<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga BBM Naik, Luhut: Tak Mungkin Presiden Membuat Rakyatnya Menderita</title><description>Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan keputusan kenaikan BBM subsidi sudah sangat tepat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660225/harga-bbm-naik-luhut-tak-mungkin-presiden-membuat-rakyatnya-menderita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660225/harga-bbm-naik-luhut-tak-mungkin-presiden-membuat-rakyatnya-menderita"/><item><title>Harga BBM Naik, Luhut: Tak Mungkin Presiden Membuat Rakyatnya Menderita</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660225/harga-bbm-naik-luhut-tak-mungkin-presiden-membuat-rakyatnya-menderita</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660225/harga-bbm-naik-luhut-tak-mungkin-presiden-membuat-rakyatnya-menderita</guid><pubDate>Sabtu 03 September 2022 18:22 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/03/320/2660225/harga-bbm-naik-luhut-tak-mungkin-presiden-membuat-rakyatnya-menderita-yEGZLI5fXM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut sebut Presiden tak ingin sengsarakan rakyat (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/03/320/2660225/harga-bbm-naik-luhut-tak-mungkin-presiden-membuat-rakyatnya-menderita-yEGZLI5fXM.jpg</image><title>Menko Luhut sebut Presiden tak ingin sengsarakan rakyat (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan keputusan kenaikan BBM subsidi sudah sangat tepat.
&quot;Manakala nanti pemerintah dalam perjalanan ada tindakan-tindakan yang sementara waktu tidak enak, misalnya kenaikan harga BBM, itu sudah kita hitung. Itu adalah yang terbaik daripada tidak menaikan BBM,&quot; ujarnya saat memberi sambutan di Intitude Teknologi Del, Toba, Sumatera Utara, Sabtu (3/9/2022).
BACA JUGA:Percepat Kunjungan di Belanda, Erick Thohir Minta Pertamina Jaga Pasokan BBM

Terkahir, Luhut menegaskan, apapun yang diputusan presiden ataupun pemerintah, itu untuk kepentingan rakyat.
&quot;Jadi jangan berkomentar-komentar yang tidak mungkin. Dan tidak mungkin juga presiden atau pemerintah membuat rakyatnya menderita,&quot; pungkasnya.
BACA JUGA:Ojol Keluhkan Kenaikan Harga BBM: Mahal Banget!

Sebelumnya, Presiden Jokowi resmi memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi. Dengan ini, maka harga Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wMy80LzE1Mjc4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Pemerintah harus membuat keputusan yang sulit. Ini adalah pilihan  terakhir pemerintah yakni mengalihkan subsidi BBM. Maka harga beberapa  subsidi akan disesuaikan,&quot; kata Jokowi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif saat mendampingi  Jokowi memaparkan, beberapa perubahan harga berlaku juga pada jenis  lainnya seperti Solar subsidi Rp5.150 menjadi Rp6.800 liter. Pertamax  nonsubsidi Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.
&quot;Ini berlaku 1 jam sejak diumumkan, pada pukul 14.30 WIB,&quot; kata Arifin.
Lanjut Jokowi mengatakan, anggaran subsidi pemerintah sudah meningkat  3 kali lipat dari  Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun dan itu akan  meningkat terus. Lebih dari 70% subsidi justru dinikmati oleh kelompok  masyarakat yang mampu, yaitu pemilik mobil pribadi.
&quot;Mestinya uang pemerintah itu diberikan untuk subsidi bagi masyarakat  kurang mampu. Subsidi harus menguntungkan masyarakat kurang mampu,&quot;  ujar Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan keputusan kenaikan BBM subsidi sudah sangat tepat.
&quot;Manakala nanti pemerintah dalam perjalanan ada tindakan-tindakan yang sementara waktu tidak enak, misalnya kenaikan harga BBM, itu sudah kita hitung. Itu adalah yang terbaik daripada tidak menaikan BBM,&quot; ujarnya saat memberi sambutan di Intitude Teknologi Del, Toba, Sumatera Utara, Sabtu (3/9/2022).
BACA JUGA:Percepat Kunjungan di Belanda, Erick Thohir Minta Pertamina Jaga Pasokan BBM

Terkahir, Luhut menegaskan, apapun yang diputusan presiden ataupun pemerintah, itu untuk kepentingan rakyat.
&quot;Jadi jangan berkomentar-komentar yang tidak mungkin. Dan tidak mungkin juga presiden atau pemerintah membuat rakyatnya menderita,&quot; pungkasnya.
BACA JUGA:Ojol Keluhkan Kenaikan Harga BBM: Mahal Banget!

Sebelumnya, Presiden Jokowi resmi memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi. Dengan ini, maka harga Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wMy80LzE1Mjc4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Pemerintah harus membuat keputusan yang sulit. Ini adalah pilihan  terakhir pemerintah yakni mengalihkan subsidi BBM. Maka harga beberapa  subsidi akan disesuaikan,&quot; kata Jokowi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif saat mendampingi  Jokowi memaparkan, beberapa perubahan harga berlaku juga pada jenis  lainnya seperti Solar subsidi Rp5.150 menjadi Rp6.800 liter. Pertamax  nonsubsidi Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.
&quot;Ini berlaku 1 jam sejak diumumkan, pada pukul 14.30 WIB,&quot; kata Arifin.
Lanjut Jokowi mengatakan, anggaran subsidi pemerintah sudah meningkat  3 kali lipat dari  Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun dan itu akan  meningkat terus. Lebih dari 70% subsidi justru dinikmati oleh kelompok  masyarakat yang mampu, yaitu pemilik mobil pribadi.
&quot;Mestinya uang pemerintah itu diberikan untuk subsidi bagi masyarakat  kurang mampu. Subsidi harus menguntungkan masyarakat kurang mampu,&quot;  ujar Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
