<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Anjlok, 3 Indeks Utama Turun 1%</title><description>Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/278/2659996/wall-street-anjlok-3-indeks-utama-turun-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/278/2659996/wall-street-anjlok-3-indeks-utama-turun-1"/><item><title>Wall Street Anjlok, 3 Indeks Utama Turun 1%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/278/2659996/wall-street-anjlok-3-indeks-utama-turun-1</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/278/2659996/wall-street-anjlok-3-indeks-utama-turun-1</guid><pubDate>Sabtu 03 September 2022 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/03/278/2659996/wall-street-anjlok-3-indeks-utama-turun-1-DeZX9sRH94.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street ditutup melemah (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/03/278/2659996/wall-street-anjlok-3-indeks-utama-turun-1-DeZX9sRH94.jpg</image><title>Wall Street ditutup melemah (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS melemah dipicu kenaikan tingkat pengangguran menjadi 3,7% meredakan beberapa kekhawatiran Federal Reserve akan agresif dalam menaikkan suku bunga.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 337,98 poin atau 1,07%, menjadi menetap di 31.318,44 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 terpangkas 42,59 poin atau 1,07%, menjadi berakhir di 3.924,26. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 154,27 poin atau 1,31%, menjadi ditutup pada 11.630,86 poin, dilansir dari Antara, Sabtu (3/9/2022).
BACA JUGA:Wall Street Beragam, Investor Tunggu Data Pekerja AS 

Sepuluh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor jasa-jasa komunikasi dan real estat masing-masing jatuh 1,85% dan 1,68%, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi terangkat 1,81%, merupakan satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.
Untuk minggu ini, indeks Dow melemah 3,0%, indeks S&amp;amp;P 500 merosot 3,3% dan Komposit Nasdaq jatuh 4,2%. Ketiga indeks utama membukukan kerugian mingguan ketiga berturut-turut.
BACA JUGA:Wall Street Lesu, Dow Jones hingga Nasdaq Anjlok 4% Sepanjang Agustus 

Kenaikan awal sesi saham-saham AS terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tingkat pengangguran yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan untuk Agustus dalam laporan penggajian non-pertanian (non-farm payroll/NFP), meskipun mengutip lebih banyak pekerjaan baru untuk bulan tersebut daripada perkiraan para ekonom.Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (2/9/2022) bahwa  data penggajian non-pertanian Agustus meningkat 315.000 menyusul revisi  turun 526.000 pada Juli, dan tingkat pengangguran naik menjadi 3,7%.
&quot;Gambaran kasar angka penggajian adalah salah satu dari pertumbuhan  pekerjaan yang secara bertahap melambat dari terik menjadi panas, masih  terlalu cepat untuk The Fed,&quot; Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial,  mengatakan Jumat (2/9/2022) dalam sebuah catatan.
Dalam pidato minggu lalu di simposium bank-bank sentral Jackson Hole,  Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan &quot;beberapa pelunakan&quot;  kondisi pasar tenaga kerja kemungkinan akan diperlukan untuk menurunkan  inflasi menuju target Fed sebesar 2,0%.
Pasar saham masih berada di bawah tekanan kekhawatiran pengetatan  kebijakan agresif The Fed yang telah mengirim saham lebih rendah setelah  mencapai level tertinggi empat bulan pada pertengahan Agustus, dengan  S&amp;amp;P 500 jatuh sekitar 7,0% sejak sehari sebelum pernyataan hawkish  Ketua Fed Jerome Powell pekan lalu tentang kenaikan suku bunga.
Fokus pasar sekarang bergeser ke laporan harga konsumen Agustus yang  akan dirilis pertengahan bulan, data utama terakhir yang tersedia  sebelum pertemuan kebijakan Fed 20-21 September. Pasar AS akan tutup  pada Senin (5/9/2022) untuk libur Hari Buruh.</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS melemah dipicu kenaikan tingkat pengangguran menjadi 3,7% meredakan beberapa kekhawatiran Federal Reserve akan agresif dalam menaikkan suku bunga.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 337,98 poin atau 1,07%, menjadi menetap di 31.318,44 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 terpangkas 42,59 poin atau 1,07%, menjadi berakhir di 3.924,26. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 154,27 poin atau 1,31%, menjadi ditutup pada 11.630,86 poin, dilansir dari Antara, Sabtu (3/9/2022).
BACA JUGA:Wall Street Beragam, Investor Tunggu Data Pekerja AS 

Sepuluh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor jasa-jasa komunikasi dan real estat masing-masing jatuh 1,85% dan 1,68%, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi terangkat 1,81%, merupakan satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.
Untuk minggu ini, indeks Dow melemah 3,0%, indeks S&amp;amp;P 500 merosot 3,3% dan Komposit Nasdaq jatuh 4,2%. Ketiga indeks utama membukukan kerugian mingguan ketiga berturut-turut.
BACA JUGA:Wall Street Lesu, Dow Jones hingga Nasdaq Anjlok 4% Sepanjang Agustus 

Kenaikan awal sesi saham-saham AS terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tingkat pengangguran yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan untuk Agustus dalam laporan penggajian non-pertanian (non-farm payroll/NFP), meskipun mengutip lebih banyak pekerjaan baru untuk bulan tersebut daripada perkiraan para ekonom.Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (2/9/2022) bahwa  data penggajian non-pertanian Agustus meningkat 315.000 menyusul revisi  turun 526.000 pada Juli, dan tingkat pengangguran naik menjadi 3,7%.
&quot;Gambaran kasar angka penggajian adalah salah satu dari pertumbuhan  pekerjaan yang secara bertahap melambat dari terik menjadi panas, masih  terlalu cepat untuk The Fed,&quot; Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial,  mengatakan Jumat (2/9/2022) dalam sebuah catatan.
Dalam pidato minggu lalu di simposium bank-bank sentral Jackson Hole,  Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan &quot;beberapa pelunakan&quot;  kondisi pasar tenaga kerja kemungkinan akan diperlukan untuk menurunkan  inflasi menuju target Fed sebesar 2,0%.
Pasar saham masih berada di bawah tekanan kekhawatiran pengetatan  kebijakan agresif The Fed yang telah mengirim saham lebih rendah setelah  mencapai level tertinggi empat bulan pada pertengahan Agustus, dengan  S&amp;amp;P 500 jatuh sekitar 7,0% sejak sehari sebelum pernyataan hawkish  Ketua Fed Jerome Powell pekan lalu tentang kenaikan suku bunga.
Fokus pasar sekarang bergeser ke laporan harga konsumen Agustus yang  akan dirilis pertengahan bulan, data utama terakhir yang tersedia  sebelum pertemuan kebijakan Fed 20-21 September. Pasar AS akan tutup  pada Senin (5/9/2022) untuk libur Hari Buruh.</content:encoded></item></channel></rss>
