<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Ramal Terjadi Deflasi 0,13% di Agustus 2022</title><description>Bank Indonesia meramal terjadi deflasi sebesar 0,13% pada Agustus 2022 jika dibandingkan dengan bulan yang sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2655435/bi-ramal-terjadi-deflasi-0-13-di-agustus-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2655435/bi-ramal-terjadi-deflasi-0-13-di-agustus-2022"/><item><title>BI Ramal Terjadi Deflasi 0,13% di Agustus 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2655435/bi-ramal-terjadi-deflasi-0-13-di-agustus-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/26/320/2655435/bi-ramal-terjadi-deflasi-0-13-di-agustus-2022</guid><pubDate>Jum'at 26 Agustus 2022 21:47 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/26/320/2655435/bi-ramal-terjadi-deflasi-0-13-di-agustus-2022-Zhk3ulFDik.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BI prediksi Agustus deflasi 0,13% (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/26/320/2655435/bi-ramal-terjadi-deflasi-0-13-di-agustus-2022-Zhk3ulFDik.jpeg</image><title>BI prediksi Agustus deflasi 0,13% (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia meramal terjadi deflasi sebesar 0,13% pada Agustus 2022 jika dibandingkan dengan bulan yang sebelumnya (month-to-month/mtm). Hal ini berdasarkan survei Pemantauan Harga Bank Indoensia.
&quot;Perkiraan tersebut berdasarkan perkembangan harga sampai dengan minggu keempat Agustus 2022,&quot; kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dilansir dari Antara, Jumat (26/8/2022).
BACA JUGA:Inflasi Melonjak, Investor Disarankan Pilih Produk Investasi Ini

Erwin menjelaskan komoditas utama penyumbang deflasi Agustus 2022  sampai dengan minggu keempat itu yaitu bawang merah dengan andil 0,17% (mtm), cabai merah 0,13% (mtm), minyak goreng dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,07% (mtm).
Kemudian daging ayam ras turut menyumbang deflasi sebesar 0,04% (mtm), tarif angkutan udara dan tomat masing-masing sebesar 0,03% (mtm), serta bayam, bawang putih, dan jeruk dan jeruk masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
BACA JUGA:Jaga Inflasi, Pangan Murah Mesti Digencarkan Pemda

Sementara itu, beberapa komoditas diperkirakan menyumbang inflasi pada periode minggu keempat Agustus 2022, yaitu Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) sebesar 0,08% (mtm), telur ayam ras dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,03% (mtm), beras sebesar 0,02% (mtm), serta semen, air kemasan, dan kentang masing-masing sebesar 0,01% (mtm).Menurut Erwin, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah  dan otoritas terkait serta terus mengoptimalkan strategi bauran  kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna  mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi  sebesar 0,64% pada Juli 2022 (mtm) atau adanya kenaikan Indeks Harga  Konsumen (IHK) dari 111,09 pada Juni menjadi 111,8.
Penyumbang inflasi pada Juli yang sebesar 0,64% (mtm) ini utamanya  berasal dari kenaikan harga cabai merah, tarif angkutan udara, bawang  merah, bahan bakar rumah tangga, dan cabai rawit.
Dengan terjadinya inflasi pada Juli, inflasi tahun kalender Juli 2022  terhadap Desember 2021 sebesar 3,85% dan inflasi tahun ke tahun (yoy)  Juli 2022 terhadap Juli 2021 sebesar 4,94%.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia meramal terjadi deflasi sebesar 0,13% pada Agustus 2022 jika dibandingkan dengan bulan yang sebelumnya (month-to-month/mtm). Hal ini berdasarkan survei Pemantauan Harga Bank Indoensia.
&quot;Perkiraan tersebut berdasarkan perkembangan harga sampai dengan minggu keempat Agustus 2022,&quot; kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dilansir dari Antara, Jumat (26/8/2022).
BACA JUGA:Inflasi Melonjak, Investor Disarankan Pilih Produk Investasi Ini

Erwin menjelaskan komoditas utama penyumbang deflasi Agustus 2022  sampai dengan minggu keempat itu yaitu bawang merah dengan andil 0,17% (mtm), cabai merah 0,13% (mtm), minyak goreng dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,07% (mtm).
Kemudian daging ayam ras turut menyumbang deflasi sebesar 0,04% (mtm), tarif angkutan udara dan tomat masing-masing sebesar 0,03% (mtm), serta bayam, bawang putih, dan jeruk dan jeruk masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
BACA JUGA:Jaga Inflasi, Pangan Murah Mesti Digencarkan Pemda

Sementara itu, beberapa komoditas diperkirakan menyumbang inflasi pada periode minggu keempat Agustus 2022, yaitu Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) sebesar 0,08% (mtm), telur ayam ras dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,03% (mtm), beras sebesar 0,02% (mtm), serta semen, air kemasan, dan kentang masing-masing sebesar 0,01% (mtm).Menurut Erwin, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah  dan otoritas terkait serta terus mengoptimalkan strategi bauran  kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna  mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi  sebesar 0,64% pada Juli 2022 (mtm) atau adanya kenaikan Indeks Harga  Konsumen (IHK) dari 111,09 pada Juni menjadi 111,8.
Penyumbang inflasi pada Juli yang sebesar 0,64% (mtm) ini utamanya  berasal dari kenaikan harga cabai merah, tarif angkutan udara, bawang  merah, bahan bakar rumah tangga, dan cabai rawit.
Dengan terjadinya inflasi pada Juli, inflasi tahun kalender Juli 2022  terhadap Desember 2021 sebesar 3,85% dan inflasi tahun ke tahun (yoy)  Juli 2022 terhadap Juli 2021 sebesar 4,94%.</content:encoded></item></channel></rss>
