<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Solar Naik Jadi Rp6.800/Liter, Perusahaan Bus Pasang Tarif Baru</title><description>Perusahaan bus turut menaikkan harga tiketnya setelah pemerintah resmi menaikkan harga BBM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/04/320/2660623/harga-solar-naik-jadi-rp6-800-liter-perusahaan-bus-pasang-tarif-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/04/320/2660623/harga-solar-naik-jadi-rp6-800-liter-perusahaan-bus-pasang-tarif-baru"/><item><title>Harga Solar Naik Jadi Rp6.800/Liter, Perusahaan Bus Pasang Tarif Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/04/320/2660623/harga-solar-naik-jadi-rp6-800-liter-perusahaan-bus-pasang-tarif-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/04/320/2660623/harga-solar-naik-jadi-rp6-800-liter-perusahaan-bus-pasang-tarif-baru</guid><pubDate>Minggu 04 September 2022 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/04/320/2660623/harga-solar-naik-jadi-rp6-800-liter-perusahaan-bus-pasang-tarif-baru-Ph2lG7ymLd.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bus naikkan harga tiket usai BBM naik. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/04/320/2660623/harga-solar-naik-jadi-rp6-800-liter-perusahaan-bus-pasang-tarif-baru-Ph2lG7ymLd.JPG</image><title>Bus naikkan harga tiket usai BBM naik. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan bus turut menaikkan harga tiketnya setelah pemerintah resmi menaikkan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar, Satu (3/9/2022).

Tidak sedikit perusahaan yang pagi hari belum menaikkan tarif, namun sorenya langsung memberlakukan tarif yang berbeda.

Di mana ini juga dipengaruhi oleh harga Solar yang naik dari Rp5.150 menjadi Rp6.800.

Fenomena perusahaan bus yang langsung menaikkan harga tiketnya bukan mengambil kesempatan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Hore! BLT BBM Rp600.000 Cair hingga Desember 2022
&quot;Harga ban yang saya beli sudah Rp5,1 juta. Tanya supplier barang tidak ada, kalo pun ada harganya ya segitu. Kalau tidak ada ban, bus saya gak jalan,&quot; ujar PO NPM bernama Angga Virchansa Chairul, Minggu (4/9/22).

Angga mengungkapkan, dibutuhkan sebanyak tujuh ban jika dihitung kebutuhan satu bus berserta ban cadangannya yang artinya dengan harga Rp5,1 juta paling sedikit diperlukan Rp35,7 juta.

Salah satu Ketua DPP Organda ini menyatakan, tentu komponen ban ini tak bisa diabaikan karena menyangkut keselamatan.

&quot;Bus saya satu kali keluar garasi Padang Panjang ke Jabodetabek atau Bandung hingga kembali lagi butuh waktu 48 jam dikalikan dua. Terbayang dong penggunaan bannya? Sekarang dengan kenaikan ini lengkaplah. Ban dan BBM sangat vital dalam operasional bus,&quot; katanya.
Ketua DPC Organda Jepara, M. Iqbal Tosin ikut menyatakan bahwa sekarang pengusaha bus dalam posisi mempertahankan usahanya di fase kedua pasca pandemi Covid-19.

Di mana setelah pandemi melandai masih harus putar otak dengan segala kenaikan dan kelangkaan suku cadang.

&quot;Kami mau tak mau menaikkan harga Rp30 ribu untuk keberangkatan Sabtu (3 September) sore dan malam, sementara keberangkatan hari Minggu tanggal 4 September ini kami berharap pelanggan bisa memaklumi kenaikan Rp50 ribu,&quot; katanya.

Iqbal berharap pemerintah mengurai masalah yang mereka hadapi dalam operasional sehari-hari.

Kenaikan harga BBM, kata dia, mungkin tak bisa dihindari, tetapi kelangkaan dan naiknya suku cadang perlu diperhatikan pemerintah.

Dia menegaskan, sebelum ada kebijakan kenaikan BBM pun, koleganya sesama pengusaha bus sudah mengeluhkan kelangkaan solar di sejumlah daerah.

&quot;Yang saya khawatir, setelah BBM naik, akan ada kenaikan-kenaikan lainnya yang menyusul. Biasanya kan begitu&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan bus turut menaikkan harga tiketnya setelah pemerintah resmi menaikkan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar, Satu (3/9/2022).

Tidak sedikit perusahaan yang pagi hari belum menaikkan tarif, namun sorenya langsung memberlakukan tarif yang berbeda.

Di mana ini juga dipengaruhi oleh harga Solar yang naik dari Rp5.150 menjadi Rp6.800.

Fenomena perusahaan bus yang langsung menaikkan harga tiketnya bukan mengambil kesempatan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Hore! BLT BBM Rp600.000 Cair hingga Desember 2022
&quot;Harga ban yang saya beli sudah Rp5,1 juta. Tanya supplier barang tidak ada, kalo pun ada harganya ya segitu. Kalau tidak ada ban, bus saya gak jalan,&quot; ujar PO NPM bernama Angga Virchansa Chairul, Minggu (4/9/22).

Angga mengungkapkan, dibutuhkan sebanyak tujuh ban jika dihitung kebutuhan satu bus berserta ban cadangannya yang artinya dengan harga Rp5,1 juta paling sedikit diperlukan Rp35,7 juta.

Salah satu Ketua DPP Organda ini menyatakan, tentu komponen ban ini tak bisa diabaikan karena menyangkut keselamatan.

&quot;Bus saya satu kali keluar garasi Padang Panjang ke Jabodetabek atau Bandung hingga kembali lagi butuh waktu 48 jam dikalikan dua. Terbayang dong penggunaan bannya? Sekarang dengan kenaikan ini lengkaplah. Ban dan BBM sangat vital dalam operasional bus,&quot; katanya.
Ketua DPC Organda Jepara, M. Iqbal Tosin ikut menyatakan bahwa sekarang pengusaha bus dalam posisi mempertahankan usahanya di fase kedua pasca pandemi Covid-19.

Di mana setelah pandemi melandai masih harus putar otak dengan segala kenaikan dan kelangkaan suku cadang.

&quot;Kami mau tak mau menaikkan harga Rp30 ribu untuk keberangkatan Sabtu (3 September) sore dan malam, sementara keberangkatan hari Minggu tanggal 4 September ini kami berharap pelanggan bisa memaklumi kenaikan Rp50 ribu,&quot; katanya.

Iqbal berharap pemerintah mengurai masalah yang mereka hadapi dalam operasional sehari-hari.

Kenaikan harga BBM, kata dia, mungkin tak bisa dihindari, tetapi kelangkaan dan naiknya suku cadang perlu diperhatikan pemerintah.

Dia menegaskan, sebelum ada kebijakan kenaikan BBM pun, koleganya sesama pengusaha bus sudah mengeluhkan kelangkaan solar di sejumlah daerah.

&quot;Yang saya khawatir, setelah BBM naik, akan ada kenaikan-kenaikan lainnya yang menyusul. Biasanya kan begitu&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
