<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rights Issue Adhi Karya Rp3,87 Triliun, Ini Proyek yang Digarap</title><description>PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) bakal menerbitkan saham baru melalui  Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2657034/rights-issue-adhi-karya-rp3-87-triliun-ini-proyek-yang-digarap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2657034/rights-issue-adhi-karya-rp3-87-triliun-ini-proyek-yang-digarap"/><item><title>Rights Issue Adhi Karya Rp3,87 Triliun, Ini Proyek yang Digarap</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2657034/rights-issue-adhi-karya-rp3-87-triliun-ini-proyek-yang-digarap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/320/2657034/rights-issue-adhi-karya-rp3-87-triliun-ini-proyek-yang-digarap</guid><pubDate>Senin 29 Agustus 2022 22:37 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/29/320/2657034/rights-issue-adhi-karya-rp3-87-triliun-ini-proyek-yang-digarap-cmMGnygVlV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Adhi Karya bakal rights issue (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/29/320/2657034/rights-issue-adhi-karya-rp3-87-triliun-ini-proyek-yang-digarap-cmMGnygVlV.jpg</image><title>Adhi Karya bakal rights issue (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) (ADHI) bakal menerbitkan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue sebesar Rp3,87 triliun. Rights issue akan dilakukan pada Oktober tahun ini.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah menyertakan sebesar Rp1,98 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam right issue ini, dan berharap sebesar Rp1,89 triliun sisanya dapat dihimpun dari publik.
BACA JUGA:Adhi Karya Garap Proyek MRT Harmoni-Mangga Besar 

Dia berharap komposisi kepemilikan saham setelah right issue dari pemerintah sebesar 51% dan publik sebesar 49% atau tetap sama seperti kepemilikan saat ini.
&quot;Untuk Adhi Karya, dengan kepemilikan pemerintah 51% dan publik 49%, akan dilakukan right issue dari saham dalam potepel, dimana PMN pemerintah Rp1,98 triliun dan publik diharapkan akan bisa mengenerate additional funding sebesar Rp1,89 triliun&quot; ujar Sri Mulyani, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA:Adhi Karya (ADHI) Rights Issue 7,12 Miliar Saham, Catat Jadwalnya

Menurutnya, PMN yang diberikan kepada ADHI tahun ini akan digunakan untuk mengerjakan dan menyelesaikan pembangunan ruas tol dan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan memastikan kualitas yang baik, biaya yang efisien dan kompetitif, serta tata kelola dan manajemen risiko yang baik.
Ia melanjutkan pekerjaan proyek yang dilakukan ADHI harus memberikan efek berantai pada sektor lapangan pekerjaan, serta manfaat ekonomi dan sosial lainnya.
Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban mengatakan dana yang terhimpun dari right issue ini akan digunakan untuk menyelesaikan berbagai proyek pembangunan seperti jalan tol, Lintas Rel Terpadu (LRT), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) , Fasilitas Pengelolaan Limbah Terpadu (FPLT) dan kawasan industri.Ia melanjutkan dana akan diutamakan untuk pembangunan jalan tol  Solo-Yogyakarta YIA Kulonprogo senilai Rp1,4 triliun, jalan tol  Yogyakarta- Bawen senilai Rp390 miliar dan SPAM Karian Serpong senilai  Rp185 miliar.
&quot;Diharapkan dengan privatisasi ini maka proyek investasi dari ADHI  tidak dibiayai dengan hutang yang berlebihan sehingga ini lebih  mempermurah biaya dari ADHI dalam menyelesaikan proyeknya, &quot; ujar Rio.
Dengan right issue ini, menurut dia, dapat membantu percepatan  pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga menjadi  katalisator pemulihan ekonomi nasional, serta dapat memberikan efek  berantai yang luas.
Ia melanjutkan right issue ini juga dapat menurunkan Debt to Equity  Ratio (DER) atau rasio utang terhadap modal dari ADHI yang mengalami  kenaikan hingga enam kali pada 2021 hingga mengakibatkan covenant  pinjaman yang batasnya 3,5 kali terlewati.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) (ADHI) bakal menerbitkan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue sebesar Rp3,87 triliun. Rights issue akan dilakukan pada Oktober tahun ini.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah menyertakan sebesar Rp1,98 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam right issue ini, dan berharap sebesar Rp1,89 triliun sisanya dapat dihimpun dari publik.
BACA JUGA:Adhi Karya Garap Proyek MRT Harmoni-Mangga Besar 

Dia berharap komposisi kepemilikan saham setelah right issue dari pemerintah sebesar 51% dan publik sebesar 49% atau tetap sama seperti kepemilikan saat ini.
&quot;Untuk Adhi Karya, dengan kepemilikan pemerintah 51% dan publik 49%, akan dilakukan right issue dari saham dalam potepel, dimana PMN pemerintah Rp1,98 triliun dan publik diharapkan akan bisa mengenerate additional funding sebesar Rp1,89 triliun&quot; ujar Sri Mulyani, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA:Adhi Karya (ADHI) Rights Issue 7,12 Miliar Saham, Catat Jadwalnya

Menurutnya, PMN yang diberikan kepada ADHI tahun ini akan digunakan untuk mengerjakan dan menyelesaikan pembangunan ruas tol dan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan memastikan kualitas yang baik, biaya yang efisien dan kompetitif, serta tata kelola dan manajemen risiko yang baik.
Ia melanjutkan pekerjaan proyek yang dilakukan ADHI harus memberikan efek berantai pada sektor lapangan pekerjaan, serta manfaat ekonomi dan sosial lainnya.
Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban mengatakan dana yang terhimpun dari right issue ini akan digunakan untuk menyelesaikan berbagai proyek pembangunan seperti jalan tol, Lintas Rel Terpadu (LRT), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) , Fasilitas Pengelolaan Limbah Terpadu (FPLT) dan kawasan industri.Ia melanjutkan dana akan diutamakan untuk pembangunan jalan tol  Solo-Yogyakarta YIA Kulonprogo senilai Rp1,4 triliun, jalan tol  Yogyakarta- Bawen senilai Rp390 miliar dan SPAM Karian Serpong senilai  Rp185 miliar.
&quot;Diharapkan dengan privatisasi ini maka proyek investasi dari ADHI  tidak dibiayai dengan hutang yang berlebihan sehingga ini lebih  mempermurah biaya dari ADHI dalam menyelesaikan proyeknya, &quot; ujar Rio.
Dengan right issue ini, menurut dia, dapat membantu percepatan  pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga menjadi  katalisator pemulihan ekonomi nasional, serta dapat memberikan efek  berantai yang luas.
Ia melanjutkan right issue ini juga dapat menurunkan Debt to Equity  Ratio (DER) atau rasio utang terhadap modal dari ADHI yang mengalami  kenaikan hingga enam kali pada 2021 hingga mengakibatkan covenant  pinjaman yang batasnya 3,5 kali terlewati.</content:encoded></item></channel></rss>
