<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tambah Modal Salurkan KPR, BTN Rights Issue Rp4,13 Triliun</title><description>PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bakal menerbitkan saham baru  melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/278/2657032/tambah-modal-salurkan-kpr-btn-rights-issue-rp4-13-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/278/2657032/tambah-modal-salurkan-kpr-btn-rights-issue-rp4-13-triliun"/><item><title>Tambah Modal Salurkan KPR, BTN Rights Issue Rp4,13 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/278/2657032/tambah-modal-salurkan-kpr-btn-rights-issue-rp4-13-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/278/2657032/tambah-modal-salurkan-kpr-btn-rights-issue-rp4-13-triliun</guid><pubDate>Senin 29 Agustus 2022 22:28 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/29/278/2657032/tambah-modal-salurkan-kpr-btn-rights-issue-rp4-13-triliun-vHyCxn7gU5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BBTN akan rights issue (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/29/278/2657032/tambah-modal-salurkan-kpr-btn-rights-issue-rp4-13-triliun-vHyCxn7gU5.jpg</image><title>BBTN akan rights issue (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN bakal menerbitkan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue sebesar Rp4,13 triliun. Aksi korporasi ini untuk menguatkan modal Car-Tier-1 dan meningkatkan penyediaan Kredit Perumahan Rakyat (KPR).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah menyertakan sebesar Rp2,48 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam right issue ini, dengan sebesar Rp1,65 triliun sisanya dapat dihimpun dari publik.
BACA JUGA:Tok! Waskita Karya Rights Issue Saham Rp3,9 Triliun

Sri Mulyani menjelaskan komposisi kepemilikan saham, setelah right issue yang akan dilakukan pada November tahun ini, adalah dari pemerintah sebesar 60% dan publik sebesar 40% atau tetap sama seperti kepemilikan saat ini.
&quot;Untuk BTN, pemerintah memiliki share 60%, sementara publik memegang 40% juga dilakukan right issue. PMN yang akan kita masukan sebesar Rp2,48 triliun, dimana diharapkan publik akan ikut sharing mengambil sebesar Rp1,65 triliun,&quot; ujar Sri Mulyani dilansir dari Antara, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA:Sentul City (BKSL) Rights Issue, Bidik Rp5,03 Triliun

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban mengatakan modal dari PMN akan digunakan untuk memperkuat Car-Tier-1, dan diharapkan mencapai 15,4% pada 2025 sehingga bisa meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Dia menyebut Car-Tier-1 BTN pada triwulan-II tahun ini hanya sebesar  12,6%, sedangkan bank lain diatas 20%. Ditambah, BTN dalam memenuhi  kebutuhan modalnya dari utang dengan biaya tinggi, sehingga Car-Tier-2  mencapai 4%, sedangkan bank lain dibawah 2%.
&quot;Penguatan permodalan Car-Tier-1 dapat meningkatkan kapasitas  penyediaan perumahan oleh BTN dan menurunkan cost of fund dari pendanaan  Car-Tier-2,&quot; ujar Rio.
Selain itu, right issue ini juga akan digunakan untuk menyalurkan KPR  dengan target 1,32 juta unit rumah sepanjang tahun 2022 hingga 2025  sehingga mendukung pencapaian target prioritas nasional di bidang  perumahan.
&quot;Penyediaan fasilitas KPR dapat meningkatkan lapangan kerja dan kesejahteraan pada pekerja di sektor perumahan,&quot; ujar Rio.
Selama ini, tanpa right issue, Rio mengatakan Car-Tier-1 BTN berada  pada level 14% atau lebih kecil dibandingkan minimum regulasi sebesar  15,4%, serta hanya mampu menyalurkan 807.000 rumah dalam lima tahun.
Pada periode 2018 hingga 2022, BTN mampu memberikan kontribusi bagi  penerimaan negara senilai Rp3,1 triliun dari dividen sebesar Rp492  miliar dan Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar Rp2,7 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN bakal menerbitkan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue sebesar Rp4,13 triliun. Aksi korporasi ini untuk menguatkan modal Car-Tier-1 dan meningkatkan penyediaan Kredit Perumahan Rakyat (KPR).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah menyertakan sebesar Rp2,48 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam right issue ini, dengan sebesar Rp1,65 triliun sisanya dapat dihimpun dari publik.
BACA JUGA:Tok! Waskita Karya Rights Issue Saham Rp3,9 Triliun

Sri Mulyani menjelaskan komposisi kepemilikan saham, setelah right issue yang akan dilakukan pada November tahun ini, adalah dari pemerintah sebesar 60% dan publik sebesar 40% atau tetap sama seperti kepemilikan saat ini.
&quot;Untuk BTN, pemerintah memiliki share 60%, sementara publik memegang 40% juga dilakukan right issue. PMN yang akan kita masukan sebesar Rp2,48 triliun, dimana diharapkan publik akan ikut sharing mengambil sebesar Rp1,65 triliun,&quot; ujar Sri Mulyani dilansir dari Antara, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA:Sentul City (BKSL) Rights Issue, Bidik Rp5,03 Triliun

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban mengatakan modal dari PMN akan digunakan untuk memperkuat Car-Tier-1, dan diharapkan mencapai 15,4% pada 2025 sehingga bisa meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Dia menyebut Car-Tier-1 BTN pada triwulan-II tahun ini hanya sebesar  12,6%, sedangkan bank lain diatas 20%. Ditambah, BTN dalam memenuhi  kebutuhan modalnya dari utang dengan biaya tinggi, sehingga Car-Tier-2  mencapai 4%, sedangkan bank lain dibawah 2%.
&quot;Penguatan permodalan Car-Tier-1 dapat meningkatkan kapasitas  penyediaan perumahan oleh BTN dan menurunkan cost of fund dari pendanaan  Car-Tier-2,&quot; ujar Rio.
Selain itu, right issue ini juga akan digunakan untuk menyalurkan KPR  dengan target 1,32 juta unit rumah sepanjang tahun 2022 hingga 2025  sehingga mendukung pencapaian target prioritas nasional di bidang  perumahan.
&quot;Penyediaan fasilitas KPR dapat meningkatkan lapangan kerja dan kesejahteraan pada pekerja di sektor perumahan,&quot; ujar Rio.
Selama ini, tanpa right issue, Rio mengatakan Car-Tier-1 BTN berada  pada level 14% atau lebih kecil dibandingkan minimum regulasi sebesar  15,4%, serta hanya mampu menyalurkan 807.000 rumah dalam lima tahun.
Pada periode 2018 hingga 2022, BTN mampu memberikan kontribusi bagi  penerimaan negara senilai Rp3,1 triliun dari dividen sebesar Rp492  miliar dan Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar Rp2,7 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
