<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Pertalite dan Pertamax Naik, Inflasi Diproyeksi Meroket Jadi 7,5%</title><description>Kenaikan harga BBM yang berlaku  hari ini akan memicu lonjakan inflasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660227/harga-pertalite-dan-pertamax-naik-inflasi-diproyeksi-meroket-jadi-7-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660227/harga-pertalite-dan-pertamax-naik-inflasi-diproyeksi-meroket-jadi-7-5"/><item><title>Harga Pertalite dan Pertamax Naik, Inflasi Diproyeksi Meroket Jadi 7,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660227/harga-pertalite-dan-pertamax-naik-inflasi-diproyeksi-meroket-jadi-7-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/03/320/2660227/harga-pertalite-dan-pertamax-naik-inflasi-diproyeksi-meroket-jadi-7-5</guid><pubDate>Sabtu 03 September 2022 18:27 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/03/320/2660227/harga-pertalite-dan-pertamax-naik-inflasi-diproyeksi-meroket-jadi-7-5-C4OPSp0dkp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenaikan harga BBM picu lonjakan inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/03/320/2660227/harga-pertalite-dan-pertamax-naik-inflasi-diproyeksi-meroket-jadi-7-5-C4OPSp0dkp.jpg</image><title>Kenaikan harga BBM picu lonjakan inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kenaikan harga BBM yang berlaku  hari ini akan memicu lonjakan inflasi. Harga BBM bersubsidi jenis Pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, sementara harga Solar subsidi menjadi Rp6.800 per liter dari sebelumnya Rp5.150 per liter.
Selain itu, harga BBM jenis Pertamax juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp14.500 per liter dari sebelumnya Rp12.500 per liter.
BACA JUGA:Harga BBM Naik, Luhut: Tak Mungkin Presiden Membuat Rakyatnya Menderita

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi dilakukan diwaktu yang tidak tepat, terutama untuk jenis Pertalite. Bhima menilai bahwa, masyarakat belum siap menghadapi kenaikan harga tersebut, sehingga dapat menimbulkan ancaman stagflasi, yakni naiknya inflasi yang signifikan, yang tidak dibarengi dengan kesempatan kerja.
&amp;ldquo;Untuk inflasi pangan diperkirakan akan kembali menyentuh dobel digit atau diatas 10% per tahun pada September ini. Sementara inflasi umum diperkirakan menembus di level 7% hingga 7,5% hingga akhir tahun,&amp;rdquo; kata Bhima saat dihubungi MPI, Sabtu (3/9/20022).
BACA JUGA:Harga BBM Naik, Masyarakat Belum Diwajibkan Pakai MyPertamina

Dia menjelaskan, kenaikan harga BBM bersubdsidi ini bukan hanya sekadar berdampak pada harga energi dan biaya transportasi kendaraan pribadi, namun akan berdampak ke hampir semua sektor.
Misalnya harga pengiriman bahan pangan akan naik disaat yang bersamaan pelaku sektor pertanian mengeluh biaya input produksi yang mahal, terutama pupuk.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wMy80LzE1Mjc4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurutnya, masyarakat baik yang memiliki kendaraan pribadi maupun  yang tidak memiliki kendaraan akan secara bersamaan mengurangi konsumsi  barang-barang lainnya. Pasalnya, BBM merupakan kebutuhan dasar, yang  pada saat mengalami kenaikan harga, maka pengusaha di sektor industri  pakaian jadi, makanan minuman, hingga logistik akan terdampak.
&amp;ldquo;Sekarang realistis saja, biaya produksi naik, biaya operasional  naik, permintaan turun ya harus potong biaya-biaya. Ekspansi sektor  usaha bisa macet, nanti efeknya ke PMI manufaktur kontraksi kembali  dibawah 50,&amp;rdquo; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kenaikan harga BBM yang berlaku  hari ini akan memicu lonjakan inflasi. Harga BBM bersubsidi jenis Pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, sementara harga Solar subsidi menjadi Rp6.800 per liter dari sebelumnya Rp5.150 per liter.
Selain itu, harga BBM jenis Pertamax juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp14.500 per liter dari sebelumnya Rp12.500 per liter.
BACA JUGA:Harga BBM Naik, Luhut: Tak Mungkin Presiden Membuat Rakyatnya Menderita

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi dilakukan diwaktu yang tidak tepat, terutama untuk jenis Pertalite. Bhima menilai bahwa, masyarakat belum siap menghadapi kenaikan harga tersebut, sehingga dapat menimbulkan ancaman stagflasi, yakni naiknya inflasi yang signifikan, yang tidak dibarengi dengan kesempatan kerja.
&amp;ldquo;Untuk inflasi pangan diperkirakan akan kembali menyentuh dobel digit atau diatas 10% per tahun pada September ini. Sementara inflasi umum diperkirakan menembus di level 7% hingga 7,5% hingga akhir tahun,&amp;rdquo; kata Bhima saat dihubungi MPI, Sabtu (3/9/20022).
BACA JUGA:Harga BBM Naik, Masyarakat Belum Diwajibkan Pakai MyPertamina

Dia menjelaskan, kenaikan harga BBM bersubdsidi ini bukan hanya sekadar berdampak pada harga energi dan biaya transportasi kendaraan pribadi, namun akan berdampak ke hampir semua sektor.
Misalnya harga pengiriman bahan pangan akan naik disaat yang bersamaan pelaku sektor pertanian mengeluh biaya input produksi yang mahal, terutama pupuk.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wMy80LzE1Mjc4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurutnya, masyarakat baik yang memiliki kendaraan pribadi maupun  yang tidak memiliki kendaraan akan secara bersamaan mengurangi konsumsi  barang-barang lainnya. Pasalnya, BBM merupakan kebutuhan dasar, yang  pada saat mengalami kenaikan harga, maka pengusaha di sektor industri  pakaian jadi, makanan minuman, hingga logistik akan terdampak.
&amp;ldquo;Sekarang realistis saja, biaya produksi naik, biaya operasional  naik, permintaan turun ya harus potong biaya-biaya. Ekspansi sektor  usaha bisa macet, nanti efeknya ke PMI manufaktur kontraksi kembali  dibawah 50,&amp;rdquo; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
