<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Liz Truss Jadi PM Baru Inggris, Rakyat Tagih Janji Tangani Mahalnya Biaya Hidup</title><description>Liz Truss resmi menjabat sebagai perdana menteri baru Inggris.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/06/320/2661666/liz-truss-jadi-pm-baru-inggris-rakyat-tagih-janji-tangani-mahalnya-biaya-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/06/320/2661666/liz-truss-jadi-pm-baru-inggris-rakyat-tagih-janji-tangani-mahalnya-biaya-hidup"/><item><title>Liz Truss Jadi PM Baru Inggris, Rakyat Tagih Janji Tangani Mahalnya Biaya Hidup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/06/320/2661666/liz-truss-jadi-pm-baru-inggris-rakyat-tagih-janji-tangani-mahalnya-biaya-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/06/320/2661666/liz-truss-jadi-pm-baru-inggris-rakyat-tagih-janji-tangani-mahalnya-biaya-hidup</guid><pubDate>Selasa 06 September 2022 10:35 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/06/320/2661666/liz-truss-jadi-pm-baru-inggris-rakyat-tagih-janji-tangani-mahalnya-biaya-hidup-92vyNPUa1n.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Liz Truss jadi PM Inggris baru. (Foto: VOA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/06/320/2661666/liz-truss-jadi-pm-baru-inggris-rakyat-tagih-janji-tangani-mahalnya-biaya-hidup-92vyNPUa1n.JPG</image><title>Liz Truss jadi PM Inggris baru. (Foto: VOA)</title></images><description>JAKARTA - Liz Truss resmi menjabat sebagai perdana menteri baru Inggris mengalahkan mantan menteri keuangan Rishi Sunak dalam pemungutan suara yang dilakukan oleh para anggota Partai Konservatif.

Di mana Liz Truss menang dengan suara 81.326 dibanding 60.399.

Dikutip VOA Indonesia, rakyat Inggris pun berharap Liz Truss dapat mengatasi mahalnya biaya hidup akibat lonjakan harga energi, kekacauan industri, kemungkinan resesi dan perang di Ukraina.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Liz Truss Terpilih Jadi Perdana Menteri Inggris, Dilantik Hari Ini
Apalagi dia menjabat ketika harga gas mengalami kenaikan di negara-negara di seluruh Eropa akibat perang di Ukraina.

Kini Inggris sangat bergantung pada gas untuk listrik dan pemanas, sehingga mendorong tingkat inflasi di atas semua negara-negara ekonomi besar di dunia.

Liz Truss pun sempat membahas dalam pidato kemenangannya soal janji untuk memangkas pajak dan menangani krisis energi.

&quot;Saya akan menyusun rencana yang jelas untuk memangkas pajak dan menumbuhkan ekonomi. Saya akan mengatasi krisis energi yang berdampak pada biaya listrik masyarakat, dan juga menangani isu jangka panjang terkait pasokan energi,&quot; ujarnya dikutip VOA Indonesia.

Seorang pelayan dari Barnsley, Chelsea Duffy, berharap Truss akan menepati janjinya.
&quot;Di utara kami sangat memerlukan bantuan itu. Dan dia bilang akan membantu terkait harga energi dan biaya hidup. Dan itu yang benar-benar kami butuhkan,&quot; katanya kepada Reuters.

Adapun mahasiswa dan terapis pijat olahraga, Tony Cole mengaku tak berharap banyak.

&quot;Dia bicara beberapa hal, melakukan beberapa upaya, tapi pada akhirnya semua akan kembali ke sedia kala. Tidak ada yang akan berubah. Lihat saja, mereka melakukan hal yang kurang penting dalam sebulan belakangan, ketimbang berusaha mengatasi mahalnya biaya hidup. Tapi mereka memutuskan tidak, nanti saja setelah pemilu. Tidak ada yang akan berubah,&quot; jelasnya,

Kemudian, Pemimpin Partai Buruh Inggris Leir Starmer mengatakan bahwa Liz Truss kurang bersimpati dengan kebutuhan masyarakat dan tidak memihak kelompok pekerja.

