<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Ingin Garuda Punya Pesawat 120, Ada Uangnya?</title><description>Kementerian BUMN membeberkan rencana sumber pendanaan Garuda Indonesia untuk memperoleh 120 pesawat hingga akhir 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2657014/erick-thohir-ingin-garuda-punya-pesawat-120-ada-uangnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2657014/erick-thohir-ingin-garuda-punya-pesawat-120-ada-uangnya"/><item><title>Erick Thohir Ingin Garuda Punya Pesawat 120, Ada Uangnya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2657014/erick-thohir-ingin-garuda-punya-pesawat-120-ada-uangnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2657014/erick-thohir-ingin-garuda-punya-pesawat-120-ada-uangnya</guid><pubDate>Senin 29 Agustus 2022 21:35 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/29/320/2657014/erick-thohir-ingin-garuda-punya-pesawat-120-ada-uangnya-8khP0JULXS.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia akan tambah pesawat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/29/320/2657014/erick-thohir-ingin-garuda-punya-pesawat-120-ada-uangnya-8khP0JULXS.JPG</image><title>Garuda Indonesia akan tambah pesawat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian BUMN mengungkap rencana sumber pendanaan Garuda Indonesia untuk memperoleh 120 pesawat hingga akhir 2022. Sebagiannya berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun.
Staf Khusus Menteri BUMN Erick menyebut PMN yang nantinya diterima emiten dengan kode saham GIAA itu sebagiannya akan dialokasikan untuk sewa pesawat. Dan sebagian lainnya untuk operasional perusahaan.
BACA JUGA:Tambah 120 Pesawat, Ini Alasan Dirut Garuda Indonesia

&quot;Mengalokasikan (dana) dari teman-teman Garuda, pendanaan sebagian dari situ (PMN), pasti dari situ,&quot; ungkap Arya kepada wartawan, Senin (29/8/2022).
Selain mengandalkan dana suntikan negara, Arya memastikan anggaran sewa pesawat juga berasal dari investor luar negeri dan lokal. Hanya saja, hingga kini Kementerian BUMN masih mencari investor yang tepat bagi Garuda Indonesia.
BACA JUGA:8 Fakta Garuda Indonesia Tambah Pesawat, Erick Thohir Pastikan Korupsi Garuda Tak Terulang

&quot;Itu kita cari investasi dari luar, bagaimana bisa kerja sama dengan airlines luar hingga lokal, Garuda, Citilink yang kerjakan, internasionalnya dari mereka, saling menguntungkan saja,&quot; kata dia.
Kementerian BUMN menargetkan jumlah armada pesawat milik PT Garuda Indonesia Tbk dan Citilink Indonesia naik signifikan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNS80LzE1MjQxOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Rencana penambahan jumlah armada pesawat tidak saja dilakukan Garuda  Indonesia. Hingga akhir tahun ini, Citilink Indonesia juga akan menambah  pesawatnya hingga mencapai jumlah yang sama dengan Garuda yakni 120.
Target tersebut disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir kepada Presiden  Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah Menteri Indonesia Maju saat rapat  terbatas di Istana Negara.
Erick pun memastikan harga sewa pesawat baru milik Garuda dan Citilink sesuai dengan harga pasar.
&quot;Tidak ada harga yang seperti sebelumnya yang terindikasi, bahkan  sudah ada istilah tersangka untuk kasus korupsi untuk di Garuda,&quot;  jelasnya.
Di lain sisi, dia menilai penambahan jumlah armada mampu  meyeimbangkan atau menekan harga tiket pesawat yang saat ini tercatat  mahal.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian BUMN mengungkap rencana sumber pendanaan Garuda Indonesia untuk memperoleh 120 pesawat hingga akhir 2022. Sebagiannya berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun.
Staf Khusus Menteri BUMN Erick menyebut PMN yang nantinya diterima emiten dengan kode saham GIAA itu sebagiannya akan dialokasikan untuk sewa pesawat. Dan sebagian lainnya untuk operasional perusahaan.
BACA JUGA:Tambah 120 Pesawat, Ini Alasan Dirut Garuda Indonesia

&quot;Mengalokasikan (dana) dari teman-teman Garuda, pendanaan sebagian dari situ (PMN), pasti dari situ,&quot; ungkap Arya kepada wartawan, Senin (29/8/2022).
Selain mengandalkan dana suntikan negara, Arya memastikan anggaran sewa pesawat juga berasal dari investor luar negeri dan lokal. Hanya saja, hingga kini Kementerian BUMN masih mencari investor yang tepat bagi Garuda Indonesia.
BACA JUGA:8 Fakta Garuda Indonesia Tambah Pesawat, Erick Thohir Pastikan Korupsi Garuda Tak Terulang

&quot;Itu kita cari investasi dari luar, bagaimana bisa kerja sama dengan airlines luar hingga lokal, Garuda, Citilink yang kerjakan, internasionalnya dari mereka, saling menguntungkan saja,&quot; kata dia.
Kementerian BUMN menargetkan jumlah armada pesawat milik PT Garuda Indonesia Tbk dan Citilink Indonesia naik signifikan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNS80LzE1MjQxOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Rencana penambahan jumlah armada pesawat tidak saja dilakukan Garuda  Indonesia. Hingga akhir tahun ini, Citilink Indonesia juga akan menambah  pesawatnya hingga mencapai jumlah yang sama dengan Garuda yakni 120.
Target tersebut disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir kepada Presiden  Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah Menteri Indonesia Maju saat rapat  terbatas di Istana Negara.
Erick pun memastikan harga sewa pesawat baru milik Garuda dan Citilink sesuai dengan harga pasar.
&quot;Tidak ada harga yang seperti sebelumnya yang terindikasi, bahkan  sudah ada istilah tersangka untuk kasus korupsi untuk di Garuda,&quot;  jelasnya.
Di lain sisi, dia menilai penambahan jumlah armada mampu  meyeimbangkan atau menekan harga tiket pesawat yang saat ini tercatat  mahal.</content:encoded></item></channel></rss>
