<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>INKA Produksi Teknologi LRT Jabodebek dan Bus Listrik</title><description>PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA melakukan peningkatan  teknologi pembuatan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, bus listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/02/320/2659507/inka-produksi-teknologi-lrt-jabodebek-dan-bus-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/02/320/2659507/inka-produksi-teknologi-lrt-jabodebek-dan-bus-listrik"/><item><title>INKA Produksi Teknologi LRT Jabodebek dan Bus Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/02/320/2659507/inka-produksi-teknologi-lrt-jabodebek-dan-bus-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/02/320/2659507/inka-produksi-teknologi-lrt-jabodebek-dan-bus-listrik</guid><pubDate>Jum'at 02 September 2022 13:00 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/02/320/2659507/inka-produksi-teknologi-lrt-jabodebek-dan-bus-listrik-Cp9N6sbOW3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">INKA produksi teknologi LRT hingga bus listrik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/02/320/2659507/inka-produksi-teknologi-lrt-jabodebek-dan-bus-listrik-Cp9N6sbOW3.jpeg</image><title>INKA produksi teknologi LRT hingga bus listrik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA melakukan peningkatan teknologi pembuatan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, bus listrik, dan moda transportasi jenis lainnya. Langkah itu didasarkan atas kebutuhan masyarakat akan transportasi massal ke depannya.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko memastikan proses produksi INKA mengedepankan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Khusus untuk produksi bus listrik atau berbasis electric vehicle diperkirakan perseroan mampu menyerap 85% TKDN.
BACA JUGA:Jelang G20, Luhut Minta Inka Tambah Bus Listrik

&quot;Indonesia ke depannya tentu membutuhkan transportasi publik seperti kereta maupun bus. Progress yang dilakukan oleh INKA ini tentunya menjadi cikal bakal Indonesia untuk membangun ekosistem berbasis electric vehicle dan harapannya yang memiliki TKDN sekitar 85% lokal dibandingkan mengimpor bus listrik,&amp;rdquo; ujar Tiko, Jumat (2/9/2022).
Tiko memantau langsung proses pembuatan teknologi untuk LRT Jabodebek dan pembuatan bus listrik di pabrik INKA. Proses produksi itu dilakukan secara bertahap. Dia juga memastikan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan akan mendukung  pendanaan bagi INKA untuk mempercepat proyek tersebut.
BACA JUGA:Gandeng Swiss, Inka Segera Produksi Bus Listrik

&amp;ldquo;Saya menyaksikan sendiri bagaimana secara bertahap INKA melakukan peningkatan teknologi seperti dalam pembuatan LRT Jabodebek, bis listrik dan sebagainya. Sehingga INKA menjadi salah satu pemain utama dalam kebangkitan manufaktur di Indonesia,&amp;rdquo; ungkap dia.
Tiko menilai bus listrik buatan INKA sudah bagus dari segi kenyamanan. Bahkan, perseroan sudah mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yNS8xLzE0MDg3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Terkait kenyamanan serta kualitas dari produk bus listrik sudah  bagus mulai dari suspensi, akselerasi, bobot yang ringan dan juga sudah  tersertifikasi mendapat izin dari SUT Kemenhub terkait kelaikan jalan.  dan sekarang tantangannya adalah percepatan produksinya,&quot; katanya.
Terkait pengoperasian 53 bis sudah dikontrak oleh Perum Damri untuk  dioperasikan pertama kali di G20 Bali, dan selanjutnya akan dioperasikan  di Surabaya dan Bandung.
Senada, Direktur Utama INKA Budi Noviantoro  menyampaikan pihaknya  sudah membuktikan diri melalui pembuatan bus listrik dengan kualitasnya  baik dari produk generasi sebelumnya.
Perseroan juga sudah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah terkait  skema  Buy The Service. Rencananya 30 unit bus listrik akan digunakan  sebagai transportasi pada event G20. Transformasi bisnis yang dilakukan  INKA saat ini yakni kereta tram baterai. INKA juga membuat produk  pengembangan  bus listrik generasi 1 yang sudah di uji lintas di Madiun,  Jakarta, dan Labuan Bajo.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA melakukan peningkatan teknologi pembuatan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, bus listrik, dan moda transportasi jenis lainnya. Langkah itu didasarkan atas kebutuhan masyarakat akan transportasi massal ke depannya.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko memastikan proses produksi INKA mengedepankan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Khusus untuk produksi bus listrik atau berbasis electric vehicle diperkirakan perseroan mampu menyerap 85% TKDN.
BACA JUGA:Jelang G20, Luhut Minta Inka Tambah Bus Listrik

&quot;Indonesia ke depannya tentu membutuhkan transportasi publik seperti kereta maupun bus. Progress yang dilakukan oleh INKA ini tentunya menjadi cikal bakal Indonesia untuk membangun ekosistem berbasis electric vehicle dan harapannya yang memiliki TKDN sekitar 85% lokal dibandingkan mengimpor bus listrik,&amp;rdquo; ujar Tiko, Jumat (2/9/2022).
Tiko memantau langsung proses pembuatan teknologi untuk LRT Jabodebek dan pembuatan bus listrik di pabrik INKA. Proses produksi itu dilakukan secara bertahap. Dia juga memastikan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan akan mendukung  pendanaan bagi INKA untuk mempercepat proyek tersebut.
BACA JUGA:Gandeng Swiss, Inka Segera Produksi Bus Listrik

&amp;ldquo;Saya menyaksikan sendiri bagaimana secara bertahap INKA melakukan peningkatan teknologi seperti dalam pembuatan LRT Jabodebek, bis listrik dan sebagainya. Sehingga INKA menjadi salah satu pemain utama dalam kebangkitan manufaktur di Indonesia,&amp;rdquo; ungkap dia.
Tiko menilai bus listrik buatan INKA sudah bagus dari segi kenyamanan. Bahkan, perseroan sudah mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yNS8xLzE0MDg3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Terkait kenyamanan serta kualitas dari produk bus listrik sudah  bagus mulai dari suspensi, akselerasi, bobot yang ringan dan juga sudah  tersertifikasi mendapat izin dari SUT Kemenhub terkait kelaikan jalan.  dan sekarang tantangannya adalah percepatan produksinya,&quot; katanya.
Terkait pengoperasian 53 bis sudah dikontrak oleh Perum Damri untuk  dioperasikan pertama kali di G20 Bali, dan selanjutnya akan dioperasikan  di Surabaya dan Bandung.
Senada, Direktur Utama INKA Budi Noviantoro  menyampaikan pihaknya  sudah membuktikan diri melalui pembuatan bus listrik dengan kualitasnya  baik dari produk generasi sebelumnya.
Perseroan juga sudah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah terkait  skema  Buy The Service. Rencananya 30 unit bus listrik akan digunakan  sebagai transportasi pada event G20. Transformasi bisnis yang dilakukan  INKA saat ini yakni kereta tram baterai. INKA juga membuat produk  pengembangan  bus listrik generasi 1 yang sudah di uji lintas di Madiun,  Jakarta, dan Labuan Bajo.</content:encoded></item></channel></rss>
