<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Ritel Disebut Masih Kuat Hadapi Gempuran E-commerce</title><description>Sektor ritel Indonesia masih kuat menghadapi gempuran e-commerce.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/31/320/2658183/sektor-ritel-disebut-masih-kuat-hadapi-gempuran-e-commerce</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/31/320/2658183/sektor-ritel-disebut-masih-kuat-hadapi-gempuran-e-commerce"/><item><title>Sektor Ritel Disebut Masih Kuat Hadapi Gempuran E-commerce</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/31/320/2658183/sektor-ritel-disebut-masih-kuat-hadapi-gempuran-e-commerce</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/31/320/2658183/sektor-ritel-disebut-masih-kuat-hadapi-gempuran-e-commerce</guid><pubDate>Rabu 31 Agustus 2022 14:50 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/31/320/2658183/sektor-ritel-disebut-masih-kuat-hadapi-gempuran-e-commerce-1AYhHuWu3E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sektor ritel tahan gempuran e-commerce (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/31/320/2658183/sektor-ritel-disebut-masih-kuat-hadapi-gempuran-e-commerce-1AYhHuWu3E.jpg</image><title>Sektor ritel tahan gempuran e-commerce (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sektor ritel Indonesia masih kuat menghadapi gempuran e-commerce. Sektor ritel tidak terpengaruh dengan adanya peningkatan persaingan ketika masuk dan berkembangnya platform e-commerce di tanah air.
Senior Research Advisor Research Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menjelaskan, pada semester I 2022, total pasokan sektor ritel bertambah menjadi 4.917.166 m2, setelah masuknya kembali Sarinah redevelpoment dan MTC Tanah Abang. Sedangkan tingkat okupansi juga meningkat walau tipis hanya 1% menjadi 78,52% jika dibandingkan dengan semester sebelumnya, atau semester II tahun 2021.
BACA JUGA:Di Hadapan Pengusaha Ritel, Mendag Zulhas Pamer Punya 100 Toko Grosir di 20 Provinsi 

&quot;Secara umum kita punya dua tipe ritel di Jakarta, pertama ritel sewa dan ritel strata, ritel strata memang cenderung lebih rendah okupansinya dibandingkan dengan ritel sewa,&quot; ujar Syarifah dalam konferensi pers virtual, Rabu (31/8/2022).
Meski demikian Syarifah menjelaskan ketika masih digitalship atau maraknya perkembangan e-commerce justru membuat pasar penjualan baru dari para penyewa ritel.
BACA JUGA:3 Orang Terkaya Thailand Rajai Bisnis Ritel, Harta Kekayaannya Bikin Melongo

