<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kinerja Pasar Modal Kinclong, 332 Emiten Cetak Laba</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba emiten mengalami kenaikan hingga 50,49%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/06/278/2661759/kinerja-pasar-modal-kinclong-332-emiten-cetak-laba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/06/278/2661759/kinerja-pasar-modal-kinclong-332-emiten-cetak-laba"/><item><title>Kinerja Pasar Modal Kinclong, 332 Emiten Cetak Laba</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/06/278/2661759/kinerja-pasar-modal-kinclong-332-emiten-cetak-laba</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/06/278/2661759/kinerja-pasar-modal-kinclong-332-emiten-cetak-laba</guid><pubDate>Selasa 06 September 2022 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/06/278/2661759/kinerja-pasar-modal-kinclong-332-emiten-cetak-laba-m668kL8MDx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kinerja pasar modal Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/06/278/2661759/kinerja-pasar-modal-kinclong-332-emiten-cetak-laba-m668kL8MDx.jpg</image><title>Kinerja pasar modal Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba emiten mengalami kenaikan hingga 50,49%. Kinerja pasar modal masih tumbuh positif di semester pertama 2022 meski dihantui sentimen negatif geopolitik internasional yang masih memanas dan kenaikan inflasi.
Hal ini ditandai dengan pencapaian pertumbuhan laba emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per 29 Agustus 2022, 481 emiten yang sahamnya tercatat telah menyampaikan laporan keuangan semester I-2022.
BACA JUGA:OJK Yakin Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5% meski Harga BBM Naik
Dari jumlah itu, 332 emiten menunjukkan peningkatan kinerja dengan pertumbuhan pendapatan tercatat sebesar 20,69% year on year (yoy) dan peningkatan laba sebesar 50,49%.&amp;ldquo;Dari sisi kinerja emiten, secara umum juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik,&amp;rdquo; jelas keterangan resmi OJK di Jakarta, kemarin.
OJK mengumumkan bahwa sejalan dengan perkembangan positif kondisi domestik, pasar saham Indonesia terpantau menguat. Hingga 31 Agustus 2022, IHSG tercatat menguat sebesar 3,27% mtd ke level 7.178,59 dengan nonresiden mencatatkan inflow sebesar Rp7,52 triliun. Selanjutnya, di pasar SBN, nonresiden mencatatkan inflow sebesar Rp10,5 triliun sehingga mendorong rerata yield SBN turun 15,90 bps mtd pada seluruh tenor.
BACA JUGA:OJK Beberkan Dampak Kenaikan Harga BBM ke Industri Jasa Keuangan
Kemudian penghimpunan dana di pasar modal hingga 31 Agustus 2022 tercatat sebesar Rp168,75 triliun, dengan emiten baru tercatat sebanyak 48 emiten. Sebagai informasi, OJK menargetkan penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp125 triliun - Rp175 triliun pada 2022. Target tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp363,3 triliun pada 2021.


Berdasarkan data OJK, penghimpunan dana di pasar modal terdiri dari  penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) senilai  Rp61,7 triliun yang terdiri dari 56 emiten baru, penerbitan hak dengan  memesan efek terlebih dahulu (rights issue) senilai Rp197,3 triliun, dan  penerbitan obligasi Rp104,4 triliun. Adapun, dana yang dihimpun lewat  pasar modal pada tahun lalu melonjak 206% dibandingkan 2020.
Ketua Dewan Komisioner OJK kala itu, Wimboh Santoso pernah bilang,  kondisi pasar modal saat ini sudah jauh lebih baik bahkan dari level  sebelum pandemi. Dia menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  menguat ke level 6.693 pada 14 Januari 2022 atau jauh dari titik  terendah. masa pandemi di level 5.461 pada 2 Maret 2020. Selanjutnya  kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia juga mencapai Rp8.252 triliun  pada 2021 atau merupakan yang terbaik kedua di Asean.
Kenaikan IHSG dan kapitalisasi pasar tersebut juga didorong oleh  pertumbuhan investor di pasar modal. &amp;ldquo;Dapat kami sampaikan juga bahwa  penghimpunan dana di pasar modal meningkat drastis menjadi Rp363,3  triliun atau naik 206% secara tahunan. Pertumbuhan penghimpunan dana  pasar modal ini terbaik di kawasan Asia Pasifik yang mana di Asia  Pasifik rata-rata hanya naik 101%,&amp;rdquo; kata Wimboh.
Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede  Nyoman Yetna mengatakan bahwa optimisme pemanfaatan pasar modal untuk  mendongkrak pertumbuhan ekonomi akan berlanjut pada tahun ini. &amp;ldquo;Kami  targetkan untuk total semua instrumen yang akan tercatat di 2022 itu 68  instrumen baru,&amp;rdquo; kata Nyoman.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba emiten mengalami kenaikan hingga 50,49%. Kinerja pasar modal masih tumbuh positif di semester pertama 2022 meski dihantui sentimen negatif geopolitik internasional yang masih memanas dan kenaikan inflasi.
Hal ini ditandai dengan pencapaian pertumbuhan laba emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per 29 Agustus 2022, 481 emiten yang sahamnya tercatat telah menyampaikan laporan keuangan semester I-2022.
BACA JUGA:OJK Yakin Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5% meski Harga BBM Naik
Dari jumlah itu, 332 emiten menunjukkan peningkatan kinerja dengan pertumbuhan pendapatan tercatat sebesar 20,69% year on year (yoy) dan peningkatan laba sebesar 50,49%.&amp;ldquo;Dari sisi kinerja emiten, secara umum juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik,&amp;rdquo; jelas keterangan resmi OJK di Jakarta, kemarin.
OJK mengumumkan bahwa sejalan dengan perkembangan positif kondisi domestik, pasar saham Indonesia terpantau menguat. Hingga 31 Agustus 2022, IHSG tercatat menguat sebesar 3,27% mtd ke level 7.178,59 dengan nonresiden mencatatkan inflow sebesar Rp7,52 triliun. Selanjutnya, di pasar SBN, nonresiden mencatatkan inflow sebesar Rp10,5 triliun sehingga mendorong rerata yield SBN turun 15,90 bps mtd pada seluruh tenor.
BACA JUGA:OJK Beberkan Dampak Kenaikan Harga BBM ke Industri Jasa Keuangan
Kemudian penghimpunan dana di pasar modal hingga 31 Agustus 2022 tercatat sebesar Rp168,75 triliun, dengan emiten baru tercatat sebanyak 48 emiten. Sebagai informasi, OJK menargetkan penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp125 triliun - Rp175 triliun pada 2022. Target tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp363,3 triliun pada 2021.


Berdasarkan data OJK, penghimpunan dana di pasar modal terdiri dari  penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) senilai  Rp61,7 triliun yang terdiri dari 56 emiten baru, penerbitan hak dengan  memesan efek terlebih dahulu (rights issue) senilai Rp197,3 triliun, dan  penerbitan obligasi Rp104,4 triliun. Adapun, dana yang dihimpun lewat  pasar modal pada tahun lalu melonjak 206% dibandingkan 2020.
Ketua Dewan Komisioner OJK kala itu, Wimboh Santoso pernah bilang,  kondisi pasar modal saat ini sudah jauh lebih baik bahkan dari level  sebelum pandemi. Dia menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  menguat ke level 6.693 pada 14 Januari 2022 atau jauh dari titik  terendah. masa pandemi di level 5.461 pada 2 Maret 2020. Selanjutnya  kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia juga mencapai Rp8.252 triliun  pada 2021 atau merupakan yang terbaik kedua di Asean.
Kenaikan IHSG dan kapitalisasi pasar tersebut juga didorong oleh  pertumbuhan investor di pasar modal. &amp;ldquo;Dapat kami sampaikan juga bahwa  penghimpunan dana di pasar modal meningkat drastis menjadi Rp363,3  triliun atau naik 206% secara tahunan. Pertumbuhan penghimpunan dana  pasar modal ini terbaik di kawasan Asia Pasifik yang mana di Asia  Pasifik rata-rata hanya naik 101%,&amp;rdquo; kata Wimboh.
Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede  Nyoman Yetna mengatakan bahwa optimisme pemanfaatan pasar modal untuk  mendongkrak pertumbuhan ekonomi akan berlanjut pada tahun ini. &amp;ldquo;Kami  targetkan untuk total semua instrumen yang akan tercatat di 2022 itu 68  instrumen baru,&amp;rdquo; kata Nyoman.</content:encoded></item></channel></rss>
