<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Turun Tertekan Imbal Hasil Obligasi</title><description>Harga emas sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tertekan oleh imbal hasil obligasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/30/320/2657110/harga-emas-turun-tertekan-imbal-hasil-obligasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/30/320/2657110/harga-emas-turun-tertekan-imbal-hasil-obligasi"/><item><title>Harga Emas Turun Tertekan Imbal Hasil Obligasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/30/320/2657110/harga-emas-turun-tertekan-imbal-hasil-obligasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/30/320/2657110/harga-emas-turun-tertekan-imbal-hasil-obligasi</guid><pubDate>Selasa 30 Agustus 2022 07:55 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/30/320/2657110/harga-emas-turun-tertekan-imbal-hasil-obligasi-1Ce2QlKXS2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Emas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/30/320/2657110/harga-emas-turun-tertekan-imbal-hasil-obligasi-1Ce2QlKXS2.jpg</image><title>Harga Emas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih kuat menyusul sinyal hawkish dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell akhir pekan lalu, namun dolar AS yang lebih lemah membatasi penurunan logam kuning.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun tipis 0,1 dolar AS atau 0,01 persen, menjadi ditutup pada 1.749,70 dolar AS per ounce, setelah mencapai terendah sesi di 1.731,40 dolar AS dan tertinggi sesi di 1.757,90 dolar AS.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Turun Rp2.000, Paling Murah Rp531.000

Emas berjangka anjlok 21,60 dolar AS atau 1,22 persen menjadi 1.749,80 dolar AS pada Jumat (26/8/2022), setelah terangkat 9,90 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.771,40 dolar AS pada Kamis (25/8/2022), dan terkerek 30 sen atau 0,02 persen menjadi 1.761,50 dolar AS pada Rabu (24/8/2022).
Harga emas anjlok minggu lalu setelah Ketua Fed Jerome Powell menolak gagasan kemiringan dovish oleh The Fed, dan memperingatkan bahwa konsumen dan bisnis AS harus bersaing dengan suku bunga lebih tinggi karena inflasi melonjak dan mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara itu kemungkinan akan melambat sebagai akibatnya.
Komentar Powell mendorong reli dalam dolar, dengan greenback diperdagangkan di sekitar tertinggi 20 tahun pada Senin (29/8/2022) disertai dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Penguatan dolar, ditambah dengan prospek kenaikan suku bunga sangat merusak prospek emas untuk tahun ini.
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Naik Dipicu Dolar AS Melemah di Tengah Resesi

Lebih dari 60 persen pedagang sekarang memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan September.Komentar dari beberapa pejabat Fed menunjukkan bahwa suku bunga AS dapat mengakhiri tahun secara signifikan di atas 3,0 persen dari tingkat saat ini 2,25 persen hingga 2,5 persen.
Fokus investor minggu ini beralih ke data pekerjaan bulanan AS yang akan dirilis Jumat (2/9/2022), untuk petunjuk arah emas selanjutnya.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 15,5 sen atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada 18,67 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun satu dolar AS atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 854,30 dolar AS per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih kuat menyusul sinyal hawkish dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell akhir pekan lalu, namun dolar AS yang lebih lemah membatasi penurunan logam kuning.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun tipis 0,1 dolar AS atau 0,01 persen, menjadi ditutup pada 1.749,70 dolar AS per ounce, setelah mencapai terendah sesi di 1.731,40 dolar AS dan tertinggi sesi di 1.757,90 dolar AS.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Turun Rp2.000, Paling Murah Rp531.000

Emas berjangka anjlok 21,60 dolar AS atau 1,22 persen menjadi 1.749,80 dolar AS pada Jumat (26/8/2022), setelah terangkat 9,90 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.771,40 dolar AS pada Kamis (25/8/2022), dan terkerek 30 sen atau 0,02 persen menjadi 1.761,50 dolar AS pada Rabu (24/8/2022).
Harga emas anjlok minggu lalu setelah Ketua Fed Jerome Powell menolak gagasan kemiringan dovish oleh The Fed, dan memperingatkan bahwa konsumen dan bisnis AS harus bersaing dengan suku bunga lebih tinggi karena inflasi melonjak dan mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara itu kemungkinan akan melambat sebagai akibatnya.
Komentar Powell mendorong reli dalam dolar, dengan greenback diperdagangkan di sekitar tertinggi 20 tahun pada Senin (29/8/2022) disertai dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Penguatan dolar, ditambah dengan prospek kenaikan suku bunga sangat merusak prospek emas untuk tahun ini.
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Naik Dipicu Dolar AS Melemah di Tengah Resesi

Lebih dari 60 persen pedagang sekarang memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan September.Komentar dari beberapa pejabat Fed menunjukkan bahwa suku bunga AS dapat mengakhiri tahun secara signifikan di atas 3,0 persen dari tingkat saat ini 2,25 persen hingga 2,5 persen.
Fokus investor minggu ini beralih ke data pekerjaan bulanan AS yang akan dirilis Jumat (2/9/2022), untuk petunjuk arah emas selanjutnya.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 15,5 sen atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada 18,67 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun satu dolar AS atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 854,30 dolar AS per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
