<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri ESDM: Setiap Hari Rp1,2 Triliun Jadi Asap</title><description>Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) masyarakat setiap harinya mencapai 800.000 barel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/320/2658813/menteri-esdm-setiap-hari-rp1-2-triliun-jadi-asap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/320/2658813/menteri-esdm-setiap-hari-rp1-2-triliun-jadi-asap"/><item><title>Menteri ESDM: Setiap Hari Rp1,2 Triliun Jadi Asap</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/320/2658813/menteri-esdm-setiap-hari-rp1-2-triliun-jadi-asap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/320/2658813/menteri-esdm-setiap-hari-rp1-2-triliun-jadi-asap</guid><pubDate>Kamis 01 September 2022 12:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/01/320/2658813/menteri-esdm-setiap-hari-rp1-2-triliun-jadi-asap-cpMjHGUeBY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konsumsi BBM capai Rp1,2 triliun per hari (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/01/320/2658813/menteri-esdm-setiap-hari-rp1-2-triliun-jadi-asap-cpMjHGUeBY.jpg</image><title>Konsumsi BBM capai Rp1,2 triliun per hari (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) masyarakat setiap harinya mencapai 800.000 barel. Jika dirupiahkan, konsumsi BBM masyarakat setara Rp1,2 triliun.
&quot;Jadi kalau kita hitung satu liter BBM sepeda motor per hari di Indonesia ini, kita membakar 800 ribu barel minyak. Kalau harga minyak sekarang USD100, kita sudah tiap hari kita bakar USD80 juta, (itu) Rp1,2 triliun kita jadikan asap,&quot; kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif membuka parade konversi sepeda motor BBM ke listrik di Central Parkir ITDC di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (1/9/2022).
BACA JUGA:Harga BBM Non Subsidi Turun Hari Ini, Menteri ESDM: Hemat-Hemat Energi
Menteri ESDM menuturkan, untuk saat ini pemerintah terpaksa harus mengimpor minyak mentah dan juga mengimpor BBM untuk mencukupi kebutuhan negeri sendiri. Karena sumber minyak di Indonesia umumnya sudah tua dan produksinya menurun.
&quot;Kita harus upayakan bisa memompa lagi. Tapi untuk memompa itu tidak cepat membutuhkan waktu. Mulai dari penemuan sampai dengan produksi paling tidak butuh waktu 7 sampai 10 tahun. Jadi kalau ke depannya pertumbuhan konsumsi kebutuhan sepeda motor di Indonesia ini sekitar 6 juta unit sampai 8 juta unit. Kita lihat nanti 10 tahun mendatang berapa, kita harus mengeluarkan anggaran untuk bisa memenuhi kebutuhan BBM-nya,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:Harga Pertalite Belum Naik, Begini Cara Cegah Penyelewengan BBM Subsidi
Menurut dia kebutuhan tersebut bisa diatasi dengan adanya inovasi menuju kendaraan listrik akan lebih hemat dan juga menumbuhkan industri baru dan menyerap tenaga kerja.
&quot;Jadi ini akan menumbuhkan industri baru dan juga akan menyerap tenaga kerja baru. Dan semuanya akan dialirkan secara nasional. Kita punya bahan mineral yang bisa dipakai untuk membuat baterai, kita punya nikel, kita punya tembaga dan lain sebagainya,&quot; ujarnya.


&quot;Itu sekarang sedang diupayakan untuk diproses dari bahan mentah  menjadi bahan jadi. Dan tidak hanya motor tetapi juga akan masuk ke  industri kendaraan roda empat dan selanjutnya Indonesia punya target 0  emisi (co2) di tahun 2060,&quot; lanjutnya.
Dalam acara tersebut, sejumlah kendaraan yang dipamerkan adalah hasil  konversi dari mesin yang tadinya menggunakan BBM menjadi mesin yang  menggunakan penggerak baterai listrik.
&quot;Di Indonesia, sekarang ada 120 juta sepeda motor, beberapa contoh  yang ada di sini sepeda motor buatan tahun 2004 dan sesudah dikonversi,  kita lihat juga bagus,&quot; bebernya.
Menteri ESDM memastikan untuk masyarakat di Pulau Bali akan dicoba  atau dijadikan role model untuk berpartisipasi menggunakan sepeda motor  konversi sepeda motor listrik.
&quot;Kita ada 120 juta motor, di Bali ada satu juta katanya. Mungkin Bali  duluan yang kita coba ajak masyarakat untuk partispasi untuk konversi  atau (sepeda motor) listrik ini,&quot; katanya
Arifin juga menerangkan, untuk kesiapan infrastruktur sepeda motor  konversi kalau yang dipakai komersial sepeda motor listrik ada stasiun  pengisian sistem ganti baterai atau sistem swap dengan ganti baterai.
&quot;Itu juga jaraknya bisa lebih jauh. Kemudian, biaya cuma Rp10 ribu  seharian dipakai ke mana saja. Misalnya, habis di tengah jalan bisa  (diganti lagi) karena pakai sistem token. Makannya, infrastruktur kita  mulai dari sekarang, supaya ke depannya itu bisa dirasakan oleh  masyarakat dan juga untuk kita semua. Karena emisinya (Co2) bisa kita  turunkan jauh,&quot; katanya.
