<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Metro Healthcare Rugi Rp29,96 Miliar di Semester I-2022</title><description>PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) membukukan pendapatan sebesar Rp112,66 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/278/2658841/metro-healthcare-rugi-rp29-96-miliar-di-semester-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/278/2658841/metro-healthcare-rugi-rp29-96-miliar-di-semester-i-2022"/><item><title>Metro Healthcare Rugi Rp29,96 Miliar di Semester I-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/278/2658841/metro-healthcare-rugi-rp29-96-miliar-di-semester-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/278/2658841/metro-healthcare-rugi-rp29-96-miliar-di-semester-i-2022</guid><pubDate>Kamis 01 September 2022 13:15 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/01/278/2658841/metro-healthcare-rugi-rp29-96-miliar-di-semester-i-2022-slAjEo83Yz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CARE alami kerugian di semester I 2022 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/01/278/2658841/metro-healthcare-rugi-rp29-96-miliar-di-semester-i-2022-slAjEo83Yz.jpg</image><title>CARE alami kerugian di semester I 2022 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) membukukan pendapatan sebesar Rp112,66 miliar. Nominal ini merefleksikan penurunan 16,43% dari perolehan Rp146,26 miliar secara year-on-year (yoy).
Emiten pengelola rumah sakit ini menjelaskan, penurunan pendapatan yang signifikan ini tidak dibarengi penurunan beban pokok pendapatan yang tetap tinggi. CARE hanya mencatatkan penurunan 1,5% beban pokok pendapatan menjadi Rp65,98 miliar.
BACA JUGA:BEI Cabut Suspensi Efek Metro Healthcare Indonesia (CARE)

Karenanya, laba bruto CARE pun anjlok dari Rp79,59 miliar menjadi Rp46,68 miliar. Beban usaha juga meroket dari Rp63,22 miliar menjadi Rp76,64 miliar. Hasilnya, CARE mencatatkan rugi usaha sebesar Rp29,96 miliar. Ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu, ketika perseroan melaporkan laba usaha Rp16,37 miliar.
Setelah dikurangi beban keuangan yang tumbuh berkali-kali lipat menjadi Rp42,14 miliar, serta beban lain-lain, CARE mencatatkan rugi periode berjalan Rp51,9 miliar pada semester I/2022. Adapun, pada bottom line CARE mencatatkan rugi bersih Rp51,74 miliar di 6 bulan 2022 ini, berbanding terbalik dari laba bersih Rp15,7 miliar pada semester I/2021. Total liabilitas CARE turun tipis dari Rp912,94 miliar pada akhir tahun lalu menjadi Rp906,3 miliar per Juni 2022.
BACA JUGA:BEI Soroti Kenaikan Saham Tidak Wajar Metro Healthcare (CARE)

Sementara itu, total aset CARE turun dari Rp4,21 triliun per 31 Desember 2021 menjadi Rp4,15 triliun pada tengah tahun ini. Posisi ekuitas CARE masih kuat dengan catatan ekuitas positif Rp3,24 triliun per 30 Juni 2022. Sedangkan, posisi kas dan setara kas per Juni 2022 sebesar Rp462,94 miliar lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp614,52 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Perusahaan mulai melantai di bursa sejak 13 Maret 2020. Ketika itu,  CARE berhasil meraih Rp1,1 triliun. Dana ini dialokasikan untuk  mengakuisisi rumah sakit. Per tanggal 29 Oktober 2021, saham terbesar  CARE dipegang oleh PT Anugerah Kasih Rajawali sebanyak 49,9%, kemudian  masyarakat sebanyak 30,07%. Mengutip keterbukaan informasi BEI, pada 25  Oktober 2021 PT Anugerah Kasih Rajawali melepas 6,65 juta lembar saham  CARE dengan harga Rp450 per lembar. Dengan pelepasan saham ini,%tase  kepemilikan saham PT Anugerah Kasih Rajawali yang sebelumnya 69,9% turun  menjadi 49,9%.
Kiprah perusahaan ini dimulai pada 7 Oktober 2015 dengan nama PT  Aruna Anjaya Perkasa. Perusahaan mengakuisisi Rumah Sakit Ibu dan Anak  (RSIA) Bunda Sejahtera di Pasar Kemis, Tangerang, Banten dan RSIA Bina  Sehat Mandiri, Jakarta Barat. Berkat akuisisi ini, kapasitas RSIA Bunda  Sejahtera meningkat menjadi 40 tempat tidur. Sedangkan RSIA Bina Sehat  Mandiri kapasitasnya menjadi 25 tempat tidur. Status RSIA kemudian  berganti menjadi RS Umum.
Dilansir dari laman resmi perusahaan, nama kedua rumah sakit tersebut  akan berganti menjadi Metro Hospitals Kuta Baru dan Metro Hospitals  Duri Kepa. Setahun berselang, Aruna Anjaya Perkasa mengakuisisi rumah  sakit ketiga, yaitu RS Hosana Cikarang Baru, Jababeka. Rumah sakit ini  kini dikenal dengan nama RS Metro Hospital Cikarang dengan kapasitas 70  tempat tidur. RS keempat yang diakuisisi adalah RS Mulia Insani di  Cikupa yang sudah berganti nama menjadi Metro Hospital Cikupa,  Tangerang.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) membukukan pendapatan sebesar Rp112,66 miliar. Nominal ini merefleksikan penurunan 16,43% dari perolehan Rp146,26 miliar secara year-on-year (yoy).
Emiten pengelola rumah sakit ini menjelaskan, penurunan pendapatan yang signifikan ini tidak dibarengi penurunan beban pokok pendapatan yang tetap tinggi. CARE hanya mencatatkan penurunan 1,5% beban pokok pendapatan menjadi Rp65,98 miliar.
BACA JUGA:BEI Cabut Suspensi Efek Metro Healthcare Indonesia (CARE)

