<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Ingin Bali Bebas Sampah saat Puncak KTT G20</title><description>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ingin Bali bebas sampah saat puncak KTT G20.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/31/320/2658327/luhut-ingin-bali-bebas-sampah-saat-puncak-ktt-g20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/31/320/2658327/luhut-ingin-bali-bebas-sampah-saat-puncak-ktt-g20"/><item><title>Luhut Ingin Bali Bebas Sampah saat Puncak KTT G20</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/31/320/2658327/luhut-ingin-bali-bebas-sampah-saat-puncak-ktt-g20</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/31/320/2658327/luhut-ingin-bali-bebas-sampah-saat-puncak-ktt-g20</guid><pubDate>Rabu 31 Agustus 2022 17:22 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/31/320/2658327/luhut-ingin-bali-bebas-sampah-saat-puncak-ktt-g20-HvdNJYsdtb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut ingin Bali bebas sampah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/31/320/2658327/luhut-ingin-bali-bebas-sampah-saat-puncak-ktt-g20-HvdNJYsdtb.jpg</image><title>Menko Luhut ingin Bali bebas sampah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ingin Bali bebas sampah saat puncak KTT G20. Acara puncak KTT G20 bakal digelar pada November.
Luhut yang juga menjabat Ketua Bidang Penyelenggara Acara Presidensi G20 pun mengecek proyek pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu dan memantau progres dua TPST lainnya yakni Tahura dan Padang Sambian di Bali, Rabu (31/8/2022).
BACA JUGA:B20-G20 Mitigasi Risiko Pencucian Uang hingga Pendanaan Terorisme 

&quot;Sebagai Ketua Bidang Penyelenggara Acara Presidensi G20, aspek penting yang ingin saya tunjukkan kepada para delegasi nanti adalah kebersihan di Pulau Dewata sebagai tuan rumah,&quot; katanya dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan dilansir dari Antara.
Luhut mengakui tiga TPST yang rencananya akan hadir di Denpasar itu sekitar 40 persen mesinnya masih diimpor. Hal itu lantaran hingga saat ini Indonesia masih belum memiliki dan mengembangkan teknologi pengelolaan sampah terpadu.
BACA JUGA:Environment Deputies Meeting G20 2022 Soroti Penurunan Emisi Karbon

Ia pun meminta kementerian/lembaga terkait agar terus mengembangkan mesin berteknologi yang sama untuk diproduksi sendiri di dalam negeri.
&quot;Rencananya pabrik mesin ini akan berada di Solo, Jawa Tengah sehingga ke depannya mesin pengolahan sampah di 52 TPST lainnya yang akan dibangun di seluruh Indonesia akan menggunakan mesin buatan dalam negeri,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy8xLzE1MTQwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Luhut juga meminta agar semua pihak ikut serta dan terlibat dalam mengurangi sampah dan menjadikan Indonesia lebih bersih.
&quot;Saya pun meminta Universitas Udayana untuk ikut berkontribusi dalam  melakukan riset ilmiah tentang studi pemilahan sampah antara yang basah  dengan yang kering. Dengan begitu, apapun yang kita kerjakan ada  landasan ilmiahnya sehingga bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar,&quot;  imbuhnya.
Selain itu, agar ada nilai dan manfaat ekonomis dari TPST ini, Luhut  ingin agar hasil pengelolaan sampah di TPST bisa menghasilkan berbagai  macam produk. Hal itu agar UMKM lokal bisa menambah hasil produk mereka  sendiri sehingga perekonomian masyarakat sekitar bisa terus bergerak.
Menjelang Presidensi G20 yang sudah di depan mata, menurut Luhut,  Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara akan semakin sibuk untuk  mempersiapkan acara besar ini.
Maka dari itu, pembangunan tiga TPST yang ia kunjungi itu juga  menjadi salah satu persiapan untuk menyambut KTT G20 dan menuntaskan  berbagai pekerjaan yang tertunda.
&quot;Saya harap pada Oktober atau November, Bali akan jadi lebih bersih  dan sampah di laut juga semakin berkurang, syukur-syukur tidak ada lagi  terlihat sampah yang mengapung di seluruh perairan Bali,&quot; tutup Luhut.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ingin Bali bebas sampah saat puncak KTT G20. Acara puncak KTT G20 bakal digelar pada November.
Luhut yang juga menjabat Ketua Bidang Penyelenggara Acara Presidensi G20 pun mengecek proyek pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu dan memantau progres dua TPST lainnya yakni Tahura dan Padang Sambian di Bali, Rabu (31/8/2022).
BACA JUGA:B20-G20 Mitigasi Risiko Pencucian Uang hingga Pendanaan Terorisme 

&quot;Sebagai Ketua Bidang Penyelenggara Acara Presidensi G20, aspek penting yang ingin saya tunjukkan kepada para delegasi nanti adalah kebersihan di Pulau Dewata sebagai tuan rumah,&quot; katanya dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan dilansir dari Antara.
Luhut mengakui tiga TPST yang rencananya akan hadir di Denpasar itu sekitar 40 persen mesinnya masih diimpor. Hal itu lantaran hingga saat ini Indonesia masih belum memiliki dan mengembangkan teknologi pengelolaan sampah terpadu.
BACA JUGA:Environment Deputies Meeting G20 2022 Soroti Penurunan Emisi Karbon

Ia pun meminta kementerian/lembaga terkait agar terus mengembangkan mesin berteknologi yang sama untuk diproduksi sendiri di dalam negeri.
&quot;Rencananya pabrik mesin ini akan berada di Solo, Jawa Tengah sehingga ke depannya mesin pengolahan sampah di 52 TPST lainnya yang akan dibangun di seluruh Indonesia akan menggunakan mesin buatan dalam negeri,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy8xLzE1MTQwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Luhut juga meminta agar semua pihak ikut serta dan terlibat dalam mengurangi sampah dan menjadikan Indonesia lebih bersih.
&quot;Saya pun meminta Universitas Udayana untuk ikut berkontribusi dalam  melakukan riset ilmiah tentang studi pemilahan sampah antara yang basah  dengan yang kering. Dengan begitu, apapun yang kita kerjakan ada  landasan ilmiahnya sehingga bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar,&quot;  imbuhnya.
Selain itu, agar ada nilai dan manfaat ekonomis dari TPST ini, Luhut  ingin agar hasil pengelolaan sampah di TPST bisa menghasilkan berbagai  macam produk. Hal itu agar UMKM lokal bisa menambah hasil produk mereka  sendiri sehingga perekonomian masyarakat sekitar bisa terus bergerak.
Menjelang Presidensi G20 yang sudah di depan mata, menurut Luhut,  Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara akan semakin sibuk untuk  mempersiapkan acara besar ini.
Maka dari itu, pembangunan tiga TPST yang ia kunjungi itu juga  menjadi salah satu persiapan untuk menyambut KTT G20 dan menuntaskan  berbagai pekerjaan yang tertunda.
&quot;Saya harap pada Oktober atau November, Bali akan jadi lebih bersih  dan sampah di laut juga semakin berkurang, syukur-syukur tidak ada lagi  terlihat sampah yang mengapung di seluruh perairan Bali,&quot; tutup Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
