<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bakrie &amp; Brothers (BNBR) Rugi Rp110,87 Miliar, Bengkak 138%</title><description>PT Bakrie &amp;amp; Brothers Tbk (BNBR) mencatat rugi bersih senilai Rp110,87 miliar di semester I/2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/278/2659097/bakrie-brothers-bnbr-rugi-rp110-87-miliar-bengkak-138</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/278/2659097/bakrie-brothers-bnbr-rugi-rp110-87-miliar-bengkak-138"/><item><title>Bakrie &amp; Brothers (BNBR) Rugi Rp110,87 Miliar, Bengkak 138%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/278/2659097/bakrie-brothers-bnbr-rugi-rp110-87-miliar-bengkak-138</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/278/2659097/bakrie-brothers-bnbr-rugi-rp110-87-miliar-bengkak-138</guid><pubDate>Kamis 01 September 2022 18:00 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/01/278/2659097/bakrie-brothers-bnbr-rugi-rp110-87-miliar-bengkak-138-UHb4JXgy5j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rugi BNBR alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/01/278/2659097/bakrie-brothers-bnbr-rugi-rp110-87-miliar-bengkak-138-UHb4JXgy5j.jpg</image><title>Rugi BNBR alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bakrie &amp;amp; Brothers Tbk (BNBR) mencatat rugi bersih senilai Rp110,87 miliar di semester I/2022. Rugi BNBR bengkak 138,64% year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun 2021 yang mencapai rugi Rp46,46 miliar.
Hal ini membuat rugi per saham dasar BNBR tergerus menjadi Rp50,07, dari semula Rp20,98, sebagaimana tertuang dalam laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (1/9/2022).
BACA JUGA:Dulu Rugi Hampir Rp1 Triliun, Kini BNBR Raup Laba Rp98 Miliar

Peningkatan rugi terjadi saat emiten sektor industri di bidang multi-sector holdings itu justru mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 24,57% yoy menjadi Rp1,29 triliun. Sedangkan pada paruh pertama tahun 2021, BNBR menyerap pendapatan sebanyak Rp1,03 triliun.
Jasa infrastruktur dan manufaktur menjadi penyumbang pemasukan terbesar senilai Rp1,23 triliun, Sementara jasa pabrikasi dan konstruksi menyerap perolehan sebanyak Rp56,22 miliar.
Kenaikan beban perusahaan menjadi akar dari penurunan kinerja keuangan tersebut. Diketahui, beban pokok BNBR bertambah 22,78% yoy senilai total Rp1,05 triliun, yang sebagian besar datang dari kenaikan beban produksi, meskipun biaya jasa pabrikasi dan konstruksi menurun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kendati beban karyawan, dan penjualan lebih rendah dari periode tahun  lalu, tetapi sejumlah beban lain tampak membengkak, seperti beban  umum-administrasi, kerugian selirih kurs, dan lain-lain. Sehingga  terjadi rugi sebelum pajak penghasilan mencapai Rp80,29 miliar.
Neraca BNBR per 30 Juni 2022 menunjukkan ada kenaikan 7,84% menjadi  Rp16,43 triliun, dari akhir 2021 senilai Rp15,24 triliun. Jumlah  kewajiban pembayaran atau liabilitas meningkat 8,63% sebanyak Rp15,1  triliun, sedangkan modal/ekuitas terjaga di kisaran Rp1,3 triliun.
BNBR menggenggam kas bersih dari aktivitas operasi sebanyak Rp28,08  miliar, dan Rp155,78 miliar dari pendanaan, yang mayoritas berasal dari  pinjaman jangka pendek. Adapun BNBR tampak mengeluarkan kas sebanyak  Rp197,24 miliar untuk investasi. Dengan demikian, maka total kas dan  setara kas neto di akhir periode mencapai Rp132,37 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bakrie &amp;amp; Brothers Tbk (BNBR) mencatat rugi bersih senilai Rp110,87 miliar di semester I/2022. Rugi BNBR bengkak 138,64% year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun 2021 yang mencapai rugi Rp46,46 miliar.
Hal ini membuat rugi per saham dasar BNBR tergerus menjadi Rp50,07, dari semula Rp20,98, sebagaimana tertuang dalam laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (1/9/2022).
BACA JUGA:Dulu Rugi Hampir Rp1 Triliun, Kini BNBR Raup Laba Rp98 Miliar

Peningkatan rugi terjadi saat emiten sektor industri di bidang multi-sector holdings itu justru mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 24,57% yoy menjadi Rp1,29 triliun. Sedangkan pada paruh pertama tahun 2021, BNBR menyerap pendapatan sebanyak Rp1,03 triliun.
Jasa infrastruktur dan manufaktur menjadi penyumbang pemasukan terbesar senilai Rp1,23 triliun, Sementara jasa pabrikasi dan konstruksi menyerap perolehan sebanyak Rp56,22 miliar.
Kenaikan beban perusahaan menjadi akar dari penurunan kinerja keuangan tersebut. Diketahui, beban pokok BNBR bertambah 22,78% yoy senilai total Rp1,05 triliun, yang sebagian besar datang dari kenaikan beban produksi, meskipun biaya jasa pabrikasi dan konstruksi menurun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kendati beban karyawan, dan penjualan lebih rendah dari periode tahun  lalu, tetapi sejumlah beban lain tampak membengkak, seperti beban  umum-administrasi, kerugian selirih kurs, dan lain-lain. Sehingga  terjadi rugi sebelum pajak penghasilan mencapai Rp80,29 miliar.
Neraca BNBR per 30 Juni 2022 menunjukkan ada kenaikan 7,84% menjadi  Rp16,43 triliun, dari akhir 2021 senilai Rp15,24 triliun. Jumlah  kewajiban pembayaran atau liabilitas meningkat 8,63% sebanyak Rp15,1  triliun, sedangkan modal/ekuitas terjaga di kisaran Rp1,3 triliun.
BNBR menggenggam kas bersih dari aktivitas operasi sebanyak Rp28,08  miliar, dan Rp155,78 miliar dari pendanaan, yang mayoritas berasal dari  pinjaman jangka pendek. Adapun BNBR tampak mengeluarkan kas sebanyak  Rp197,24 miliar untuk investasi. Dengan demikian, maka total kas dan  setara kas neto di akhir periode mencapai Rp132,37 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
