<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emiten Batu Bara DSSA Kantongi Laba Rp3,74 Triliun, Meroket 472%</title><description>PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengantongi laba sebesar USD251,58 juta setara Rp3,74 triliun pada semester I 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/278/2660205/emiten-batu-bara-dssa-kantongi-laba-rp3-74-triliun-meroket-472</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/278/2660205/emiten-batu-bara-dssa-kantongi-laba-rp3-74-triliun-meroket-472"/><item><title>Emiten Batu Bara DSSA Kantongi Laba Rp3,74 Triliun, Meroket 472%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/278/2660205/emiten-batu-bara-dssa-kantongi-laba-rp3-74-triliun-meroket-472</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/278/2660205/emiten-batu-bara-dssa-kantongi-laba-rp3-74-triliun-meroket-472</guid><pubDate>Sabtu 03 September 2022 17:19 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/03/278/2660205/emiten-batu-bara-dssa-kantongi-laba-rp3-74-triliun-meroket-472-1LJDYSdjkK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba DSSA alami peningkatan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/03/278/2660205/emiten-batu-bara-dssa-kantongi-laba-rp3-74-triliun-meroket-472-1LJDYSdjkK.jpeg</image><title>Laba DSSA alami peningkatan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengantongi laba sebesar USD251,58 juta setara Rp3,74 triliun pada semester I 2022. Laba emiten batu bara ini naik 472% dari sebelumnya sebesar USD43,92 juta.
Berdasarkan laporan keuangan, Sabtu (3/9/2022), pendapatan usaha DSSA juga meroket 176% menjadi USD2,59 miliar atau setara Rp38,63 triliun dari sebelumnya USD937,56 juta. Pendapatan segmen pertambangan batu bara mendominasi dengan pendapatan sebesar USD2,46 miliar atau setara Rp36,71 triliun.
BACA JUGA:Dian Swastatika (DSSA) Kuasai 100% Saham Tambang di Australia

Kemudian, segmen perdagangan mencatatkan pendapatan sebesar USD71,14 juta atau Rp1,05 triliun, segmen penyediaan tv kabel dan internet sebesar USD32,55 juta atau Rp484,95 miliar.
Selanjutnya, segmen konstruksi, operasi dan keuangan pembangkit listrik tercatat sebesar USD25,25 juta atau Rp376,16 miliar, dan pendapatan lainnya sebesar Rp693,41 ribu atau Rp10,32 miliar.
BACA JUGA:Pengembangan Usaha, Dian Swastatika (DSSA) Kantongi Pinjaman USD150 Juta

Di sisi lain, beban pokok penjualan juga naik hingga 160% menjadi USD1,46 miliar atau Rp21,77 triliun. Kemudian, beban usaha tercatat sebesar USD188,22 juta atau Rp2,80 triliun, beban umum dan administrasi sebesar USD160,59 juta atau Rp2,39 triliun, serta beban eksplorasi sebesar USD423,02 ribu atau Rp6,30 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Per Juni 2022, total nilai aset DSSA tercatat tumbuh sebesar 116,69%  menjadi USD6,52 miliar atau setara Rp97,15 triliun dari posisi akhir  Desember 2021 sebesar USD3,01 miliar. Adapun, liabilitas tercatat  sebesar USD3,69 miliar atau Rp55,04 triliun dan ekuitas sebesar USD2,82  miliar atau Rp42,11 triliun.
Untuk tahun ini, perseroan optimistis bahwa bisnis yang dijalankan  masih memiliki prospek yang baik untuk dapat mempertahankan pertumbuhan  kinerja. Adapun, arah strategi bisnis terutama akan difokuskan pada  penjajakan peluang bisnis energi baru, termasuk bisnis energi baru dan  terbarukan, dan pengembangan bisnis teknologi.
Dari bisnis dan strategi yang dijalankan, DSSA menargetkan pendapatan  usaha meningkat sekitar 30% pada 2022, dengan kontributor terbesar  pendapatan usaha untuk 2022 ini diperkiraan masih akan berasal dari  bisnis energi.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengantongi laba sebesar USD251,58 juta setara Rp3,74 triliun pada semester I 2022. Laba emiten batu bara ini naik 472% dari sebelumnya sebesar USD43,92 juta.
Berdasarkan laporan keuangan, Sabtu (3/9/2022), pendapatan usaha DSSA juga meroket 176% menjadi USD2,59 miliar atau setara Rp38,63 triliun dari sebelumnya USD937,56 juta. Pendapatan segmen pertambangan batu bara mendominasi dengan pendapatan sebesar USD2,46 miliar atau setara Rp36,71 triliun.
BACA JUGA:Dian Swastatika (DSSA) Kuasai 100% Saham Tambang di Australia

Kemudian, segmen perdagangan mencatatkan pendapatan sebesar USD71,14 juta atau Rp1,05 triliun, segmen penyediaan tv kabel dan internet sebesar USD32,55 juta atau Rp484,95 miliar.
Selanjutnya, segmen konstruksi, operasi dan keuangan pembangkit listrik tercatat sebesar USD25,25 juta atau Rp376,16 miliar, dan pendapatan lainnya sebesar Rp693,41 ribu atau Rp10,32 miliar.
BACA JUGA:Pengembangan Usaha, Dian Swastatika (DSSA) Kantongi Pinjaman USD150 Juta

Di sisi lain, beban pokok penjualan juga naik hingga 160% menjadi USD1,46 miliar atau Rp21,77 triliun. Kemudian, beban usaha tercatat sebesar USD188,22 juta atau Rp2,80 triliun, beban umum dan administrasi sebesar USD160,59 juta atau Rp2,39 triliun, serta beban eksplorasi sebesar USD423,02 ribu atau Rp6,30 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Per Juni 2022, total nilai aset DSSA tercatat tumbuh sebesar 116,69%  menjadi USD6,52 miliar atau setara Rp97,15 triliun dari posisi akhir  Desember 2021 sebesar USD3,01 miliar. Adapun, liabilitas tercatat  sebesar USD3,69 miliar atau Rp55,04 triliun dan ekuitas sebesar USD2,82  miliar atau Rp42,11 triliun.
Untuk tahun ini, perseroan optimistis bahwa bisnis yang dijalankan  masih memiliki prospek yang baik untuk dapat mempertahankan pertumbuhan  kinerja. Adapun, arah strategi bisnis terutama akan difokuskan pada  penjajakan peluang bisnis energi baru, termasuk bisnis energi baru dan  terbarukan, dan pengembangan bisnis teknologi.
Dari bisnis dan strategi yang dijalankan, DSSA menargetkan pendapatan  usaha meningkat sekitar 30% pada 2022, dengan kontributor terbesar  pendapatan usaha untuk 2022 ini diperkiraan masih akan berasal dari  bisnis energi.</content:encoded></item></channel></rss>
