<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI: 23 Perusahaan Antre IPO, Bidik Rp1 Triliun hingga Rp9,5 Triliun</title><description>BEI mencatat 23 perusahaan berada dalam pipeline untuk mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/278/2660076/bei-23-perusahaan-antre-ipo-bidik-rp1-triliun-hingga-rp9-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/278/2660076/bei-23-perusahaan-antre-ipo-bidik-rp1-triliun-hingga-rp9-5-triliun"/><item><title>BEI: 23 Perusahaan Antre IPO, Bidik Rp1 Triliun hingga Rp9,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/278/2660076/bei-23-perusahaan-antre-ipo-bidik-rp1-triliun-hingga-rp9-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/278/2660076/bei-23-perusahaan-antre-ipo-bidik-rp1-triliun-hingga-rp9-5-triliun</guid><pubDate>Sabtu 03 September 2022 11:57 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/03/278/2660076/bei-23-perusahaan-antre-ipo-bidik-rp1-triliun-hingga-rp9-5-triliun-ELv45kzowQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">23 perusahaan antre IPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/03/278/2660076/bei-23-perusahaan-antre-ipo-bidik-rp1-triliun-hingga-rp9-5-triliun-ELv45kzowQ.jpg</image><title>23 perusahaan antre IPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 23 perusahaan berada dalam pipeline untuk mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO). Data ini terkumpul hingga 2 September 2022.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, perusahaan yang tengah antre IPO saat ini membidik dana sebesar Rp9,5 triliun. Ia menyebut,  beberapa di antaranya menargetkan emisi lebih dari Rp1 triliun.
BACA JUGA:Tandai Saham Bermasalah, BEI: Warning Buat Investor

&amp;ldquo;Perusahaan yang berada pada pipeline pencatatan saham saat ini merupakan perusahaan yang masih dalam tahap evaluasi di bursa, maupun perusahaan yang belum mendapatkan ijin publikasi dari OJK,&amp;rdquo; kata Nyoman dalam keterangannya, dikutip Sabtu (3/9/2022).
Berdasarkan POJK Nomor 53/POJK.04/2017, dari 23 perusahaan tersebut terdapat 14 perusahaan dengan aset skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar. Kemudian, lima perusahaan skala menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta empat perusahaan dengan skala kecil di bawah Rp50 miliar.
BACA JUGA:Permudah Investasi Saham, BEI Isyaratkan Buka Rekening Efek Cukup KTP

Sementara itu, berdasarkan sektornya, empat perusahaan berasal dari sektor siklikal, empat perusahaan sektor teknologi, dan tiga perusahaan sektor kesehatan.
Selanjutnya, sektor industri, sektor transportasi dan logistik, sektor energi dan sektor keuangan masing-masing dua perusahaan. Adapun, sektor industri dasar, sektor non siklikal, sektor properti dan infrastruktur masing-masing satu perusahaan.Namun, hingga saat ini BEI belum dapat memberikan informasi terkait  pipeline perusahaan tercatat saham sebelum ada izin publikasi dari OJK.  Nyoman menambahkan, pipeline pencatatan saham masih berpotensi  bertambah.
&amp;ldquo;Kami berharap kondisi pasar modal yang kondusif, dukungan maupun  supervisi dari OJK dan SRO, serta kepercayaan dari stakeholder pasar  modal dapat memberikan iklim positif bagi pasar modal Indonesia di masa  mendatang,&amp;rdquo; ujar Nyoman.
Per 31 Agustus 2022, dana yang dihimpun dari IPO saham sebesar Rp21,6  triliun. Sementara itu, dari sisi jumlah perusahaan tercatat mengalami  peningkatan 15 perusahaan atau 53,5% secara tahunan, di mana pada tahun  ini sebanyak 43 perusahaan tercatat, sedangkan pada 2021 terdapat 28  perusahaan yang baru tercatat.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 23 perusahaan berada dalam pipeline untuk mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO). Data ini terkumpul hingga 2 September 2022.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, perusahaan yang tengah antre IPO saat ini membidik dana sebesar Rp9,5 triliun. Ia menyebut,  beberapa di antaranya menargetkan emisi lebih dari Rp1 triliun.
BACA JUGA:Tandai Saham Bermasalah, BEI: Warning Buat Investor

&amp;ldquo;Perusahaan yang berada pada pipeline pencatatan saham saat ini merupakan perusahaan yang masih dalam tahap evaluasi di bursa, maupun perusahaan yang belum mendapatkan ijin publikasi dari OJK,&amp;rdquo; kata Nyoman dalam keterangannya, dikutip Sabtu (3/9/2022).
Berdasarkan POJK Nomor 53/POJK.04/2017, dari 23 perusahaan tersebut terdapat 14 perusahaan dengan aset skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar. Kemudian, lima perusahaan skala menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta empat perusahaan dengan skala kecil di bawah Rp50 miliar.
BACA JUGA:Permudah Investasi Saham, BEI Isyaratkan Buka Rekening Efek Cukup KTP

Sementara itu, berdasarkan sektornya, empat perusahaan berasal dari sektor siklikal, empat perusahaan sektor teknologi, dan tiga perusahaan sektor kesehatan.
Selanjutnya, sektor industri, sektor transportasi dan logistik, sektor energi dan sektor keuangan masing-masing dua perusahaan. Adapun, sektor industri dasar, sektor non siklikal, sektor properti dan infrastruktur masing-masing satu perusahaan.Namun, hingga saat ini BEI belum dapat memberikan informasi terkait  pipeline perusahaan tercatat saham sebelum ada izin publikasi dari OJK.  Nyoman menambahkan, pipeline pencatatan saham masih berpotensi  bertambah.
&amp;ldquo;Kami berharap kondisi pasar modal yang kondusif, dukungan maupun  supervisi dari OJK dan SRO, serta kepercayaan dari stakeholder pasar  modal dapat memberikan iklim positif bagi pasar modal Indonesia di masa  mendatang,&amp;rdquo; ujar Nyoman.
Per 31 Agustus 2022, dana yang dihimpun dari IPO saham sebesar Rp21,6  triliun. Sementara itu, dari sisi jumlah perusahaan tercatat mengalami  peningkatan 15 perusahaan atau 53,5% secara tahunan, di mana pada tahun  ini sebanyak 43 perusahaan tercatat, sedangkan pada 2021 terdapat 28  perusahaan yang baru tercatat.</content:encoded></item></channel></rss>
