<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jaga Inflasi Pangan, Gubernur BI: Ayo Guyub Rukun Lindungi Rakyat dari Kenaikan Harga</title><description>Gubernur Bank Indonesia (BI) Pery Warjiyo mengajak seluruh pihak untuk ikut mengendalikan inflasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660212/jaga-inflasi-pangan-gubernur-bi-ayo-guyub-rukun-lindungi-rakyat-dari-kenaikan-harga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660212/jaga-inflasi-pangan-gubernur-bi-ayo-guyub-rukun-lindungi-rakyat-dari-kenaikan-harga"/><item><title>Jaga Inflasi Pangan, Gubernur BI: Ayo Guyub Rukun Lindungi Rakyat dari Kenaikan Harga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660212/jaga-inflasi-pangan-gubernur-bi-ayo-guyub-rukun-lindungi-rakyat-dari-kenaikan-harga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660212/jaga-inflasi-pangan-gubernur-bi-ayo-guyub-rukun-lindungi-rakyat-dari-kenaikan-harga</guid><pubDate>Sabtu 03 September 2022 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/03/320/2660212/jaga-inflasi-pangan-gubernur-bi-ayo-guyub-rukun-lindungi-rakyat-dari-kenaikan-harga-xvFLkjTuhU.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo jaga inflasi pangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/03/320/2660212/jaga-inflasi-pangan-gubernur-bi-ayo-guyub-rukun-lindungi-rakyat-dari-kenaikan-harga-xvFLkjTuhU.jpeg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo jaga inflasi pangan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pihak untuk ikut mengendalikan inflasi. BI bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP &amp;amp; TPID) terus berkomitmen dalam menjaga terkendalinya inflasi nasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP). Program ini merupakan upaya komitmen bersama untuk mengoptimalkan langkah-langkah pengendalian inflasi dari sisi suplai, juga mendorong produksi guna mewujudkan ketahanan pangan secara integratif, masif, dan berdampak nasional.
BACA JUGA:Mendes Sebut Kades Boleh Pakai Dana Desa untuk Kendalikan Inflasi

&amp;ldquo;Ayo guyub rukun. Kita perlu melindungi rakyat dari kenaikan harga-harga, agar inflasi terkendali dan ekonominya tumbuh,&amp;rdquo; kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara &amp;lsquo;Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Solo Raya&amp;rsquo;, Sabtu (3/9/2022).
Perry menjelaskan, seluruh pihak harus bekerja sama dalam mengatasi inflasi di Indonesia karena kondisi ekonomi dunia saat ini masih bergejolak. Di mana, pandemi Covid-19 belum usai, Cina pun masih memberlakukan lockdown sehingga suplai distribusi pasokan golab terganggu.
BACA JUGA:Atasi Inflasi Pangan Bergejolak, Ini Langkah Kemenkeu

