<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tandai Saham Bermasalah, BEI: Warning Buat Investor</title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal menandai saham-saham bermasalah di pasar modal Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/02/278/2659647/tandai-saham-bermasalah-bei-warning-buat-investor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/02/278/2659647/tandai-saham-bermasalah-bei-warning-buat-investor"/><item><title>Tandai Saham Bermasalah, BEI: Warning Buat Investor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/02/278/2659647/tandai-saham-bermasalah-bei-warning-buat-investor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/02/278/2659647/tandai-saham-bermasalah-bei-warning-buat-investor</guid><pubDate>Jum'at 02 September 2022 15:27 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/02/278/2659647/tandai-saham-bermasalah-bei-warning-buat-investor-bup8068wK3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI bakal tandai saham-saham bermasalah (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/02/278/2659647/tandai-saham-bermasalah-bei-warning-buat-investor-bup8068wK3.jpg</image><title>BEI bakal tandai saham-saham bermasalah (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal menandai saham-saham bermasalah di pasar modal Indonesia. BEI secara rutin memberikan notifikasi mengenai adanya saham-saham yang bermasalah dalam upaya memberikan perlindungan kepada para investor di pasar modal.
&quot;BEI secara rutin memantau pergerakan setiap transaksi, ditindaklanjuti dengan memberikan rambu-rambu atau warning kepada para investor melalui Unusual Market Activity atau UMA. Hal ini dilakukan agar masyarakat harus tahu sebagai investor saham, apakah terlindungi atau tidak,&quot; kata Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik di Jakarta, kemarin.
BACA JUGA:Permudah Investasi Saham, BEI Isyaratkan Buka Rekening Efek Cukup KTP

Disampaikannya, pihaknya akan memberikan notifikasi khusus terkait perusahaan-perusahaan yang terlambat menyampaikan laporan keuangan, dan juga perusahaan yang terindikasi akan mengalami pailit. Disebutkan, total terdapat 14 belas notifikasi khusus mengenai saham maupun perusahaan yang tercatat di BEI untuk melindungi para investor.
BEI, lanjutnya, melalui SIPF (Securities Investor Protection Fund) juga akan memberikan ganti rugi apabila aset investor disalahgunakan oleh perusahaan. Dalam kesempatan ini, dirinya meminta para investor memahami potensi keuntungan, prospek pertumbuhan, hingga risiko sebelum memilih saham atau perusahaan tertentu. Setelahnya, para investor juga harus memantau secara berkala terkait kinerja saham maupun perusahaan tempat mereka menempatkan dananya.
BACA JUGA:BEI Kantongi Laba Bersih Rp518,94 Miliar di Semester I-2022

&amp;ldquo;Pantau terus perkembangan laporannya, pantau terus prospek usahanya, pantau berita yang ada, pantau melalui website BEI, pantau melalui sumber-sumber yang dapat dipercaya,&amp;rdquo; ujar Hendrik.
Dia menjelaskan, pilihan investasi saham di BEI sangat beragam, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat para investor. Dia menyebut terdapat 40 indeks yang bisa menjadi acuan para investor dalam memilih saham maupun perusahaan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia mencontohkan terdapat kelompok indeks saham syariah, kelompok  indeks saham dengan pembukuan dividen yang baik, kelompok indeks saham  dengan pertumbuhan yang baik, hingga indeks saham yang berwawasan  lingkungan.
&amp;rdquo;Jadi pilihan banyak, variasi banyak, tetapi kita harus ingat dan  tahu cara mengelola risiko dan potensi keuntungan, sehingga bisa  mendapatkan keuntungan yang optimal,&amp;rdquo; kata Hendrik.
Pasar modal Indonesia, disampaikan Hendrik, mengalami pertumbuhan  yang signifikan dengan mencapai 40,4% dalam lima tahun terakhir. Dimana  pasar modal Indonesia mengalami pertumbuhan yang konsisten dari sisi  nilai transaksi, frekuensi transaksi, volume transaksi hingga  pertumbuhan harga indeks harga saham gabungan (IHSG).
&amp;ldquo;Ini adalah angka yang menggembirakan dengan potensi masih sangat  besar yang dapat kita ambil di pasar modal Indonesia,&amp;rdquo; ujar Hendrik.
Hendrik menyebut, saat ini, terdapat 809 perusahaan yang mencatatkan  sahamnya di BEI yang menjadikannya sebagai bursa efek dengan pertumbuhan  paling tinggi di ASEAN selama lima tahun terakhir.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal menandai saham-saham bermasalah di pasar modal Indonesia. BEI secara rutin memberikan notifikasi mengenai adanya saham-saham yang bermasalah dalam upaya memberikan perlindungan kepada para investor di pasar modal.
&quot;BEI secara rutin memantau pergerakan setiap transaksi, ditindaklanjuti dengan memberikan rambu-rambu atau warning kepada para investor melalui Unusual Market Activity atau UMA. Hal ini dilakukan agar masyarakat harus tahu sebagai investor saham, apakah terlindungi atau tidak,&quot; kata Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik di Jakarta, kemarin.
BACA JUGA:Permudah Investasi Saham, BEI Isyaratkan Buka Rekening Efek Cukup KTP

