<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Cairkan Bansos Tambahan Rp24,1 Triliun, Uangnya dari Mana?</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah bansos untuk pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan total Rp 24,17 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2657023/jokowi-cairkan-bansos-tambahan-rp24-1-triliun-uangnya-dari-mana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2657023/jokowi-cairkan-bansos-tambahan-rp24-1-triliun-uangnya-dari-mana"/><item><title>Jokowi Cairkan Bansos Tambahan Rp24,1 Triliun, Uangnya dari Mana?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2657023/jokowi-cairkan-bansos-tambahan-rp24-1-triliun-uangnya-dari-mana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2657023/jokowi-cairkan-bansos-tambahan-rp24-1-triliun-uangnya-dari-mana</guid><pubDate>Senin 29 Agustus 2022 22:04 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/29/320/2657023/jokowi-cairkan-bansos-tambahan-rp24-1-triliun-uangnya-dari-mana-QEcq53aVC2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tambahan anggaran bansos tersedia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/29/320/2657023/jokowi-cairkan-bansos-tambahan-rp24-1-triliun-uangnya-dari-mana-QEcq53aVC2.jpg</image><title>Tambahan anggaran bansos tersedia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah bansos untuk pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan total Rp 24,17 triliun. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata memastikan anggaran tersebut tersedia.
Anggaran tambahan bansos ini tidak akan mengurangi anggaran subsidi Bahan bakar Minyak (BBM) senilai Rp502,4 triliun pada 2022.
BACA JUGA:Tambahan Bansos Rp24,17 Triliun Dinilai Terlalu Kecil

&amp;ldquo;Kita mendapatkan tambahan bansos yang telah disetujui DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) senilai Rp18,6 triliun waktu itu. Kemudian dari cadangan lain kita bisa tambahkan sehingga capai Rp22 triliun,&amp;rdquo; kata Isa dilansir dari Antara, Senin (29/8/2022).
Sementara itu, sekitar Rp2 triliun sisanya akan disediakan oleh pemerintah daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).
BACA JUGA:5 Fakta Bansos Tambahan Rp24 Triliun Cair Awal September 2022

&amp;ldquo;Kemudian akan dimintakan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) untuk menginstruksikan kepada pemerintah daerah agar digunakan untuk membantu masyarakat menghadapi masalah kenaikan pangan dan energi,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yOS80LzE1MjU4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia mengatakan dengan kenaikan harga pangan dan energi saat ini,  pemerintah ingin memastikan masyarakat terutama masyarakat rentan dan  miskin untuk mendapatkan pertolongan, dengan atau tanpa kenaikan harga  BBM nantinya.
&amp;ldquo;Saya pastikan anggaran bansos itu bukan anggaran subsidi. Jadi  anggaran subsidi sudah ada Rp502,4 triliun, dan tambahan bansos ada  anggarannya sendiri,&amp;rdquo; terangnya.
Adapun penyaluran tambahan bansos senilai Rp24,17 triliun akan  dilakukan melalui program yang didesain dan diberi nama oleh  masing-masing pemerintah daerah, baik disalurkan bagi penyedia angkutan  umum, nelayan, maupun masyarakat rentan lain.
Sementara Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai total Rp12,4 triliun  untuk 20,65 juta masyarakat diberikan kepada masyarakat penerima manfaat  Program Keluarga Harapan (PKH).
&amp;ldquo;Kita lihat belakangan harga pangan dan energi naik, jadi di sini  menjadi perhatian pemerintah dan Presiden Jokowi untuk merespons ini.  Karena rakyat tidak mungkin dibiarkan bertahan sendiri,&amp;rdquo; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah bansos untuk pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan total Rp 24,17 triliun. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata memastikan anggaran tersebut tersedia.
Anggaran tambahan bansos ini tidak akan mengurangi anggaran subsidi Bahan bakar Minyak (BBM) senilai Rp502,4 triliun pada 2022.
BACA JUGA:Tambahan Bansos Rp24,17 Triliun Dinilai Terlalu Kecil

&amp;ldquo;Kita mendapatkan tambahan bansos yang telah disetujui DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) senilai Rp18,6 triliun waktu itu. Kemudian dari cadangan lain kita bisa tambahkan sehingga capai Rp22 triliun,&amp;rdquo; kata Isa dilansir dari Antara, Senin (29/8/2022).
Sementara itu, sekitar Rp2 triliun sisanya akan disediakan oleh pemerintah daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).
BACA JUGA:5 Fakta Bansos Tambahan Rp24 Triliun Cair Awal September 2022

&amp;ldquo;Kemudian akan dimintakan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) untuk menginstruksikan kepada pemerintah daerah agar digunakan untuk membantu masyarakat menghadapi masalah kenaikan pangan dan energi,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yOS80LzE1MjU4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia mengatakan dengan kenaikan harga pangan dan energi saat ini,  pemerintah ingin memastikan masyarakat terutama masyarakat rentan dan  miskin untuk mendapatkan pertolongan, dengan atau tanpa kenaikan harga  BBM nantinya.
&amp;ldquo;Saya pastikan anggaran bansos itu bukan anggaran subsidi. Jadi  anggaran subsidi sudah ada Rp502,4 triliun, dan tambahan bansos ada  anggarannya sendiri,&amp;rdquo; terangnya.
Adapun penyaluran tambahan bansos senilai Rp24,17 triliun akan  dilakukan melalui program yang didesain dan diberi nama oleh  masing-masing pemerintah daerah, baik disalurkan bagi penyedia angkutan  umum, nelayan, maupun masyarakat rentan lain.
Sementara Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai total Rp12,4 triliun  untuk 20,65 juta masyarakat diberikan kepada masyarakat penerima manfaat  Program Keluarga Harapan (PKH).
&amp;ldquo;Kita lihat belakangan harga pangan dan energi naik, jadi di sini  menjadi perhatian pemerintah dan Presiden Jokowi untuk merespons ini.  Karena rakyat tidak mungkin dibiarkan bertahan sendiri,&amp;rdquo; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
