<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MNC Kapital Indonesia (BCAP) Raup Pendapatan Rp1,38 Triliun, Naik 8% di Semester I-2022</title><description>PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) melaporkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1,38 triliun, meningkat 8%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/05/278/2660814/mnc-kapital-indonesia-bcap-raup-pendapatan-rp1-38-triliun-naik-8-di-semester-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/05/278/2660814/mnc-kapital-indonesia-bcap-raup-pendapatan-rp1-38-triliun-naik-8-di-semester-i-2022"/><item><title>MNC Kapital Indonesia (BCAP) Raup Pendapatan Rp1,38 Triliun, Naik 8% di Semester I-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/05/278/2660814/mnc-kapital-indonesia-bcap-raup-pendapatan-rp1-38-triliun-naik-8-di-semester-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/05/278/2660814/mnc-kapital-indonesia-bcap-raup-pendapatan-rp1-38-triliun-naik-8-di-semester-i-2022</guid><pubDate>Senin 05 September 2022 07:54 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/05/278/2660814/mnc-kapital-indonesia-bcap-raup-pendapatan-rp1-38-triliun-naik-8-di-semester-i-2022-qnCAhBprGu.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/05/278/2660814/mnc-kapital-indonesia-bcap-raup-pendapatan-rp1-38-triliun-naik-8-di-semester-i-2022-qnCAhBprGu.JPG</image><title></title></images><description>JAKARTA - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) melaporkan hasil keuangan tidak diaudit yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022, dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1,38 triliun, meningkat 8% dari Rp1,28 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan BCAP untuk H1-2022 terutama berasal dari bunga dan dividen sebesar Rp804,3 miliar, yang juga mengalami kenaikan sebesar 12,7% dari Rp 713,7 miliar pada H1-2021.
Selain itu, pendapatan Perseroan yang berasal dari sektor digital melambung tinggi dari Rp45,8 miliar pada H1-2021 menjadi Rp145,1 miliar pada H1-2022, atau setara 217,0%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pendapatan Rp5,2 Triliun, Media Nusantara Citra (MNCN) Raup Laba Rp1,3 Triliun di Semester I-2022
Hal ini sejalan dengan komitmen dan fokus BCAP dalam mengembangkan ekosistem layangan keuangan digital yang terintegrasi.
Laba bersih Perseroan melesat hampir empat kali lipat atau setara 283,1%, dari Rp16,0 miliar menjadi Rp 61,2 miliar pada semester pertama tahun ini.Pendapatan konsolidasi BCAP pada Q2-2022 tumbuh 9,7% menjadi Rp662,8 miliar dari Rp603,9 miliar pada Q2-2021.
Peningkatan tersebut didukung oleh pendapatan digital yang melonjak signifikan hingga 789,1% dari Rp8,5 miliar pada Q2-2021 menjadi Rp 75,9 miliar pada Q2-2022.
Pertumbuhan kinerja yang fantastis tercermin melalui laba bersih Perseroan yang meroket 4.863,7% dari Rp0,4 miliar pada kuartal 2 tahun 2021 menjadi Rp21,6 miliar pada Q2-2022.
PEFINDO menaikkan peringkat kredit BCAP menjadi &amp;ldquo;idBBB+&amp;rdquo; dari &amp;ldquo;idBBB&amp;rdquo; dengan outlook stabil.
Peningkatan peringkat mencerminkan posisi bisnis BCAP yang menguat, menyusul perkembangan signifikan dalam strategi integrasi ekosistem digital yang memanfaatkan exposure MNC Media, permodalan di atas rata-rata, serta likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang memadai.
PEFINDO berpendapat bahwa peringkat dapat dinaikkan lebih lanjut jika profil bisnis BCAP terus menguat secara signifikan melalui perbaikan berkelanjutan dari indikator bisnis dan keuangan anak perusahaan utama.</description><content:encoded>JAKARTA - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) melaporkan hasil keuangan tidak diaudit yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022, dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1,38 triliun, meningkat 8% dari Rp1,28 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan BCAP untuk H1-2022 terutama berasal dari bunga dan dividen sebesar Rp804,3 miliar, yang juga mengalami kenaikan sebesar 12,7% dari Rp 713,7 miliar pada H1-2021.
Selain itu, pendapatan Perseroan yang berasal dari sektor digital melambung tinggi dari Rp45,8 miliar pada H1-2021 menjadi Rp145,1 miliar pada H1-2022, atau setara 217,0%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pendapatan Rp5,2 Triliun, Media Nusantara Citra (MNCN) Raup Laba Rp1,3 Triliun di Semester I-2022
Hal ini sejalan dengan komitmen dan fokus BCAP dalam mengembangkan ekosistem layangan keuangan digital yang terintegrasi.
Laba bersih Perseroan melesat hampir empat kali lipat atau setara 283,1%, dari Rp16,0 miliar menjadi Rp 61,2 miliar pada semester pertama tahun ini.Pendapatan konsolidasi BCAP pada Q2-2022 tumbuh 9,7% menjadi Rp662,8 miliar dari Rp603,9 miliar pada Q2-2021.
Peningkatan tersebut didukung oleh pendapatan digital yang melonjak signifikan hingga 789,1% dari Rp8,5 miliar pada Q2-2021 menjadi Rp 75,9 miliar pada Q2-2022.
Pertumbuhan kinerja yang fantastis tercermin melalui laba bersih Perseroan yang meroket 4.863,7% dari Rp0,4 miliar pada kuartal 2 tahun 2021 menjadi Rp21,6 miliar pada Q2-2022.
PEFINDO menaikkan peringkat kredit BCAP menjadi &amp;ldquo;idBBB+&amp;rdquo; dari &amp;ldquo;idBBB&amp;rdquo; dengan outlook stabil.
Peningkatan peringkat mencerminkan posisi bisnis BCAP yang menguat, menyusul perkembangan signifikan dalam strategi integrasi ekosistem digital yang memanfaatkan exposure MNC Media, permodalan di atas rata-rata, serta likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang memadai.
PEFINDO berpendapat bahwa peringkat dapat dinaikkan lebih lanjut jika profil bisnis BCAP terus menguat secara signifikan melalui perbaikan berkelanjutan dari indikator bisnis dan keuangan anak perusahaan utama.</content:encoded></item></channel></rss>
