<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Driver Ojol: Harga BBM Naik, Pendapatan Berkurang</title><description>Driver ojek online (ojol) mengeluhkan kenaikan harga BBM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/06/320/2661778/curhat-driver-ojol-harga-bbm-naik-pendapatan-berkurang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/06/320/2661778/curhat-driver-ojol-harga-bbm-naik-pendapatan-berkurang"/><item><title>Curhat Driver Ojol: Harga BBM Naik, Pendapatan Berkurang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/06/320/2661778/curhat-driver-ojol-harga-bbm-naik-pendapatan-berkurang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/06/320/2661778/curhat-driver-ojol-harga-bbm-naik-pendapatan-berkurang</guid><pubDate>Selasa 06 September 2022 12:23 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/06/320/2661778/curhat-driver-ojol-harga-bbm-naik-pendapatan-berkurang-xnrv0NJMVi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenaikan BBM bikin pendapatan ojol berkurang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/06/320/2661778/curhat-driver-ojol-harga-bbm-naik-pendapatan-berkurang-xnrv0NJMVi.jpg</image><title>Kenaikan BBM bikin pendapatan ojol berkurang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Driver ojek online (ojol) mengeluhkan kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM berimbas terhadap pendapatan sebagian para driver ojek online di wilayah DKI Jakarta.
Ardi salah seorang driver ojek online mengaku dengan adanya kenaikan BBM berdampak terhadap menurunnya pendapatannya. Hal itu dikarenakan pengeluaran terhadap pembelian BBM saat ini lebih besar.
BACA JUGA:Harga BBM Naik, 1.800 Angkot di Karawang Tidak Beroperasi

&quot;Akibat dari baiknya BBM ini, jelas berdampak ya dan itu membebani, pendapatan berkurang jadinya karena sekarang pengeluaran terhadap pengisian bahan bakar lebih besar,&quot; katanya kepada MNC portal, Selasa (6/9/2022) .
&quot;Biasanya pengeluaran untuk BBM sehari itu sekitar Rp50.000an sekarang bisa lebih dari Rp50.000 dan itu sangat memangkas pendapatan per harinya,&quot; katanya.
BACA JUGA:Harga BBM BP AKR Turun, Ini Daftarnya 

Sama halnya dengan Ardi, seorang driver bernama Rudi mengatakan kenaikan BBM saat ini sangat mempengaruhi pendapatannya sehari-hari.
&quot;Berdampak sekali kalau untuk driver ya, saya biasanya ngisi bensin Rp20.000 sekarang bisa Rp27.000,  belum untuk makan dan ngopi, apalagi kalau untuk perjalanan jauh,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNi80LzE1Mjg4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Mereka berharap bahwa dengan adanya kenaikan BBM, maka tarif ojek  online juga harus dinaikkan, sebab jika tarif ojol tidak dinaikkan maka  pendapatan dengan pengeluaran terhadap pengisian BBM tidak sebanding.
&quot;Intinya kalau BBM naik ya tarif juga naik, karena tidak sebanding jika harga BBM naik tapi tarif tidak naik,&quot; ujar Ardi.
Untuk diketahui, harga BBM saat ini yang mengalami kenaikan yakni,  Harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter,  kemudian Harga Solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per  liter dan Harga Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Driver ojek online (ojol) mengeluhkan kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM berimbas terhadap pendapatan sebagian para driver ojek online di wilayah DKI Jakarta.
Ardi salah seorang driver ojek online mengaku dengan adanya kenaikan BBM berdampak terhadap menurunnya pendapatannya. Hal itu dikarenakan pengeluaran terhadap pembelian BBM saat ini lebih besar.
BACA JUGA:Harga BBM Naik, 1.800 Angkot di Karawang Tidak Beroperasi

&quot;Akibat dari baiknya BBM ini, jelas berdampak ya dan itu membebani, pendapatan berkurang jadinya karena sekarang pengeluaran terhadap pengisian bahan bakar lebih besar,&quot; katanya kepada MNC portal, Selasa (6/9/2022) .
&quot;Biasanya pengeluaran untuk BBM sehari itu sekitar Rp50.000an sekarang bisa lebih dari Rp50.000 dan itu sangat memangkas pendapatan per harinya,&quot; katanya.
BACA JUGA:Harga BBM BP AKR Turun, Ini Daftarnya 

Sama halnya dengan Ardi, seorang driver bernama Rudi mengatakan kenaikan BBM saat ini sangat mempengaruhi pendapatannya sehari-hari.
&quot;Berdampak sekali kalau untuk driver ya, saya biasanya ngisi bensin Rp20.000 sekarang bisa Rp27.000,  belum untuk makan dan ngopi, apalagi kalau untuk perjalanan jauh,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNi80LzE1Mjg4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Mereka berharap bahwa dengan adanya kenaikan BBM, maka tarif ojek  online juga harus dinaikkan, sebab jika tarif ojol tidak dinaikkan maka  pendapatan dengan pengeluaran terhadap pengisian BBM tidak sebanding.
&quot;Intinya kalau BBM naik ya tarif juga naik, karena tidak sebanding jika harga BBM naik tapi tarif tidak naik,&quot; ujar Ardi.
Untuk diketahui, harga BBM saat ini yang mengalami kenaikan yakni,  Harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter,  kemudian Harga Solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per  liter dan Harga Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.</content:encoded></item></channel></rss>