Selain itu, perang antara Rusia dengan Ukraina yang masih terjadi. Pasalnya, kedua negara tersebut merupakan penyuplai 20% harga energi dan pangan dunia. Perang keduanya menyebabkan harga-harga di dunia melonjak tinggi.
Di samping itu, beberapa negara di dunia juga terus agresif menaikkan suku bunga acuan sebagai upaya menurunkan inflasi. Bahkan, di antaranya ada yang tengah menghadapi risiko resisi seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yMi80LzE1MjI1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Kalau begitu yang akan rugi adalah rakyat. Untuk itu mari kita  bersama atasi inflasi, jangan seperti negara lainnya, di mana suku bunga  dikerek, inflasi gak turun, ekonominya malah jatuh,&amp;rdquo; kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie O.F.P   mengapresiasi upaya BI dalam memitigasi inflasi pangan di berbagai  daerah. Dolfie menyebut, saat ini Indonesia masih mengalami banyak  tantangan dalam mencapai kedaulatan pangan.
Adapun, tantangan yang tengah hadapi antara lain, biaya produksi  beras yang masih sangat tinggi di antara negara ASEAN. Tingginya biaya  produksi beras dikarenakan biaya sewa lahan yang mahal, biaya pupuk dan  juga permasalahan tenaga kerja.
Untuk itu, ia bersama Komisi XI DPR RI mengapresiasi BI dengan Gernas  Pengendalian Inflasi Pangan untuk memperkuat sektor pertanian, baik  dalam bentuk penyediaan bibit, teknologi pengolahan pertanian, dan  teknik pengolahan di sektor pertanian.
&amp;ldquo;Semoga melalui intervensi ini tetap dapat menjaga harga barang, sesuai dengan daya beli masyarakat kita saat ini,&amp;rdquo; kata Dolfie.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pihak untuk ikut mengendalikan inflasi. BI bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP &amp;amp; TPID) terus berkomitmen dalam menjaga terkendalinya inflasi nasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP). Program ini merupakan upaya komitmen bersama untuk mengoptimalkan langkah-langkah pengendalian inflasi dari sisi suplai, juga mendorong produksi guna mewujudkan ketahanan pangan secara integratif, masif, dan berdampak nasional.
BACA JUGA:Mendes Sebut Kades Boleh Pakai Dana Desa untuk Kendalikan Inflasi

&amp;ldquo;Ayo guyub rukun. Kita perlu melindungi rakyat dari kenaikan harga-harga, agar inflasi terkendali dan ekonominya tumbuh,&amp;rdquo; kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara &amp;lsquo;Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Solo Raya&amp;rsquo;, Sabtu (3/9/2022).
Perry menjelaskan, seluruh pihak harus bekerja sama dalam mengatasi inflasi di Indonesia karena kondisi ekonomi dunia saat ini masih bergejolak. Di mana, pandemi Covid-19 belum usai, Cina pun masih memberlakukan lockdown sehingga suplai distribusi pasokan golab terganggu.
BACA JUGA:Atasi Inflasi Pangan Bergejolak, Ini Langkah Kemenkeu

Selain itu, perang antara Rusia dengan Ukraina yang masih terjadi. Pasalnya, kedua negara tersebut merupakan penyuplai 20% harga energi dan pangan dunia. Perang keduanya menyebabkan harga-harga di dunia melonjak tinggi.
Di samping itu, beberapa negara di dunia juga terus agresif menaikkan suku bunga acuan sebagai upaya menurunkan inflasi. Bahkan, di antaranya ada yang tengah menghadapi risiko resisi seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yMi80LzE1MjI1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Kalau begitu yang akan rugi adalah rakyat. Untuk itu mari kita  bersama atasi inflasi, jangan seperti negara lainnya, di mana suku bunga  dikerek, inflasi gak turun, ekonominya malah jatuh,&amp;rdquo; kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie O.F.P   mengapresiasi upaya BI dalam memitigasi inflasi pangan di berbagai  daerah. Dolfie menyebut, saat ini Indonesia masih mengalami banyak  tantangan dalam mencapai kedaulatan pangan.
Adapun, tantangan yang tengah hadapi antara lain, biaya produksi  beras yang masih sangat tinggi di antara negara ASEAN. Tingginya biaya  produksi beras dikarenakan biaya sewa lahan yang mahal, biaya pupuk dan  juga permasalahan tenaga kerja.
Untuk itu, ia bersama Komisi XI DPR RI mengapresiasi BI dengan Gernas  Pengendalian Inflasi Pangan untuk memperkuat sektor pertanian, baik  dalam bentuk penyediaan bibit, teknologi pengolahan pertanian, dan  teknik pengolahan di sektor pertanian.
&amp;ldquo;Semoga melalui intervensi ini tetap dapat menjaga harga barang, sesuai dengan daya beli masyarakat kita saat ini,&amp;rdquo; kata Dolfie.</content:encoded></item></channel></rss>
