<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Pertalite Bakal Naik, Stafsus Erick Thohir Pastikan Tak Ada Panic Buying</title><description>Harga Pertalite akan dinaikkan untuk mengurangi beban APBN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2656624/harga-pertalite-bakal-naik-stafsus-erick-thohir-pastikan-tak-ada-panic-buying</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2656624/harga-pertalite-bakal-naik-stafsus-erick-thohir-pastikan-tak-ada-panic-buying"/><item><title>Harga Pertalite Bakal Naik, Stafsus Erick Thohir Pastikan Tak Ada Panic Buying</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2656624/harga-pertalite-bakal-naik-stafsus-erick-thohir-pastikan-tak-ada-panic-buying</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2656624/harga-pertalite-bakal-naik-stafsus-erick-thohir-pastikan-tak-ada-panic-buying</guid><pubDate>Senin 29 Agustus 2022 13:29 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/29/320/2656624/harga-pertalite-bakal-naik-stafsus-erick-thohir-pastikan-tak-ada-panic-buying-AcR04YRnE6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tidak ada panic buying BBM (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/29/320/2656624/harga-pertalite-bakal-naik-stafsus-erick-thohir-pastikan-tak-ada-panic-buying-AcR04YRnE6.jpeg</image><title>Tidak ada panic buying BBM (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Harga Pertalite akan dinaikkan untuk mengurangi beban APBN. Menjelang kenaikan harga Pertalite, Kementerian BUMN memastikan tidak ada panic buying atau tindakan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan jumlah besar.
BACA JUGA:Beragam Hitung-hitungan Harga Keekonomian Pertalite dari Dirut Pertamina hingga Sri Mulyani, Rp10.000-Rp17.200/Liter

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mencatat Kementerian BUMN dan PT Pertamina (Persero) saat ini fokus menjaga ketersediaan dan distribusi BBM agar berjalan baik. Sebaliknya akan melakukan pembatasan bila ada pembelian secara besar-besaran.
&quot;Kan kita tahan, artinya sesuai dengan ketersediaan, ada yang baru kami coba menanggulangi yang beli-beli banyak kami tahan. Stok aman. Tapi kan ada panic buying, dan kami coba tahan, tahan lebih kepada yang beli harus yang bener,&quot; ungkap Arya saat ditemui wartawan di kawasan GBK, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA:Harga Pertalite Tak Perlu Naik! Surplus APBN Bisa Tambal Subsidi BBM

Arya menyampaikan masyarakat harus memahami bahwa harga jual Pertalite dan Pertamax saat ini jauh di atas harga keekonomian.
Hingga Juli, lanjut Arya, konsumsi Pertalite sudah mencapai 16,84 kiloliter (KL) dengan harga jual sebesar Rp7.650 per liter atau di atas harga keekonomian yang sebesar Rp14.500 per liter. Terdapat subsidi sebesar Rp114,5 triliun untuk Pertalite hingga Juli.Kemudian harga Solar yang dijual sebesar Rp5.510 per liter yang lebih  tinggi dari harga keekonomian yang sebesar Rp13.950 per liter atau  terdapat selisih Rp8.800 per liter yang harus disubsidi pemerintah. Arya  mengatakan konsumsi solar hingga Juli sudah mencapai 9,8 juta KL.
&quot;Kalikan saja selisihnya, Rp200,7 triliun. Ini lah yang disubsidi  pemerintah hanya untuk Pertalite dan Solar hanya sampai Juli. Ini fakta,  kalau ada yang bilang APBN cuma Rp11 triliun, dia halu,&quot; tutur dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga Pertalite akan dinaikkan untuk mengurangi beban APBN. Menjelang kenaikan harga Pertalite, Kementerian BUMN memastikan tidak ada panic buying atau tindakan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan jumlah besar.
BACA JUGA:Beragam Hitung-hitungan Harga Keekonomian Pertalite dari Dirut Pertamina hingga Sri Mulyani, Rp10.000-Rp17.200/Liter

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mencatat Kementerian BUMN dan PT Pertamina (Persero) saat ini fokus menjaga ketersediaan dan distribusi BBM agar berjalan baik. Sebaliknya akan melakukan pembatasan bila ada pembelian secara besar-besaran.
&quot;Kan kita tahan, artinya sesuai dengan ketersediaan, ada yang baru kami coba menanggulangi yang beli-beli banyak kami tahan. Stok aman. Tapi kan ada panic buying, dan kami coba tahan, tahan lebih kepada yang beli harus yang bener,&quot; ungkap Arya saat ditemui wartawan di kawasan GBK, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA:Harga Pertalite Tak Perlu Naik! Surplus APBN Bisa Tambal Subsidi BBM

Arya menyampaikan masyarakat harus memahami bahwa harga jual Pertalite dan Pertamax saat ini jauh di atas harga keekonomian.
Hingga Juli, lanjut Arya, konsumsi Pertalite sudah mencapai 16,84 kiloliter (KL) dengan harga jual sebesar Rp7.650 per liter atau di atas harga keekonomian yang sebesar Rp14.500 per liter. Terdapat subsidi sebesar Rp114,5 triliun untuk Pertalite hingga Juli.Kemudian harga Solar yang dijual sebesar Rp5.510 per liter yang lebih  tinggi dari harga keekonomian yang sebesar Rp13.950 per liter atau  terdapat selisih Rp8.800 per liter yang harus disubsidi pemerintah. Arya  mengatakan konsumsi solar hingga Juli sudah mencapai 9,8 juta KL.
&quot;Kalikan saja selisihnya, Rp200,7 triliun. Ini lah yang disubsidi  pemerintah hanya untuk Pertalite dan Solar hanya sampai Juli. Ini fakta,  kalau ada yang bilang APBN cuma Rp11 triliun, dia halu,&quot; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
