<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekhawatiran BPS soal Kenaikan Harga BBM, Orang Miskin di RI Makin Banyak!</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) khawatir kenaikan harga BBM bersubsidi akan menambah jumlah orang miskin di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/320/2658993/kekhawatiran-bps-soal-kenaikan-harga-bbm-orang-miskin-di-ri-makin-banyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/320/2658993/kekhawatiran-bps-soal-kenaikan-harga-bbm-orang-miskin-di-ri-makin-banyak"/><item><title>Kekhawatiran BPS soal Kenaikan Harga BBM, Orang Miskin di RI Makin Banyak!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/320/2658993/kekhawatiran-bps-soal-kenaikan-harga-bbm-orang-miskin-di-ri-makin-banyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/01/320/2658993/kekhawatiran-bps-soal-kenaikan-harga-bbm-orang-miskin-di-ri-makin-banyak</guid><pubDate>Kamis 01 September 2022 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/01/320/2658993/kekhawatiran-bps-soal-kenaikan-harga-bbm-orang-miskin-di-ri-makin-banyak-6DYL0sr2ry.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah orang miskin akan naik jika harga BBM naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/01/320/2658993/kekhawatiran-bps-soal-kenaikan-harga-bbm-orang-miskin-di-ri-makin-banyak-6DYL0sr2ry.jpg</image><title>Jumlah orang miskin akan naik jika harga BBM naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) khawatir kenaikan harga BBM bersubsidi akan menambah jumlah orang miskin di Indonesia. Kepala BPS Margo Yuwono menilai kenaikan harga BBM akan menyebabkan meningkatnya angka inflasi, karena sifatnya multiplier effect terhadap sektor lain. Utamanya harga makanan.
BACA JUGA:BPH: Penyaluran Subsidi BBM Harus Tepat Sasaran

&quot;Penduduk sekitar garis kemiskinan konsumsi paling banyak adalah makanan sekitar 64 persen. Sementara harga-harga makanan nanti naik karena kenaikan BBM, itu otomatis akan menarik garis kemiskinan naik,&quot; terangnya kepada wartawan di Gedung BPS, Kamis (1/9/2022).
BACA JUGA:Tolak kenaikan BBM, Aliansi BEM Nusantara Hancurkan Kawat Berduri

Dia menjelaskan, kenaikan garis kemiskinan tidak diimbangi dengan naiknya pendapatan masyarakat yang rentan miskin. Sehingga mereka akan tergerus dan masuk dalam kategori masyarakat miskin, sehingga akan ada penambahan jumlah.
&quot;Kalau pendapatan masyarakat naiknya tidak setinggi naiknya garis kemiskinan, maka itu akan terjadi penambahan kemiskinan. Maka kuncinya supaya BBM tidak berdampak kepada kemiskinan, harus menggenjot kenaikan pendapatan masyarakat,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wMS8xLzE1MjcwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh karenanya, ia beranggapan bahwa bantuan sosial (bansos) bisa  dijadikan tambalan bagi masyarakat yang rentan miskin, sebab kalau hanya  mengandalkan upah kerja dapat dipastikan masyarakat akan sangat  kesulitan.
Seperti diketahui, pemerintah melakukan penambahan dana bansos  senilai Rp24,17 triliun yang akan dibagikan untuk masyarakat. Bansos ini  diberikan pemerintah atas kebijakan pengalihan subsidi BBM agar tidak  mengganggu daya beli masyarakat.
Bansos senilai Rp24,17 triliun tersebut dibagi menjadi tiga bagian,  yaitu bantuan langsung tunai, bantuan subsidi upah, dan perlinsos dari  2% dana transfer umum.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) khawatir kenaikan harga BBM bersubsidi akan menambah jumlah orang miskin di Indonesia. Kepala BPS Margo Yuwono menilai kenaikan harga BBM akan menyebabkan meningkatnya angka inflasi, karena sifatnya multiplier effect terhadap sektor lain. Utamanya harga makanan.
BACA JUGA:BPH: Penyaluran Subsidi BBM Harus Tepat Sasaran

&quot;Penduduk sekitar garis kemiskinan konsumsi paling banyak adalah makanan sekitar 64 persen. Sementara harga-harga makanan nanti naik karena kenaikan BBM, itu otomatis akan menarik garis kemiskinan naik,&quot; terangnya kepada wartawan di Gedung BPS, Kamis (1/9/2022).
BACA JUGA:Tolak kenaikan BBM, Aliansi BEM Nusantara Hancurkan Kawat Berduri

Dia menjelaskan, kenaikan garis kemiskinan tidak diimbangi dengan naiknya pendapatan masyarakat yang rentan miskin. Sehingga mereka akan tergerus dan masuk dalam kategori masyarakat miskin, sehingga akan ada penambahan jumlah.
&quot;Kalau pendapatan masyarakat naiknya tidak setinggi naiknya garis kemiskinan, maka itu akan terjadi penambahan kemiskinan. Maka kuncinya supaya BBM tidak berdampak kepada kemiskinan, harus menggenjot kenaikan pendapatan masyarakat,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wMS8xLzE1MjcwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh karenanya, ia beranggapan bahwa bantuan sosial (bansos) bisa  dijadikan tambalan bagi masyarakat yang rentan miskin, sebab kalau hanya  mengandalkan upah kerja dapat dipastikan masyarakat akan sangat  kesulitan.
Seperti diketahui, pemerintah melakukan penambahan dana bansos  senilai Rp24,17 triliun yang akan dibagikan untuk masyarakat. Bansos ini  diberikan pemerintah atas kebijakan pengalihan subsidi BBM agar tidak  mengganggu daya beli masyarakat.
Bansos senilai Rp24,17 triliun tersebut dibagi menjadi tiga bagian,  yaitu bantuan langsung tunai, bantuan subsidi upah, dan perlinsos dari  2% dana transfer umum.</content:encoded></item></channel></rss>
