quot;Pada akhirnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, butuh dukungan semua stakeholder dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan,&quot; ungkap Afriansyah, Jumat (26/8/2022).
Dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang ada, termasuk menghadapi bonus demografi, lanjut Afriansyah, Kemnaker telah menyiapkan berbagai solusi memperbaiki ekosistem ketenagakerjaan secara keseluruhan melalui 9 lompatan besarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gelombang 42 Ditutup, Peserta yang Lolos Kartu Prakerja dapat Uang Berapa?Salah satu lompatan adalah meningkatkan kompetensi dan produktivitas SDM dengan melakukan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) secara terstruktur dan masif. Proses ini baik secara kelembagaan, sarana, substansi pelatihan, dan kolaborasi.
&quot;Semua kebijakan dan program Kemnaker ini merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM serta menciptakan lapangan kerja berkualitas,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Produktivitas pekerja Indonesia dinilai masih di bawah rata-rata negara ASEAN. Indonesia memiliki daya saing digital yang relatif rendah dengan peringkat 53 dari 64 negara.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mencatat, permasalahan sektor ketenagakerjaan dalam negeri tidak hanya diselesaikan oleh pemerintah semata, namun butuh peran semua pihak. Khususnya meningkatkan kualitas SDM dan menciptakan peluang kesempatan kerja.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Sebut Mesin Lebih Mendominasi di 2025, Tanda 'Kiamat' Pekerja?
&quot;Pada akhirnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, butuh dukungan semua stakeholder dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan,&quot; ungkap Afriansyah, Jumat (26/8/2022).
Dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang ada, termasuk menghadapi bonus demografi, lanjut Afriansyah, Kemnaker telah menyiapkan berbagai solusi memperbaiki ekosistem ketenagakerjaan secara keseluruhan melalui 9 lompatan besarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gelombang 42 Ditutup, Peserta yang Lolos Kartu Prakerja dapat Uang Berapa?Salah satu lompatan adalah meningkatkan kompetensi dan produktivitas SDM dengan melakukan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) secara terstruktur dan masif. Proses ini baik secara kelembagaan, sarana, substansi pelatihan, dan kolaborasi.
&quot;Semua kebijakan dan program Kemnaker ini merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM serta menciptakan lapangan kerja berkualitas,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