&quot;Saya merasa e-commerce tidak mematikan, justru e-commerce menjadi pendorong, penyemangat atau instrumen untuk ritel mengaplikasikan dalam platform itu,&quot; sambungnya.
Menurutnya kondisi pasca pandemi ini juga membuat tenant mulai masuk kembali, pada semester I 2022 beberapa tenant yang masuk berasal dari sektor seperti FnB, Home Appliance, Electronics, Sport Apparel, Fashion, dan Departemen Store.
&quot;Saya mengatakan setidaknya ada 2 hal yang perlu kita bayangkan, pertama adalah bisnis ussusual dalam arti bahwa perspektif pengembangan usaha di tengah Transisi endemi tentu tidak mudah,&quot; kata Syariah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNi80LzE1MjAyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Namun dengan best praktis yang sudah dilakukan oleh para peritel,  baik itu di global, regional beberapa ritel yang kunjungannya relatif  baik ya di Jakarta, saya rasa menjadikan optimisme kita untuk men set  skenario optimis untuk para peritel kembali berjaya sebelum masa pra  pandemi,&quot; sambungnya.
Lebih lanjut Syarifah menjelaskan performa ritel sebetulnya perlahan  sudah mulai membaik dengan adanya pelonggaran dan dari kebijakan  pembatasan pandemi yang mengizinkan kapasitas pengunjung hingga 100%.
Syarifah melihat, strategi ritel dengan memperbanyak event atau bazar  dan gerai outdoor mampu meningkatkan kunjungan dan membawa dampak  positif pada tingkat okupansi. Namun demikian menurutnya perfoma ritel  tahun ini diperkirakan akan stabil atau terus tumbuh meski masih  terbatas.
&quot;Apakah kemungkinan itu ada, tentu saja aja, tinggal bagaimana kita  melakukan re strategi, menata ulang, reconfigurasi, adaptasi ruang perlu  kita apply untuk membuat konsumen antusias mengunjungi ruang ritel,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sektor ritel Indonesia masih kuat menghadapi gempuran e-commerce. Sektor ritel tidak terpengaruh dengan adanya peningkatan persaingan ketika masuk dan berkembangnya platform e-commerce di tanah air.
Senior Research Advisor Research Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menjelaskan, pada semester I 2022, total pasokan sektor ritel bertambah menjadi 4.917.166 m2, setelah masuknya kembali Sarinah redevelpoment dan MTC Tanah Abang. Sedangkan tingkat okupansi juga meningkat walau tipis hanya 1% menjadi 78,52% jika dibandingkan dengan semester sebelumnya, atau semester II tahun 2021.
BACA JUGA:Di Hadapan Pengusaha Ritel, Mendag Zulhas Pamer Punya 100 Toko Grosir di 20 Provinsi 

&quot;Secara umum kita punya dua tipe ritel di Jakarta, pertama ritel sewa dan ritel strata, ritel strata memang cenderung lebih rendah okupansinya dibandingkan dengan ritel sewa,&quot; ujar Syarifah dalam konferensi pers virtual, Rabu (31/8/2022).
Meski demikian Syarifah menjelaskan ketika masih digitalship atau maraknya perkembangan e-commerce justru membuat pasar penjualan baru dari para penyewa ritel.
BACA JUGA:3 Orang Terkaya Thailand Rajai Bisnis Ritel, Harta Kekayaannya Bikin Melongo

&quot;Saya merasa e-commerce tidak mematikan, justru e-commerce menjadi pendorong, penyemangat atau instrumen untuk ritel mengaplikasikan dalam platform itu,&quot; sambungnya.
Menurutnya kondisi pasca pandemi ini juga membuat tenant mulai masuk kembali, pada semester I 2022 beberapa tenant yang masuk berasal dari sektor seperti FnB, Home Appliance, Electronics, Sport Apparel, Fashion, dan Departemen Store.
&quot;Saya mengatakan setidaknya ada 2 hal yang perlu kita bayangkan, pertama adalah bisnis ussusual dalam arti bahwa perspektif pengembangan usaha di tengah Transisi endemi tentu tidak mudah,&quot; kata Syariah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNi80LzE1MjAyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Namun dengan best praktis yang sudah dilakukan oleh para peritel,  baik itu di global, regional beberapa ritel yang kunjungannya relatif  baik ya di Jakarta, saya rasa menjadikan optimisme kita untuk men set  skenario optimis untuk para peritel kembali berjaya sebelum masa pra  pandemi,&quot; sambungnya.
Lebih lanjut Syarifah menjelaskan performa ritel sebetulnya perlahan  sudah mulai membaik dengan adanya pelonggaran dan dari kebijakan  pembatasan pandemi yang mengizinkan kapasitas pengunjung hingga 100%.
Syarifah melihat, strategi ritel dengan memperbanyak event atau bazar  dan gerai outdoor mampu meningkatkan kunjungan dan membawa dampak  positif pada tingkat okupansi. Namun demikian menurutnya perfoma ritel  tahun ini diperkirakan akan stabil atau terus tumbuh meski masih  terbatas.
&quot;Apakah kemungkinan itu ada, tentu saja aja, tinggal bagaimana kita  melakukan re strategi, menata ulang, reconfigurasi, adaptasi ruang perlu  kita apply untuk membuat konsumen antusias mengunjungi ruang ritel,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
