<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI 'Sia-siakan' Harta Karun Energi Terbesar di Dunia</title><description>Pemanfaatan energi terbarukan Indonesia masih sangat rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/30/320/2657702/ri-sia-siakan-harta-karun-energi-terbesar-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/30/320/2657702/ri-sia-siakan-harta-karun-energi-terbesar-di-dunia"/><item><title>RI 'Sia-siakan' Harta Karun Energi Terbesar di Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/30/320/2657702/ri-sia-siakan-harta-karun-energi-terbesar-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/30/320/2657702/ri-sia-siakan-harta-karun-energi-terbesar-di-dunia</guid><pubDate>Selasa 30 Agustus 2022 19:27 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/30/320/2657702/ri-sia-siakan-harta-karun-energi-terbesar-di-dunia-RzAJA19TVr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemanfaatan EBT di Indonesia masih rendah (Foto: BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/30/320/2657702/ri-sia-siakan-harta-karun-energi-terbesar-di-dunia-RzAJA19TVr.jpg</image><title>Pemanfaatan EBT di Indonesia masih rendah (Foto: BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Pemanfaatan energi terbarukan Indonesia masih sangat rendah. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) Fathul Nugroho mengungkapkan, Indonesia masih sangat tertinggal dalam hal pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
BACA JUGA:Percepatan Energi Bersih, Daerah 4T Bakal Dibangun Pembangkit Listrik EBT

Dia menyebutkan, Indonesia baru mampu memproduksi EBT sekitar 47.563 giga watt hour (GWH) per tahun, padahal potensi pembangkit EBT Indonesia sebesar 11.000 GWH namun baru teroptimalkan sekitar 3.000 sampai 8.000 GWH.
&quot;Artinya masih banyak potensi yang belum kita manfaatkan,&quot; kata Fathul dalam Webinar Strategi Pelabuhan Internasional dalam Krisis dan Transisi Energi, Selasa (30/8/2022).
BACA JUGA:Cadangan Minyak RI Menipis, Menteri ESDM Singgung Keseriusan Transisi Energi

Menurutnya jika dibandingkan dengan China yang menjadi negara nomor satu dalam hal pemanfaatan EBT, Indonesia masih tertinggal sangat jauh, dalam setahun, China dapat memproduksi hampir 2 juta GWH disusul Amerika dengan 700 ribu GWH dan Brazil sekitar 500 GWH.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yMi80LzE1MDkyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Artinya kita masih sangat tertinggal dan kita lihat bukan  ketertinggalannya tetapi adalah bahwa kita masih memiliki peluang yang  sangat besar,&quot; ujarnya.
Menurutnya, apabila pemanfaatan EBT sudah dimaksimalkan dan Indonesia  mampu bertransisi menggunakan EBT, maka nilai efisiensi akan meningkat.
&quot;Begitu nanti Indonesia bisa shifting atau bertransisi dari energi  konvensional menuju EBT, maka efisiensi energi dan juga efisiensi dalam  ekonomi akan meningkat,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemanfaatan energi terbarukan Indonesia masih sangat rendah. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) Fathul Nugroho mengungkapkan, Indonesia masih sangat tertinggal dalam hal pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
BACA JUGA:Percepatan Energi Bersih, Daerah 4T Bakal Dibangun Pembangkit Listrik EBT

Dia menyebutkan, Indonesia baru mampu memproduksi EBT sekitar 47.563 giga watt hour (GWH) per tahun, padahal potensi pembangkit EBT Indonesia sebesar 11.000 GWH namun baru teroptimalkan sekitar 3.000 sampai 8.000 GWH.
&quot;Artinya masih banyak potensi yang belum kita manfaatkan,&quot; kata Fathul dalam Webinar Strategi Pelabuhan Internasional dalam Krisis dan Transisi Energi, Selasa (30/8/2022).
BACA JUGA:Cadangan Minyak RI Menipis, Menteri ESDM Singgung Keseriusan Transisi Energi

Menurutnya jika dibandingkan dengan China yang menjadi negara nomor satu dalam hal pemanfaatan EBT, Indonesia masih tertinggal sangat jauh, dalam setahun, China dapat memproduksi hampir 2 juta GWH disusul Amerika dengan 700 ribu GWH dan Brazil sekitar 500 GWH.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yMi80LzE1MDkyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Artinya kita masih sangat tertinggal dan kita lihat bukan  ketertinggalannya tetapi adalah bahwa kita masih memiliki peluang yang  sangat besar,&quot; ujarnya.
Menurutnya, apabila pemanfaatan EBT sudah dimaksimalkan dan Indonesia  mampu bertransisi menggunakan EBT, maka nilai efisiensi akan meningkat.
&quot;Begitu nanti Indonesia bisa shifting atau bertransisi dari energi  konvensional menuju EBT, maka efisiensi energi dan juga efisiensi dalam  ekonomi akan meningkat,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