Selain itu, menurutnya untuk harga sepeda motor konversi lebih  terjangkau atau murah ketimbang membeli sepeda motor dengan bahan bakar  BBM.
&quot;Itu Rp14 juta kalau konversi, sekarang beli motor baru berapa, Rp20  juta. Terus kemudian dia keluar ongkos setiap hari untuk bensin yang  lebih mahal, mungkin pengertian-pengertian ini harus kita sosialisasikan  ke masyarakat,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) masyarakat setiap harinya mencapai 800.000 barel. Jika dirupiahkan, konsumsi BBM masyarakat setara Rp1,2 triliun.
&quot;Jadi kalau kita hitung satu liter BBM sepeda motor per hari di Indonesia ini, kita membakar 800 ribu barel minyak. Kalau harga minyak sekarang USD100, kita sudah tiap hari kita bakar USD80 juta, (itu) Rp1,2 triliun kita jadikan asap,&quot; kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif membuka parade konversi sepeda motor BBM ke listrik di Central Parkir ITDC di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (1/9/2022).
BACA JUGA:Harga BBM Non Subsidi Turun Hari Ini, Menteri ESDM: Hemat-Hemat Energi
Menteri ESDM menuturkan, untuk saat ini pemerintah terpaksa harus mengimpor minyak mentah dan juga mengimpor BBM untuk mencukupi kebutuhan negeri sendiri. Karena sumber minyak di Indonesia umumnya sudah tua dan produksinya menurun.
&quot;Kita harus upayakan bisa memompa lagi. Tapi untuk memompa itu tidak cepat membutuhkan waktu. Mulai dari penemuan sampai dengan produksi paling tidak butuh waktu 7 sampai 10 tahun. Jadi kalau ke depannya pertumbuhan konsumsi kebutuhan sepeda motor di Indonesia ini sekitar 6 juta unit sampai 8 juta unit. Kita lihat nanti 10 tahun mendatang berapa, kita harus mengeluarkan anggaran untuk bisa memenuhi kebutuhan BBM-nya,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:Harga Pertalite Belum Naik, Begini Cara Cegah Penyelewengan BBM Subsidi
Menurut dia kebutuhan tersebut bisa diatasi dengan adanya inovasi menuju kendaraan listrik akan lebih hemat dan juga menumbuhkan industri baru dan menyerap tenaga kerja.
&quot;Jadi ini akan menumbuhkan industri baru dan juga akan menyerap tenaga kerja baru. Dan semuanya akan dialirkan secara nasional. Kita punya bahan mineral yang bisa dipakai untuk membuat baterai, kita punya nikel, kita punya tembaga dan lain sebagainya,&quot; ujarnya.


&quot;Itu sekarang sedang diupayakan untuk diproses dari bahan mentah  menjadi bahan jadi. Dan tidak hanya motor tetapi juga akan masuk ke  industri kendaraan roda empat dan selanjutnya Indonesia punya target 0  emisi (co2) di tahun 2060,&quot; lanjutnya.
Dalam acara tersebut, sejumlah kendaraan yang dipamerkan adalah hasil  konversi dari mesin yang tadinya menggunakan BBM menjadi mesin yang  menggunakan penggerak baterai listrik.
&quot;Di Indonesia, sekarang ada 120 juta sepeda motor, beberapa contoh  yang ada di sini sepeda motor buatan tahun 2004 dan sesudah dikonversi,  kita lihat juga bagus,&quot; bebernya.
Menteri ESDM memastikan untuk masyarakat di Pulau Bali akan dicoba  atau dijadikan role model untuk berpartisipasi menggunakan sepeda motor  konversi sepeda motor listrik.
&quot;Kita ada 120 juta motor, di Bali ada satu juta katanya. Mungkin Bali  duluan yang kita coba ajak masyarakat untuk partispasi untuk konversi  atau (sepeda motor) listrik ini,&quot; katanya
Arifin juga menerangkan, untuk kesiapan infrastruktur sepeda motor  konversi kalau yang dipakai komersial sepeda motor listrik ada stasiun  pengisian sistem ganti baterai atau sistem swap dengan ganti baterai.
&quot;Itu juga jaraknya bisa lebih jauh. Kemudian, biaya cuma Rp10 ribu  seharian dipakai ke mana saja. Misalnya, habis di tengah jalan bisa  (diganti lagi) karena pakai sistem token. Makannya, infrastruktur kita  mulai dari sekarang, supaya ke depannya itu bisa dirasakan oleh  masyarakat dan juga untuk kita semua. Karena emisinya (Co2) bisa kita  turunkan jauh,&quot; katanya.
Selain itu, menurutnya untuk harga sepeda motor konversi lebih  terjangkau atau murah ketimbang membeli sepeda motor dengan bahan bakar  BBM.
&quot;Itu Rp14 juta kalau konversi, sekarang beli motor baru berapa, Rp20  juta. Terus kemudian dia keluar ongkos setiap hari untuk bensin yang  lebih mahal, mungkin pengertian-pengertian ini harus kita sosialisasikan  ke masyarakat,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