Disampaikannya, pihaknya akan memberikan notifikasi khusus terkait perusahaan-perusahaan yang terlambat menyampaikan laporan keuangan, dan juga perusahaan yang terindikasi akan mengalami pailit. Disebutkan, total terdapat 14 belas notifikasi khusus mengenai saham maupun perusahaan yang tercatat di BEI untuk melindungi para investor.
BEI, lanjutnya, melalui SIPF (Securities Investor Protection Fund) juga akan memberikan ganti rugi apabila aset investor disalahgunakan oleh perusahaan. Dalam kesempatan ini, dirinya meminta para investor memahami potensi keuntungan, prospek pertumbuhan, hingga risiko sebelum memilih saham atau perusahaan tertentu. Setelahnya, para investor juga harus memantau secara berkala terkait kinerja saham maupun perusahaan tempat mereka menempatkan dananya.
BACA JUGA:BEI Kantongi Laba Bersih Rp518,94 Miliar di Semester I-2022

&amp;ldquo;Pantau terus perkembangan laporannya, pantau terus prospek usahanya, pantau berita yang ada, pantau melalui website BEI, pantau melalui sumber-sumber yang dapat dipercaya,&amp;rdquo; ujar Hendrik.
Dia menjelaskan, pilihan investasi saham di BEI sangat beragam, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat para investor. Dia menyebut terdapat 40 indeks yang bisa menjadi acuan para investor dalam memilih saham maupun perusahaan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia mencontohkan terdapat kelompok indeks saham syariah, kelompok  indeks saham dengan pembukuan dividen yang baik, kelompok indeks saham  dengan pertumbuhan yang baik, hingga indeks saham yang berwawasan  lingkungan.
&amp;rdquo;Jadi pilihan banyak, variasi banyak, tetapi kita harus ingat dan  tahu cara mengelola risiko dan potensi keuntungan, sehingga bisa  mendapatkan keuntungan yang optimal,&amp;rdquo; kata Hendrik.
Pasar modal Indonesia, disampaikan Hendrik, mengalami pertumbuhan  yang signifikan dengan mencapai 40,4% dalam lima tahun terakhir. Dimana  pasar modal Indonesia mengalami pertumbuhan yang konsisten dari sisi  nilai transaksi, frekuensi transaksi, volume transaksi hingga  pertumbuhan harga indeks harga saham gabungan (IHSG).
&amp;ldquo;Ini adalah angka yang menggembirakan dengan potensi masih sangat  besar yang dapat kita ambil di pasar modal Indonesia,&amp;rdquo; ujar Hendrik.
Hendrik menyebut, saat ini, terdapat 809 perusahaan yang mencatatkan  sahamnya di BEI yang menjadikannya sebagai bursa efek dengan pertumbuhan  paling tinggi di ASEAN selama lima tahun terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
