<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rugi GOTO Membengkak Jadi Rp13,64 Triliun</title><description>PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat rugi bersih sebesar Rp13,64 triliun di semester I 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/278/2658857/rugi-goto-membengkak-jadi-rp13-64-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/278/2658857/rugi-goto-membengkak-jadi-rp13-64-triliun"/><item><title>Rugi GOTO Membengkak Jadi Rp13,64 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/278/2658857/rugi-goto-membengkak-jadi-rp13-64-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/278/2658857/rugi-goto-membengkak-jadi-rp13-64-triliun</guid><pubDate>Kamis 01 September 2022 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/01/278/2658857/rugi-goto-membengkak-jadi-rp13-64-triliun-phBndeAtyz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">GOTO catat kerugian (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/01/278/2658857/rugi-goto-membengkak-jadi-rp13-64-triliun-phBndeAtyz.jpg</image><title>GOTO catat kerugian (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat rugi bersih sebesar Rp13,64 triliun di semester I 2022. Rugi ini membengkak 117,28% dibandingkan dengan posisi rugi semester pertama tahun lalu sebesar Rp6,28 triliun.
Disebutkan, rugi bersih GOTO juga bertambah dibandingkan dengan kondisi per Maret 2022 sebesar Rp6,47 triliun. Artinya, rugi bersih sepanjang kuartal II/2022 mencapai Rp7,17 triliun. Rugi bersih GOTO terutama disebabkan oleh naiknya beban penjualan dan pemasaran yang menembus Rp6,34 triliun, 235,43% lebih besar daripada beban penjualan dan pemasaran periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,89 triliun.
BACA JUGA:GOTO Akuisisi Perusahaan Kripto Habiskan Rp124,8 Miliar

Pos beban lain seperti beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp5,75 triliun daripada Rp3,83 triliun di semester I/2021. Selain itu, beban pengembangan produk turut meningkat 227,87% menjadi Rp2,13 triliun dari sebelumnya Rp649,78 miliar. Adapun pendapatan bruto GOTO mencapai Rp10,73 triliun, meningkat 99,9% dibandingkan dengan Rp5,37 triliun sepanjang semester I/2021.
Kenaikan pendapatan bruto ini diikuti dengan naiknya promosi kepada pelanggan sebesar 115,27% sehingga menjadi Rp7,33 triliun, dari sebelumnya Rp3,40 triliun. Hal tersebut membuat pendapatan bersih GOTO selama paruh pertama tahun ini mencapai Rp3,39 triliun atau naik 73,32% secara tahunan dibandingkan dengan Rp1,96 triliun pada semester I/2021.
BACA JUGA:Harga Saham GOTO Ambles 3,77% Usai Kenaikan Tarif Ojek Online Ditunda

Selain itu, perseroan juga melaporkan peningkatan pada nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) di eksosistem digitalnya pada kuartal II/2022. GTV selama periode ini mencapai Rp150,5 triliun atau meningkat 39% dibandingkan dengan kuartal II/2021.
Direktur Utama GOTO, Andre Sulistyo mengatakan, GTV dan pendapatan bruto GOTO terus tembuh dan diikuti dengan perbaikan margin bisnis dibandingkan dengan kuartal I/2022. Tren pertumbuhan ini dia sebut makin mendorong percepatan langkah GOTO menuju profitabilitas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Strategi Perseroan untuk mengedepankan diferensiasi produk serta  bergeser dari bisnis berbasis insentif, membuahkan hasil yang baik.  Sejak implementasi strategi tersebut, penggunaan lintas platform  meningkat serta memberikan ruang untuk menajamkan fokus, meningkatkan  jumlah pelanggan setia dengan monetisasi bernilai tinggi,&amp;rdquo; paparnya.
Di tengah tantangan makroekonomi yang masih berlanjut, Andre  mengatakan GOTO terus memperluas keragaman dan pendalaman ekosistem  untuk keberlanjutan pengembangan bisnis. Dia meyakini industri ini akan  terus beradaptasi di tengah perubahan yang sangat cepat. &amp;ldquo;Memahami  situasi tersebut, GoTo akan terus mengimplementasikan efisiensi biaya  dan mendorong sinergi optimal dalam ekosistem,&amp;rdquo; kata Andre.
Sementara Direktur Keuangan GOTO, Jacky Lo mengatakan, kinerja pada  kuartal II/2022 lebih berkualitas, didukung peningkatan monetisasi,  belanja insentif yang lebih efektif, dan pemanfaatan beban operasional  secara lebih optimal. GTV tercatat mencapai batas atas dalam rentang  pedoman yang ditetapkan sebelumnya dengan nilai Rp150,5 triliun.  Sementara itu, pendapatan bruto tumbuh 45% year on year yoy mencapai  Rp5,5 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat rugi bersih sebesar Rp13,64 triliun di semester I 2022. Rugi ini membengkak 117,28% dibandingkan dengan posisi rugi semester pertama tahun lalu sebesar Rp6,28 triliun.
Disebutkan, rugi bersih GOTO juga bertambah dibandingkan dengan kondisi per Maret 2022 sebesar Rp6,47 triliun. Artinya, rugi bersih sepanjang kuartal II/2022 mencapai Rp7,17 triliun. Rugi bersih GOTO terutama disebabkan oleh naiknya beban penjualan dan pemasaran yang menembus Rp6,34 triliun, 235,43% lebih besar daripada beban penjualan dan pemasaran periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,89 triliun.
BACA JUGA:GOTO Akuisisi Perusahaan Kripto Habiskan Rp124,8 Miliar