&quot;Kami mendengar lebih banyak dari perdana menteri baru soal potongan pajak korporasi selama musim panas ketimbang krisis biaya hidup. Itu adalah satu-satunya isu yang paling membebani jutaan rumah tangga. Dan itu menunjukkan bahwa ia tidak hanya kurang bersimpati, tapi juga tidak memihak kelompok pekerja,&quot; ucapnya,

Sebagai informasi, kemenangan Liz Truss memicu dimulainya penyerahan kekuasaan dari Boris Johnson, yang dipaksa mengumumkan pengunduran dirinya pada Juli setelah skandal berbulan-bulan yang menyebabkan dukungan terhadap pemerintahannya memudar.

Johnson pun akan bertemu Ratu Elizabeth di Skotlandia untuk menyerahkan surat pengunduran diri secara resmi.

Liz Truss juga akan mengikuti Johnson dan diminta untuk membentuk pemerintahan oleh Ratu.
</description><content:encoded>JAKARTA - Liz Truss resmi menjabat sebagai perdana menteri baru Inggris mengalahkan mantan menteri keuangan Rishi Sunak dalam pemungutan suara yang dilakukan oleh para anggota Partai Konservatif.

Di mana Liz Truss menang dengan suara 81.326 dibanding 60.399.

Dikutip VOA Indonesia, rakyat Inggris pun berharap Liz Truss dapat mengatasi mahalnya biaya hidup akibat lonjakan harga energi, kekacauan industri, kemungkinan resesi dan perang di Ukraina.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Liz Truss Terpilih Jadi Perdana Menteri Inggris, Dilantik Hari Ini
Apalagi dia menjabat ketika harga gas mengalami kenaikan di negara-negara di seluruh Eropa akibat perang di Ukraina.

Kini Inggris sangat bergantung pada gas untuk listrik dan pemanas, sehingga mendorong tingkat inflasi di atas semua negara-negara ekonomi besar di dunia.

Liz Truss pun sempat membahas dalam pidato kemenangannya soal janji untuk memangkas pajak dan menangani krisis energi.

&quot;Saya akan menyusun rencana yang jelas untuk memangkas pajak dan menumbuhkan ekonomi. Saya akan mengatasi krisis energi yang berdampak pada biaya listrik masyarakat, dan juga menangani isu jangka panjang terkait pasokan energi,&quot; ujarnya dikutip VOA Indonesia.

Seorang pelayan dari Barnsley, Chelsea Duffy, berharap Truss akan menepati janjinya.
&quot;Di utara kami sangat memerlukan bantuan itu. Dan dia bilang akan membantu terkait harga energi dan biaya hidup. Dan itu yang benar-benar kami butuhkan,&quot; katanya kepada Reuters.

Adapun mahasiswa dan terapis pijat olahraga, Tony Cole mengaku tak berharap banyak.

&quot;Dia bicara beberapa hal, melakukan beberapa upaya, tapi pada akhirnya semua akan kembali ke sedia kala. Tidak ada yang akan berubah. Lihat saja, mereka melakukan hal yang kurang penting dalam sebulan belakangan, ketimbang berusaha mengatasi mahalnya biaya hidup. Tapi mereka memutuskan tidak, nanti saja setelah pemilu. Tidak ada yang akan berubah,&quot; jelasnya,

Kemudian, Pemimpin Partai Buruh Inggris Leir Starmer mengatakan bahwa Liz Truss kurang bersimpati dengan kebutuhan masyarakat dan tidak memihak kelompok pekerja.

&quot;Kami mendengar lebih banyak dari perdana menteri baru soal potongan pajak korporasi selama musim panas ketimbang krisis biaya hidup. Itu adalah satu-satunya isu yang paling membebani jutaan rumah tangga. Dan itu menunjukkan bahwa ia tidak hanya kurang bersimpati, tapi juga tidak memihak kelompok pekerja,&quot; ucapnya,

Sebagai informasi, kemenangan Liz Truss memicu dimulainya penyerahan kekuasaan dari Boris Johnson, yang dipaksa mengumumkan pengunduran dirinya pada Juli setelah skandal berbulan-bulan yang menyebabkan dukungan terhadap pemerintahannya memudar.

Johnson pun akan bertemu Ratu Elizabeth di Skotlandia untuk menyerahkan surat pengunduran diri secara resmi.

Liz Truss juga akan mengikuti Johnson dan diminta untuk membentuk pemerintahan oleh Ratu.
</content:encoded></item></channel></rss>