Karenanya, laba bruto CARE pun anjlok dari Rp79,59 miliar menjadi Rp46,68 miliar. Beban usaha juga meroket dari Rp63,22 miliar menjadi Rp76,64 miliar. Hasilnya, CARE mencatatkan rugi usaha sebesar Rp29,96 miliar. Ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu, ketika perseroan melaporkan laba usaha Rp16,37 miliar.
Setelah dikurangi beban keuangan yang tumbuh berkali-kali lipat menjadi Rp42,14 miliar, serta beban lain-lain, CARE mencatatkan rugi periode berjalan Rp51,9 miliar pada semester I/2022. Adapun, pada bottom line CARE mencatatkan rugi bersih Rp51,74 miliar di 6 bulan 2022 ini, berbanding terbalik dari laba bersih Rp15,7 miliar pada semester I/2021. Total liabilitas CARE turun tipis dari Rp912,94 miliar pada akhir tahun lalu menjadi Rp906,3 miliar per Juni 2022.
BACA JUGA:BEI Soroti Kenaikan Saham Tidak Wajar Metro Healthcare (CARE)

Sementara itu, total aset CARE turun dari Rp4,21 triliun per 31 Desember 2021 menjadi Rp4,15 triliun pada tengah tahun ini. Posisi ekuitas CARE masih kuat dengan catatan ekuitas positif Rp3,24 triliun per 30 Juni 2022. Sedangkan, posisi kas dan setara kas per Juni 2022 sebesar Rp462,94 miliar lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp614,52 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Perusahaan mulai melantai di bursa sejak 13 Maret 2020. Ketika itu,  CARE berhasil meraih Rp1,1 triliun. Dana ini dialokasikan untuk  mengakuisisi rumah sakit. Per tanggal 29 Oktober 2021, saham terbesar  CARE dipegang oleh PT Anugerah Kasih Rajawali sebanyak 49,9%, kemudian  masyarakat sebanyak 30,07%. Mengutip keterbukaan informasi BEI, pada 25  Oktober 2021 PT Anugerah Kasih Rajawali melepas 6,65 juta lembar saham  CARE dengan harga Rp450 per lembar. Dengan pelepasan saham ini,%tase  kepemilikan saham PT Anugerah Kasih Rajawali yang sebelumnya 69,9% turun  menjadi 49,9%.
Kiprah perusahaan ini dimulai pada 7 Oktober 2015 dengan nama PT  Aruna Anjaya Perkasa. Perusahaan mengakuisisi Rumah Sakit Ibu dan Anak  (RSIA) Bunda Sejahtera di Pasar Kemis, Tangerang, Banten dan RSIA Bina  Sehat Mandiri, Jakarta Barat. Berkat akuisisi ini, kapasitas RSIA Bunda  Sejahtera meningkat menjadi 40 tempat tidur. Sedangkan RSIA Bina Sehat  Mandiri kapasitasnya menjadi 25 tempat tidur. Status RSIA kemudian  berganti menjadi RS Umum.
Dilansir dari laman resmi perusahaan, nama kedua rumah sakit tersebut  akan berganti menjadi Metro Hospitals Kuta Baru dan Metro Hospitals  Duri Kepa. Setahun berselang, Aruna Anjaya Perkasa mengakuisisi rumah  sakit ketiga, yaitu RS Hosana Cikarang Baru, Jababeka. Rumah sakit ini  kini dikenal dengan nama RS Metro Hospital Cikarang dengan kapasitas 70  tempat tidur. RS keempat yang diakuisisi adalah RS Mulia Insani di  Cikupa yang sudah berganti nama menjadi Metro Hospital Cikupa,  Tangerang.</content:encoded></item></channel></rss>