Pos beban lain seperti beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp5,75 triliun daripada Rp3,83 triliun di semester I/2021. Selain itu, beban pengembangan produk turut meningkat 227,87% menjadi Rp2,13 triliun dari sebelumnya Rp649,78 miliar. Adapun pendapatan bruto GOTO mencapai Rp10,73 triliun, meningkat 99,9% dibandingkan dengan Rp5,37 triliun sepanjang semester I/2021.
Kenaikan pendapatan bruto ini diikuti dengan naiknya promosi kepada pelanggan sebesar 115,27% sehingga menjadi Rp7,33 triliun, dari sebelumnya Rp3,40 triliun. Hal tersebut membuat pendapatan bersih GOTO selama paruh pertama tahun ini mencapai Rp3,39 triliun atau naik 73,32% secara tahunan dibandingkan dengan Rp1,96 triliun pada semester I/2021.
BACA JUGA:Harga Saham GOTO Ambles 3,77% Usai Kenaikan Tarif Ojek Online Ditunda

Selain itu, perseroan juga melaporkan peningkatan pada nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) di eksosistem digitalnya pada kuartal II/2022. GTV selama periode ini mencapai Rp150,5 triliun atau meningkat 39% dibandingkan dengan kuartal II/2021.
Direktur Utama GOTO, Andre Sulistyo mengatakan, GTV dan pendapatan bruto GOTO terus tembuh dan diikuti dengan perbaikan margin bisnis dibandingkan dengan kuartal I/2022. Tren pertumbuhan ini dia sebut makin mendorong percepatan langkah GOTO menuju profitabilitas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Strategi Perseroan untuk mengedepankan diferensiasi produk serta  bergeser dari bisnis berbasis insentif, membuahkan hasil yang baik.  Sejak implementasi strategi tersebut, penggunaan lintas platform  meningkat serta memberikan ruang untuk menajamkan fokus, meningkatkan  jumlah pelanggan setia dengan monetisasi bernilai tinggi,&amp;rdquo; paparnya.
Di tengah tantangan makroekonomi yang masih berlanjut, Andre  mengatakan GOTO terus memperluas keragaman dan pendalaman ekosistem  untuk keberlanjutan pengembangan bisnis. Dia meyakini industri ini akan  terus beradaptasi di tengah perubahan yang sangat cepat. &amp;ldquo;Memahami  situasi tersebut, GoTo akan terus mengimplementasikan efisiensi biaya  dan mendorong sinergi optimal dalam ekosistem,&amp;rdquo; kata Andre.
Sementara Direktur Keuangan GOTO, Jacky Lo mengatakan, kinerja pada  kuartal II/2022 lebih berkualitas, didukung peningkatan monetisasi,  belanja insentif yang lebih efektif, dan pemanfaatan beban operasional  secara lebih optimal. GTV tercatat mencapai batas atas dalam rentang  pedoman yang ditetapkan sebelumnya dengan nilai Rp150,5 triliun.  Sementara itu, pendapatan bruto tumbuh 45% year on year yoy mencapai  Rp5,5 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
