<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Yakin Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5% meski Harga BBM Naik</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5% meskipun harga BBM naik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/05/320/2661246/ojk-yakin-ekonomi-ri-tumbuh-di-atas-5-meski-harga-bbm-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/05/320/2661246/ojk-yakin-ekonomi-ri-tumbuh-di-atas-5-meski-harga-bbm-naik"/><item><title>OJK Yakin Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5% meski Harga BBM Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/05/320/2661246/ojk-yakin-ekonomi-ri-tumbuh-di-atas-5-meski-harga-bbm-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/05/320/2661246/ojk-yakin-ekonomi-ri-tumbuh-di-atas-5-meski-harga-bbm-naik</guid><pubDate>Senin 05 September 2022 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/05/320/2661246/ojk-yakin-ekonomi-ri-tumbuh-di-atas-5-meski-harga-bbm-naik-jFIDp7BFCi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK yakin ekonomi RI tetap tumbuh (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/05/320/2661246/ojk-yakin-ekonomi-ri-tumbuh-di-atas-5-meski-harga-bbm-naik-jFIDp7BFCi.jpg</image><title>OJK yakin ekonomi RI tetap tumbuh (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5% meskipun harga BBM naik. Kenaikan harga BBM akan mempengaruhi inflasi tahun ini.
&quot;Kenaikan harga BBM justru memberi sinyal bahwa peningkatan untuk memenuhi kebutuhan permintaan di Indonesia dapat direspons dengan meningkatnya investasi dan pada gilirannya produksi dan pasokan dari berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan,&quot; kata Mahendra dilansir dari Antara, Senin (5/9/2022).
BACA JUGA:OJK Beberkan Dampak Kenaikan Harga BBM ke Industri Jasa Keuangan

Dengan demikian, dirinya berharap perbankan maupun keseluruhan lembaga pembiayaan dapat merespons dengan segera menyalurkan fungsi intermediasi kepada sektor riil yang membutuhkan pembiayaan maupun kredit agar dapat meningkatkan produksinya maupun melakukan investasi.
Mahendra menjelaskan kenaikan harga BBM merupakan respons yang ditunggu dari pemerintah untuk menghadapi kondisi defisit anggaran, yang menjadi risiko tersendiri lantaran adanya kenaikan harga minyak dunia beberapa waktu belakangan.
BACA JUGA:HAKI Jadi Jaminan Utang, OJK: Banyak Tantangannya

Jika kondisi ketidakpastian global yang terus berlanjut tidak direspons dengan sesuai, maka akan memunculkan risiko yang dapat mempengaruhi kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia maupun pengelolaan fiskal yang berkelanjutan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNS8xLzE1Mjg0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh karenanya, lanjut dia, dengan kenaikan harga BBM yang telah  ditetapkan tersebut memberi kejelasan mengenai posisi dan kebijakan yang  diambil pemerintah untuk tetap menjalankan kebijakan fiskal yang  berkelanjutan, sekalipun ketidakpastian terhadap harga minyak terus  berlangsung.
&quot;Hal itu yang dapat memberikan sinyal kuat bagaimana langkah ke depan  untuk menghadapi berbagai risiko yang ada. Ini juga memberikan sinyal  yang sangat jelas dan menjaga kepercayaan bahwa pemerintah mengambil  kebijakan yang memang berat namun harus dilaksanakan,&quot; tuturnya.
Dengan keyakinan yang ada, dirinya berharap perbankan semakin bisa  memanfaatkan likuiditas untuk segera menyalurkan kredit, baik melalui  kredit modal kerja (KMK) maupun kredit investasi.
saat ini, KMK meningkat cukup tinggi dan jika pertumbuhan ekonomi  terus terjaga, kredit investasi pun bisa turut mengikuti dalam beberapa  waktu ke depan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5% meskipun harga BBM naik. Kenaikan harga BBM akan mempengaruhi inflasi tahun ini.
&quot;Kenaikan harga BBM justru memberi sinyal bahwa peningkatan untuk memenuhi kebutuhan permintaan di Indonesia dapat direspons dengan meningkatnya investasi dan pada gilirannya produksi dan pasokan dari berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan,&quot; kata Mahendra dilansir dari Antara, Senin (5/9/2022).
BACA JUGA:OJK Beberkan Dampak Kenaikan Harga BBM ke Industri Jasa Keuangan

Dengan demikian, dirinya berharap perbankan maupun keseluruhan lembaga pembiayaan dapat merespons dengan segera menyalurkan fungsi intermediasi kepada sektor riil yang membutuhkan pembiayaan maupun kredit agar dapat meningkatkan produksinya maupun melakukan investasi.
Mahendra menjelaskan kenaikan harga BBM merupakan respons yang ditunggu dari pemerintah untuk menghadapi kondisi defisit anggaran, yang menjadi risiko tersendiri lantaran adanya kenaikan harga minyak dunia beberapa waktu belakangan.
BACA JUGA:HAKI Jadi Jaminan Utang, OJK: Banyak Tantangannya

Jika kondisi ketidakpastian global yang terus berlanjut tidak direspons dengan sesuai, maka akan memunculkan risiko yang dapat mempengaruhi kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia maupun pengelolaan fiskal yang berkelanjutan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNS8xLzE1Mjg0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh karenanya, lanjut dia, dengan kenaikan harga BBM yang telah  ditetapkan tersebut memberi kejelasan mengenai posisi dan kebijakan yang  diambil pemerintah untuk tetap menjalankan kebijakan fiskal yang  berkelanjutan, sekalipun ketidakpastian terhadap harga minyak terus  berlangsung.
&quot;Hal itu yang dapat memberikan sinyal kuat bagaimana langkah ke depan  untuk menghadapi berbagai risiko yang ada. Ini juga memberikan sinyal  yang sangat jelas dan menjaga kepercayaan bahwa pemerintah mengambil  kebijakan yang memang berat namun harus dilaksanakan,&quot; tuturnya.
Dengan keyakinan yang ada, dirinya berharap perbankan semakin bisa  memanfaatkan likuiditas untuk segera menyalurkan kredit, baik melalui  kredit modal kerja (KMK) maupun kredit investasi.
saat ini, KMK meningkat cukup tinggi dan jika pertumbuhan ekonomi  terus terjaga, kredit investasi pun bisa turut mengikuti dalam beberapa  waktu ke depan.</content:encoded></item></channel></rss>
