<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Soceng, BRI Ungkap Modus Kejahatan Perbankan</title><description>PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berupaya untuk menumpas  serta menangkap pelaku kejahatan social engineering (soceng).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/622/2656991/waspada-soceng-bri-ungkap-modus-kejahatan-perbankan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/622/2656991/waspada-soceng-bri-ungkap-modus-kejahatan-perbankan"/><item><title>Waspada Soceng, BRI Ungkap Modus Kejahatan Perbankan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/622/2656991/waspada-soceng-bri-ungkap-modus-kejahatan-perbankan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/29/622/2656991/waspada-soceng-bri-ungkap-modus-kejahatan-perbankan</guid><pubDate>Senin 29 Agustus 2022 20:19 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/29/622/2656991/waspada-soceng-bri-ungkap-modus-kejahatan-perbankan-UoNKWckN5w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada modus kejahatan perbankan soceng (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/29/622/2656991/waspada-soceng-bri-ungkap-modus-kejahatan-perbankan-UoNKWckN5w.jpg</image><title>Waspada modus kejahatan perbankan soceng (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berupaya untuk menumpas serta menangkap pelaku kejahatan social engineering (soceng).
Seperti halnya penangkapan tiga terduga penipuan yang mengatasnamakan BRI di Bandung, Jawa Barat serta Palembang, Sumatera Selatan. BRI secara aktif berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dalam menyampaikan laporan hingga akhirnya pelaku dapat ditemukan.
BACA JUGA:Fakta Pelaku Soceng Bikin Was-Was Sampai Tahu Nomer Kartu ATM hingga Saldo Korban

Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto mengatakan, BRI juga mendukung dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penanganan serta penangkapan pelaku kejahatan social engineering.
&amp;ldquo;Upaya BRI dalam memerangi social engineering di industri perbankan ini diantaranya adalah dengan dilakukannya pengaduan oleh BRI kepada Siber Polda Metro Jaya, bersama Polda Metro Jaya, BRI juga turut melakukan analisa terkait alur transaksi, pengungkapan modus, hingga melakukan penindakan dan penangkapan pelaku kejahatan social engineering,&quot; ungkap Solichin dalam keterangan resminya, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA:Ngeri! Pelaku Soceng Sampai Tahu Nomer Kartu ATM hingga Saldo Korban

Kejahatan perbankan social engineering merupakan tindak kejahatan yang memanipulasi psikologis korban untuk membocorkan data pribadi dan data perbankan yang bersifat rahasia. Media yang digunakan pelaku untuk mendekati dan mengelabui korban pun beragam, mulai dari pesan singkat/chat online, telepon, SMS, e-mail, media sosial, dan lainnya.
Pelaku kejahatan social engineering menggunakan modus informasi perubahan tarif transfer antar bank dari Rp6.500 per transaksi menjadi Rp150.000 per bulan untuk menipu korban melalui WhatsApp. Dalam pesan tersebut, pelaku melampirkan tautan di mana korban diharuskan mengisi data pribadi dan data perbankan untuk membobol rekening.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNi8xLzE1MjQ1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pengisian formulir tersebut menjadikan pelaku penipuan memiliki akses  atas rekening korban. Pesan tersebut dipastikan tidak benar karena  memang bukan merupakan kebijakan BRI dan berasal bukan dari sumber  informasi resmi yang dimuat BRI.
Atas hal tersebut, BRI bersama Kepolisian setempat melakukan analisa  bersama tentang alur transaksi dan proaktif mendukung proses  pengungkapan kejahatan penipuan tersebut sampai dengan penangkapan  pelaku.
Langkah proaktif BRI dalam mendukung penangkapan pelaku kejahatan  social engineering tersebut diharapkan dapat meredam kejahatan-kejahatan  serupa muncul kembali.
&amp;ldquo;Penangkapan pelaku kejahatan ini menunjukan komitmen BRI untuk  mengupas dan menangani kasus social engineering yang telah merugikan  nasabah,&amp;rdquo; imbuh Solichin.
Di sisi lain, Solichin mengungkapkan bahwa BRI secara berkala terus  melakukan edukasi pencegahan kejahatan social engineering melalui  saluran komunikasi resmi perseroan. Hal tersebut diharapkan dapat  meningkatkan awareness masyarakat agar dapat terhindar dari berbagai  modus social engineering.
&amp;ldquo;BRI mengimbau kepada nasabah agar senantiasa berhati-hati dalam  melakukan transaksi finansial, yaitu dengan menjaga kerahasiaan data  pribadi dan data perbankan. Nasabah diharapkan tidak memberitahukan  informasi yang dapat memberi akses pada akun seperti password dan PIN.  Nasabah wajib merahasiakan itu dari siapapun, termasuk keluarga,  kerabat, maupun petugas bank,&amp;rdquo; ungkap Solichin.</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berupaya untuk menumpas serta menangkap pelaku kejahatan social engineering (soceng).
Seperti halnya penangkapan tiga terduga penipuan yang mengatasnamakan BRI di Bandung, Jawa Barat serta Palembang, Sumatera Selatan. BRI secara aktif berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dalam menyampaikan laporan hingga akhirnya pelaku dapat ditemukan.
BACA JUGA:Fakta Pelaku Soceng Bikin Was-Was Sampai Tahu Nomer Kartu ATM hingga Saldo Korban

Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto mengatakan, BRI juga mendukung dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penanganan serta penangkapan pelaku kejahatan social engineering.
&amp;ldquo;Upaya BRI dalam memerangi social engineering di industri perbankan ini diantaranya adalah dengan dilakukannya pengaduan oleh BRI kepada Siber Polda Metro Jaya, bersama Polda Metro Jaya, BRI juga turut melakukan analisa terkait alur transaksi, pengungkapan modus, hingga melakukan penindakan dan penangkapan pelaku kejahatan social engineering,&quot; ungkap Solichin dalam keterangan resminya, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA:Ngeri! Pelaku Soceng Sampai Tahu Nomer Kartu ATM hingga Saldo Korban

Kejahatan perbankan social engineering merupakan tindak kejahatan yang memanipulasi psikologis korban untuk membocorkan data pribadi dan data perbankan yang bersifat rahasia. Media yang digunakan pelaku untuk mendekati dan mengelabui korban pun beragam, mulai dari pesan singkat/chat online, telepon, SMS, e-mail, media sosial, dan lainnya.
Pelaku kejahatan social engineering menggunakan modus informasi perubahan tarif transfer antar bank dari Rp6.500 per transaksi menjadi Rp150.000 per bulan untuk menipu korban melalui WhatsApp. Dalam pesan tersebut, pelaku melampirkan tautan di mana korban diharuskan mengisi data pribadi dan data perbankan untuk membobol rekening.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNi8xLzE1MjQ1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pengisian formulir tersebut menjadikan pelaku penipuan memiliki akses  atas rekening korban. Pesan tersebut dipastikan tidak benar karena  memang bukan merupakan kebijakan BRI dan berasal bukan dari sumber  informasi resmi yang dimuat BRI.
Atas hal tersebut, BRI bersama Kepolisian setempat melakukan analisa  bersama tentang alur transaksi dan proaktif mendukung proses  pengungkapan kejahatan penipuan tersebut sampai dengan penangkapan  pelaku.
Langkah proaktif BRI dalam mendukung penangkapan pelaku kejahatan  social engineering tersebut diharapkan dapat meredam kejahatan-kejahatan  serupa muncul kembali.
&amp;ldquo;Penangkapan pelaku kejahatan ini menunjukan komitmen BRI untuk  mengupas dan menangani kasus social engineering yang telah merugikan  nasabah,&amp;rdquo; imbuh Solichin.
Di sisi lain, Solichin mengungkapkan bahwa BRI secara berkala terus  melakukan edukasi pencegahan kejahatan social engineering melalui  saluran komunikasi resmi perseroan. Hal tersebut diharapkan dapat  meningkatkan awareness masyarakat agar dapat terhindar dari berbagai  modus social engineering.
&amp;ldquo;BRI mengimbau kepada nasabah agar senantiasa berhati-hati dalam  melakukan transaksi finansial, yaitu dengan menjaga kerahasiaan data  pribadi dan data perbankan. Nasabah diharapkan tidak memberitahukan  informasi yang dapat memberi akses pada akun seperti password dan PIN.  Nasabah wajib merahasiakan itu dari siapapun, termasuk keluarga,  kerabat, maupun petugas bank,&amp;rdquo; ungkap Solichin.</content:encoded></item></channel></rss>
