<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Subsidi BBM Bikin Belanja Negara Jebol hingga Rp3.106,4 Triliun</title><description>Subsidi BBM bikin anggaran belanja negara jebol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2655360/subsidi-bbm-bikin-belanja-negara-jebol-hingga-rp3-106-4-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2655360/subsidi-bbm-bikin-belanja-negara-jebol-hingga-rp3-106-4-triliun"/><item><title>Subsidi BBM Bikin Belanja Negara Jebol hingga Rp3.106,4 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2655360/subsidi-bbm-bikin-belanja-negara-jebol-hingga-rp3-106-4-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2655360/subsidi-bbm-bikin-belanja-negara-jebol-hingga-rp3-106-4-triliun</guid><pubDate>Jum'at 26 Agustus 2022 19:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/26/320/2655360/subsidi-bbm-bikin-belanja-negara-jebol-hingga-rp3-106-4-triliun-h7SM4ZHNT8.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Subsidi BBM bikin belanja negara jebol (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/26/320/2655360/subsidi-bbm-bikin-belanja-negara-jebol-hingga-rp3-106-4-triliun-h7SM4ZHNT8.jpeg</image><title>Subsidi BBM bikin belanja negara jebol (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Subsidi BBM bikin anggaran belanja negara jebol. Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan perihal kalkulasi membengkaknya subsidi BBM jenis Solar dan Pertalite.
Bendahara negara itu mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan agar Kementerian Keuangan dapat menghitung aspek subsidi BBM dan bisa memberikan penjelasan yang detil terkait evaluasi dan perubahan yang terjadi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
BACA JUGA:Sri Mulyani: 95% Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya!
&quot;Saya akan melakukan beberapa penjelasan maupun kemarin di DPD mengenai kondisi dari APBN terkait subsidi BBM. Jadi supaya bisa lebih menjelaskan dan sekaligus memberikan juga transparansi mengenai desain dari kebijakan pemerintah dari subsidi BBM yang jadi perhatian masyarakat luas,&quot; kata Sri dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jumat (26/8/2022).
Ani sapaan akrab Sri Mulyani menuturkan, dari sisi APBN 2022 telah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai perubahan yang sangat besar terkait dengan asumsi harga Indonesian Crude Price (ICP) alias harga minyak mentah Indonesia. Kemenkeu menghitung bahwa ICP telah meningkat dari USD63 menjadi USD100 per barel.
BACA JUGA:6 Fakta Harga BBM Pertalite dan Pertamax yang Sebenarnya, Jangan Kaget jika Naik!
&quot;Ini juga yang memberatkan Pertamina dan PLN, sesudah dibahas dengan DPR, maka basis baru disepakati, termasuk kami menyampaikan ICP implikasi USD100, besaran subsidi berubah,&quot; kata dia.
Postur APBN dengan Perpres 98/2022, pemerintah menyampaikan ada kenaikan komoditas, selain minyak. Perpres itu, kata Sri Mulyani, mengakomodasi perubahan tersebut.


Sebagaimana diketahui , pendapatan negara naik Rp420 triliun menjadi  Rp2.266,2 triliun. PNBP juga meningkat Rp146 triliun menjadi Rp481,6  triliun dari semula Rp335,6 triliun.
Selain itu, di sisi pendapatan ada kabar baik, namun terjadi  peningkatan di sisi belanja subsidi. Alhasil, pemerintah harus menaikkan  subsidi. Jika tidak, PLN dan Pertamina tidak dapat bertahan. Subsidi  kompensasi meningkat tajam dari Rp8,5 triliun ke Rp293,5 triliun.
&quot;Subsidi dan kompensasi itu identik, tapi poinnya membayar untuk  komoditas energi yang harganya tidak berubah walaupun harga di luar  sudah berubah,&quot; ungkapnya.
Sri Mulyani membeberkan pemerintah memberi subsidi dan kompensasi  lewat Pertamina dan PLN untuk rakyat. Alhasil, belanja negara naik  menjadi Rp3.106,4 triliun atau naik Rp392 triliun.
&quot;Untuk berjaga-jaga agar masyarakat tidak shock, pemerintah  memberikan bantalan subsidi listrik dan bantuan sosial. Dari postur itu,  pemerintah masih berharap defisit 4,5% akhir tahun ini,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Subsidi BBM bikin anggaran belanja negara jebol. Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan perihal kalkulasi membengkaknya subsidi BBM jenis Solar dan Pertalite.
Bendahara negara itu mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan agar Kementerian Keuangan dapat menghitung aspek subsidi BBM dan bisa memberikan penjelasan yang detil terkait evaluasi dan perubahan yang terjadi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
BACA JUGA:Sri Mulyani: 95% Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya!
&quot;Saya akan melakukan beberapa penjelasan maupun kemarin di DPD mengenai kondisi dari APBN terkait subsidi BBM. Jadi supaya bisa lebih menjelaskan dan sekaligus memberikan juga transparansi mengenai desain dari kebijakan pemerintah dari subsidi BBM yang jadi perhatian masyarakat luas,&quot; kata Sri dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jumat (26/8/2022).
Ani sapaan akrab Sri Mulyani menuturkan, dari sisi APBN 2022 telah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai perubahan yang sangat besar terkait dengan asumsi harga Indonesian Crude Price (ICP) alias harga minyak mentah Indonesia. Kemenkeu menghitung bahwa ICP telah meningkat dari USD63 menjadi USD100 per barel.
BACA JUGA:6 Fakta Harga BBM Pertalite dan Pertamax yang Sebenarnya, Jangan Kaget jika Naik!
&quot;Ini juga yang memberatkan Pertamina dan PLN, sesudah dibahas dengan DPR, maka basis baru disepakati, termasuk kami menyampaikan ICP implikasi USD100, besaran subsidi berubah,&quot; kata dia.
Postur APBN dengan Perpres 98/2022, pemerintah menyampaikan ada kenaikan komoditas, selain minyak. Perpres itu, kata Sri Mulyani, mengakomodasi perubahan tersebut.


Sebagaimana diketahui , pendapatan negara naik Rp420 triliun menjadi  Rp2.266,2 triliun. PNBP juga meningkat Rp146 triliun menjadi Rp481,6  triliun dari semula Rp335,6 triliun.
Selain itu, di sisi pendapatan ada kabar baik, namun terjadi  peningkatan di sisi belanja subsidi. Alhasil, pemerintah harus menaikkan  subsidi. Jika tidak, PLN dan Pertamina tidak dapat bertahan. Subsidi  kompensasi meningkat tajam dari Rp8,5 triliun ke Rp293,5 triliun.
&quot;Subsidi dan kompensasi itu identik, tapi poinnya membayar untuk  komoditas energi yang harganya tidak berubah walaupun harga di luar  sudah berubah,&quot; ungkapnya.
Sri Mulyani membeberkan pemerintah memberi subsidi dan kompensasi  lewat Pertamina dan PLN untuk rakyat. Alhasil, belanja negara naik  menjadi Rp3.106,4 triliun atau naik Rp392 triliun.
&quot;Untuk berjaga-jaga agar masyarakat tidak shock, pemerintah  memberikan bantalan subsidi listrik dan bantuan sosial. Dari postur itu,  pemerintah masih berharap defisit 4,5% akhir tahun ini,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
