<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga BBM Naik, Begini Kata Pengusaha</title><description>Pengusaha angkat suara soal kenaikan harga BBM Pertalite, Solar hingga Pertamax yang berlaku mulai hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660202/harga-bbm-naik-begini-kata-pengusaha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660202/harga-bbm-naik-begini-kata-pengusaha"/><item><title>Harga BBM Naik, Begini Kata Pengusaha</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660202/harga-bbm-naik-begini-kata-pengusaha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660202/harga-bbm-naik-begini-kata-pengusaha</guid><pubDate>Sabtu 03 September 2022 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Ichsan Amin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/03/320/2660202/harga-bbm-naik-begini-kata-pengusaha-5mghs79gUM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanggapan pengusaha soal kenaikan harga BBM (Foto: MPI/Inda)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/03/320/2660202/harga-bbm-naik-begini-kata-pengusaha-5mghs79gUM.jpg</image><title>Tanggapan pengusaha soal kenaikan harga BBM (Foto: MPI/Inda)</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha angkat suara soal kenaikan harga BBM Pertalite, Solar hingga Pertamax yang berlaku mulai hari ini. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, kenaikan BBM bersubsidi, telah diantisipasi kalangan pengusaha.
Menurut dia, kenaikan tarif BBM akan menyesuaikan dan bakal berpengaruh terhadap dunia usaha.
BACA JUGA:Harga BBM Naik, Sri Mulyani: Subsidi Tahun Depan Rp336 Triliun

&amp;ldquo;Kita berharap agar Pemerintah mampu mengambil kebijakan yang tepat atas dampak kenaikan BBM misalnya seperti kenaikan tarif transportasi dan logistik harus seimbang, kemudian mengendalikan harga harga pokok pangan dan gas sehingga mampu mengendalikan dan menjaga inflasi dan konsumsi rumah tangga sehingga pertumbuhan ekonomi kita di kuartal III dan IV 2022 tetap diatas 5%,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Sabtu (3/9/2022).
BACA JUGA:Efek Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Bus Jawa-Sumatera Bakal Naik hingga 35%

Dengan harapan  terjaganya daya beli konsumsi rumah tangga, maka omzet pelaku usaha, ungkap Sarman,  tidak turun secara drastis,sehingga tidak menurunkan produktivitas pelaku usaha.
&amp;ldquo;Kita apresiasi bahwa Pemerintah sudah menyiapkan dana bansos tambahan sebesar Rp24,17 triliun yang akan disalurkan kepada 20,65 juta kelompok keluarga penerima manfaat dalam bentuk tunai sebesar Rp150.000 dan diberikan selama empat kali,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wMy80LzE1Mjc4OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menambahkan, pelaku usaha juga mengajak kepada berbagai kalangan  agar dapat memahami kebijakan Pemerintah yang menaikkan harga BBM  bersubsidi, sesuatu yang tidak mudah bagi Pemerintah untuk mengambil  kebijakan ini.
&amp;ldquo;Tapi semuanya untuk daya tahan ekonomi kita ditengah gejolak ekonomi  global yang tidak pasti.Kita harus mensyukuri bahwa dalam situasi  ekonomi global yang sedang bergejolak,ekonomi nasional kita masih tumbuh  5,01 dikuartal I-2022 dan tumbuh positif 5,44% dikuartal II-2022 dengan  inflasi sebesar 4,94% pada bulan Juli 2022,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha angkat suara soal kenaikan harga BBM Pertalite, Solar hingga Pertamax yang berlaku mulai hari ini. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, kenaikan BBM bersubsidi, telah diantisipasi kalangan pengusaha.
Menurut dia, kenaikan tarif BBM akan menyesuaikan dan bakal berpengaruh terhadap dunia usaha.
BACA JUGA:Harga BBM Naik, Sri Mulyani: Subsidi Tahun Depan Rp336 Triliun

&amp;ldquo;Kita berharap agar Pemerintah mampu mengambil kebijakan yang tepat atas dampak kenaikan BBM misalnya seperti kenaikan tarif transportasi dan logistik harus seimbang, kemudian mengendalikan harga harga pokok pangan dan gas sehingga mampu mengendalikan dan menjaga inflasi dan konsumsi rumah tangga sehingga pertumbuhan ekonomi kita di kuartal III dan IV 2022 tetap diatas 5%,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Sabtu (3/9/2022).
BACA JUGA:Efek Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Bus Jawa-Sumatera Bakal Naik hingga 35%

Dengan harapan  terjaganya daya beli konsumsi rumah tangga, maka omzet pelaku usaha, ungkap Sarman,  tidak turun secara drastis,sehingga tidak menurunkan produktivitas pelaku usaha.
&amp;ldquo;Kita apresiasi bahwa Pemerintah sudah menyiapkan dana bansos tambahan sebesar Rp24,17 triliun yang akan disalurkan kepada 20,65 juta kelompok keluarga penerima manfaat dalam bentuk tunai sebesar Rp150.000 dan diberikan selama empat kali,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wMy80LzE1Mjc4OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menambahkan, pelaku usaha juga mengajak kepada berbagai kalangan  agar dapat memahami kebijakan Pemerintah yang menaikkan harga BBM  bersubsidi, sesuatu yang tidak mudah bagi Pemerintah untuk mengambil  kebijakan ini.
&amp;ldquo;Tapi semuanya untuk daya tahan ekonomi kita ditengah gejolak ekonomi  global yang tidak pasti.Kita harus mensyukuri bahwa dalam situasi  ekonomi global yang sedang bergejolak,ekonomi nasional kita masih tumbuh  5,01 dikuartal I-2022 dan tumbuh positif 5,44% dikuartal II-2022 dengan  inflasi sebesar 4,94% pada bulan Juli 2022,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
