<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut Target Ekonomi 2023 Bisa Turun, Ada Apa?</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan terdapat potensi penurunan terhadap target pertumbuhan ekonomi 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/31/320/2658120/sri-mulyani-sebut-target-ekonomi-2023-bisa-turun-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/31/320/2658120/sri-mulyani-sebut-target-ekonomi-2023-bisa-turun-ada-apa"/><item><title>Sri Mulyani Sebut Target Ekonomi 2023 Bisa Turun, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/31/320/2658120/sri-mulyani-sebut-target-ekonomi-2023-bisa-turun-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/31/320/2658120/sri-mulyani-sebut-target-ekonomi-2023-bisa-turun-ada-apa</guid><pubDate>Rabu 31 Agustus 2022 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/31/320/2658120/sri-mulyani-sebut-target-ekonomi-2023-bisa-turun-ada-apa-1gGmGXlMUN.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/31/320/2658120/sri-mulyani-sebut-target-ekonomi-2023-bisa-turun-ada-apa-1gGmGXlMUN.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan terdapat potensi penurunan terhadap target pertumbuhan ekonomi 2023 sebesar 5,3% akibat ketidakpastian global.

&amp;ldquo;Kalau kita lihat 2023 ada tendensi revisi ke bawah terhadap proyeksi ekonomi,&amp;rdquo; katanya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta yang dikutip Antara, Rabu (31/8/2022).

Dia juga menjelaskan salah satu faktor yang memunculkan potensi target pertumbuhan ekonomi tahun depan direvisi ke bawah adalah adanya kebijakan moneter hawkish dari bank-bank sentral di negara maju.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Patok Kurs Rupiah Rp14.700-Rp15.200 Tahun Depan
Di mana bank-bank sentral di negara maju diperkirakan terus menaikkan suku bunga pada 2023 sehingga akan memukul pertumbuhan ekonomi dan berpotensi berdampak ke Indonesia dari sisi ekspor.

&amp;ldquo;Tentu saja ekspor kita yang bisa tumbuh di atas 30 persen mungkin bukan menjadi baseline yang terus terjadi,&amp;rdquo; jelasnya.
Sehingga, dia mengatakan kalau pemerintah akan sangat berhati-hati mengingat konsumsi juga berpotensi melemah akibat kenaikan harga komoditas padahal konsumsi menjadi penopang pertumbuhan ekonomi 2023.

&amp;ldquo;Ini yang kemudian perlu kita lihat untuk forecast tahun 2023. Faktor-faktor baru ini harus kita pertimbangkan,&amp;rdquo; katanya.

Adapun target pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,3% akan ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang diperkirakan tumbuh 5,2%, konsumsi LNPRT diperkirakan tumbuh 8,1% dan konsumsi pemerintah yang diperkirakan tumbuh 0,8%.

&amp;ldquo;Konsumsi rumah tangga akan tetap bertahan di atas 5 persen berarti sebuah asumsi yang cukup optimis,&amp;rdquo; katanya.

Kemudian investasi yang diproyeksikan tumbuh 6,1%, ekspor 8%, impor 7,1%, manufaktur 5,3%, pertanian 3,7%, perdagangan 5,4%, konstruksi 6,5%, pertambangan 3,2% dan transportasi 7,4%.

Dia juga menambahkan untuk investasi yang tahun depan ditargetkan tumbuh 6,1 persen harus membutuhkan usaha yang lebih besar mengingat pada kuartal II-2022 ini masih di level sekitar 3%.

Dia pun menyebut kalau dukungan diperlukan untuk mencapai target investasi 2023 baik dari sisi perbankan, capital market maupun terciptanya easy of doing business untuk mampu menarik capital inflow.

Sementara sektor-sektor yang terkena scarring effect lebih dalam akibat pandemi Covid-19 seperti konstruksi, transportasi dan akomodasi diperkirakan baru akan mulai pulih secara cukup baik pada 2023.

&amp;ldquo;Tentu ini kalau tidak terpengaruh oleh situasi global,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan terdapat potensi penurunan terhadap target pertumbuhan ekonomi 2023 sebesar 5,3% akibat ketidakpastian global.

&amp;ldquo;Kalau kita lihat 2023 ada tendensi revisi ke bawah terhadap proyeksi ekonomi,&amp;rdquo; katanya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta yang dikutip Antara, Rabu (31/8/2022).

Dia juga menjelaskan salah satu faktor yang memunculkan potensi target pertumbuhan ekonomi tahun depan direvisi ke bawah adalah adanya kebijakan moneter hawkish dari bank-bank sentral di negara maju.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Patok Kurs Rupiah Rp14.700-Rp15.200 Tahun Depan
Di mana bank-bank sentral di negara maju diperkirakan terus menaikkan suku bunga pada 2023 sehingga akan memukul pertumbuhan ekonomi dan berpotensi berdampak ke Indonesia dari sisi ekspor.

&amp;ldquo;Tentu saja ekspor kita yang bisa tumbuh di atas 30 persen mungkin bukan menjadi baseline yang terus terjadi,&amp;rdquo; jelasnya.
Sehingga, dia mengatakan kalau pemerintah akan sangat berhati-hati mengingat konsumsi juga berpotensi melemah akibat kenaikan harga komoditas padahal konsumsi menjadi penopang pertumbuhan ekonomi 2023.

&amp;ldquo;Ini yang kemudian perlu kita lihat untuk forecast tahun 2023. Faktor-faktor baru ini harus kita pertimbangkan,&amp;rdquo; katanya.

Adapun target pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,3% akan ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang diperkirakan tumbuh 5,2%, konsumsi LNPRT diperkirakan tumbuh 8,1% dan konsumsi pemerintah yang diperkirakan tumbuh 0,8%.

&amp;ldquo;Konsumsi rumah tangga akan tetap bertahan di atas 5 persen berarti sebuah asumsi yang cukup optimis,&amp;rdquo; katanya.

Kemudian investasi yang diproyeksikan tumbuh 6,1%, ekspor 8%, impor 7,1%, manufaktur 5,3%, pertanian 3,7%, perdagangan 5,4%, konstruksi 6,5%, pertambangan 3,2% dan transportasi 7,4%.

Dia juga menambahkan untuk investasi yang tahun depan ditargetkan tumbuh 6,1 persen harus membutuhkan usaha yang lebih besar mengingat pada kuartal II-2022 ini masih di level sekitar 3%.

Dia pun menyebut kalau dukungan diperlukan untuk mencapai target investasi 2023 baik dari sisi perbankan, capital market maupun terciptanya easy of doing business untuk mampu menarik capital inflow.

Sementara sektor-sektor yang terkena scarring effect lebih dalam akibat pandemi Covid-19 seperti konstruksi, transportasi dan akomodasi diperkirakan baru akan mulai pulih secara cukup baik pada 2023.

&amp;ldquo;Tentu ini kalau tidak terpengaruh oleh situasi global,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
