<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pertemuan OPEC+</title><description>Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2659990/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pertemuan-opec</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2659990/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pertemuan-opec"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pertemuan OPEC+</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2659990/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pertemuan-opec</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2659990/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pertemuan-opec</guid><pubDate>Sabtu 03 September 2022 07:12 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/03/320/2659990/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pertemuan-opec-NEgKMFRQSn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/03/320/2659990/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pertemuan-opec-NEgKMFRQSn.jpg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak naik di tengah ekspektasi bahwa produsen minyak utama OPEC+ akan membahas pengurangan produksi pada pertemuan 5 September, meskipun kekhawatiran atas pembatasan COVID-19 China dan pelemahan ekonomi global membayangi pasar.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah 26 sen atau 0,3%, menjadi menetap di USD86,87 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Landai, Inflasi Korsel Turun Jadi 5,7% di Agustus 2022

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November terangkat 66 sen atau 0,7%, menjadi ditutup pada USD93,02 per barel di London ICE Futures Exchange, demikian dilansir dari Antara, Sabtu (3/9/2022).
BACA JUGA:Harga Minyak Anjlok karena Lockdown Covid-19 di China 

Kedua harga acuan minyak merosot 3,0% ke posisi terendah dua minggu di sesi sebelumnya. Untuk minggu ini, patokan minyak mentah AS dan Brent masing-masing kehilangan sekitar 6,6% dan 6,1%, berdasarkan kontrak bulan depan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wMi8xLzE1Mjc1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara  kolektif dikenal sebagai OPEC+, akan bertemu pada Senin (5/9/2022)  untuk membahas strategi produksi masa depan mereka.
OPEC+ minggu ini merevisi keseimbangan pasar untuk tahun ini dan  sekarang memperkirakan permintaan tertinggal dari pasokan sebesar  400.000 barel per hari (bph), dibandingkan perkiraan 900.000 barel per  hari sebelumnya. Kelompok produsen memperkirakan defisit pasar sebesar  300.000 barel per hari dalam kasus dasarnya untuk 2023.
Bulan lalu, menteri energi Arab Saudi mengisyaratkan bahwa ada  keterputusan antara harga berjangka dan fundamental, dan bahwa OPEC+  memiliki sarana untuk menghadapi tantangan termasuk memangkas produksi  untuk memulihkan keseimbangan pasar.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak naik di tengah ekspektasi bahwa produsen minyak utama OPEC+ akan membahas pengurangan produksi pada pertemuan 5 September, meskipun kekhawatiran atas pembatasan COVID-19 China dan pelemahan ekonomi global membayangi pasar.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah 26 sen atau 0,3%, menjadi menetap di USD86,87 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Landai, Inflasi Korsel Turun Jadi 5,7% di Agustus 2022

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November terangkat 66 sen atau 0,7%, menjadi ditutup pada USD93,02 per barel di London ICE Futures Exchange, demikian dilansir dari Antara, Sabtu (3/9/2022).
BACA JUGA:Harga Minyak Anjlok karena Lockdown Covid-19 di China 

Kedua harga acuan minyak merosot 3,0% ke posisi terendah dua minggu di sesi sebelumnya. Untuk minggu ini, patokan minyak mentah AS dan Brent masing-masing kehilangan sekitar 6,6% dan 6,1%, berdasarkan kontrak bulan depan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wMi8xLzE1Mjc1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara  kolektif dikenal sebagai OPEC+, akan bertemu pada Senin (5/9/2022)  untuk membahas strategi produksi masa depan mereka.
OPEC+ minggu ini merevisi keseimbangan pasar untuk tahun ini dan  sekarang memperkirakan permintaan tertinggal dari pasokan sebesar  400.000 barel per hari (bph), dibandingkan perkiraan 900.000 barel per  hari sebelumnya. Kelompok produsen memperkirakan defisit pasar sebesar  300.000 barel per hari dalam kasus dasarnya untuk 2023.
Bulan lalu, menteri energi Arab Saudi mengisyaratkan bahwa ada  keterputusan antara harga berjangka dan fundamental, dan bahwa OPEC+  memiliki sarana untuk menghadapi tantangan termasuk memangkas produksi  untuk memulihkan keseimbangan pasar.</content:encoded></item></channel></rss>
