<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apexindo (APEX) Kantongi Kontrak Baru Rp235,7 Miliar</title><description>PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mengantongi kontrak baru senilai  USD15,8 juta atau setara Rp235,7 miliar di awal semester kedua 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/278/2662580/apexindo-apex-kantongi-kontrak-baru-rp235-7-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/278/2662580/apexindo-apex-kantongi-kontrak-baru-rp235-7-miliar"/><item><title>Apexindo (APEX) Kantongi Kontrak Baru Rp235,7 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/278/2662580/apexindo-apex-kantongi-kontrak-baru-rp235-7-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/278/2662580/apexindo-apex-kantongi-kontrak-baru-rp235-7-miliar</guid><pubDate>Rabu 07 September 2022 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/07/278/2662580/apexindo-apex-kantongi-kontrak-baru-rp235-7-miliar-QGOi2KKxZQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">APEX raih kontrak baru dari Pertamina PGE (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/07/278/2662580/apexindo-apex-kantongi-kontrak-baru-rp235-7-miliar-QGOi2KKxZQ.jpeg</image><title>APEX raih kontrak baru dari Pertamina PGE (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mengantongi kontrak baru senilai USD15,8 juta atau setara Rp235,7 miliar di awal semester kedua 2022. Kontrak dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) tersebut untuk pengeboran enam sumur PGE.
Kata Direktur Utama Apexindo Zainal Abidinsyah Siregar, perseroan telah menerima surat penunjukan pemenang tender dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk pengeboran darat di wilayah Ulubelu, Lampung. Disebutkan, kontrak senilai USD15,8 juta untuk pekerjaan enam sumur di kawasan Ulubelu.
BACA JUGA:Apexindo Raih Kontrak USD68 Juta Ngebor Blok Mahakam

&quot;Perolehan tender ini akan berdampak positif terhadap tingkat utilisasi rig dan pendapatan operasional perseroan,&quot; ujar dia.
Pada akhir Agustus kemarin, emiten jasa pengeboran minyak dan gas tersebut, telah menyelesaikan proses penjualan rig jack up Raniworo. Rig tersebut dijual kepada Advanced Energy Systems (ADES) SAE senilai USD6,8 juta atau setara Rp101,46 miliar.
&quot;Sehubungan dengan Rig Raniworo yang telah tidak bekerja, perseroan telah melakukan transaksi penjualan aset Rig Raniworo tersebut kepada Advanced Energy Systems (ADES) SAE dengan nilai USD6.800.000,&quot; kata Direktur Apexindo Mahaar Atanta Sembiring.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menyebut, penjualan rig tersebut berdampak pada berkurangnya aset  milik perseroan. Sementara itu pada semester I-2022, perseroan mampu  membukukan pendapatan sebesar USD46,73 juta atau melesat 107,57%  dibanding periode sama tahun lalu USD22,51 juta. Kenaikan pendapatan itu  diikuti dengan meningkatnya beban langsung dari USD13,05 juta menjadi  USD34,96 juta.
Sehingga, perseroan membukukan laba kotor sebesar USD11,77 juta pada  semester I-2022 dibanding sebelumnya USD9,46 juta. Dengan laba bersih  periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk  sebesar USD2,15 juta pada semester satu tahun ini atau meningkat 16,94%  dibanding periode sama tahun lalu USD1,83 juta.
Pada bulan Maret 2022, perseroan telah berhasil melaksanakan  penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private  placement melalui mekanisme konversi obligasi wajib konversi (OWK)  Tranche 1 menjadi saham APEX. Harga pelaksanaan private placement  tersebut sebesar Rp1.846,63 per saham, dengan tanggal pencatatan saham  pada 31 Maret 2022.
&quot;Total jumlah saham tambahan sebanyak 136.954.997 saham, dengan  pemilik saham tambahan adalah HSBC Bank PLC,&quot; ujar direksi Apexindo.
Dengan selesainya aksi korporasi tersebut, modal ditempatkan dan  disetor perseroan bertambah dari 2.659.850.000 saham, menjadi  2.796.804.997 saham.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mengantongi kontrak baru senilai USD15,8 juta atau setara Rp235,7 miliar di awal semester kedua 2022. Kontrak dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) tersebut untuk pengeboran enam sumur PGE.
Kata Direktur Utama Apexindo Zainal Abidinsyah Siregar, perseroan telah menerima surat penunjukan pemenang tender dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk pengeboran darat di wilayah Ulubelu, Lampung. Disebutkan, kontrak senilai USD15,8 juta untuk pekerjaan enam sumur di kawasan Ulubelu.
BACA JUGA:Apexindo Raih Kontrak USD68 Juta Ngebor Blok Mahakam

&quot;Perolehan tender ini akan berdampak positif terhadap tingkat utilisasi rig dan pendapatan operasional perseroan,&quot; ujar dia.
Pada akhir Agustus kemarin, emiten jasa pengeboran minyak dan gas tersebut, telah menyelesaikan proses penjualan rig jack up Raniworo. Rig tersebut dijual kepada Advanced Energy Systems (ADES) SAE senilai USD6,8 juta atau setara Rp101,46 miliar.
&quot;Sehubungan dengan Rig Raniworo yang telah tidak bekerja, perseroan telah melakukan transaksi penjualan aset Rig Raniworo tersebut kepada Advanced Energy Systems (ADES) SAE dengan nilai USD6.800.000,&quot; kata Direktur Apexindo Mahaar Atanta Sembiring.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menyebut, penjualan rig tersebut berdampak pada berkurangnya aset  milik perseroan. Sementara itu pada semester I-2022, perseroan mampu  membukukan pendapatan sebesar USD46,73 juta atau melesat 107,57%  dibanding periode sama tahun lalu USD22,51 juta. Kenaikan pendapatan itu  diikuti dengan meningkatnya beban langsung dari USD13,05 juta menjadi  USD34,96 juta.
Sehingga, perseroan membukukan laba kotor sebesar USD11,77 juta pada  semester I-2022 dibanding sebelumnya USD9,46 juta. Dengan laba bersih  periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk  sebesar USD2,15 juta pada semester satu tahun ini atau meningkat 16,94%  dibanding periode sama tahun lalu USD1,83 juta.
Pada bulan Maret 2022, perseroan telah berhasil melaksanakan  penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private  placement melalui mekanisme konversi obligasi wajib konversi (OWK)  Tranche 1 menjadi saham APEX. Harga pelaksanaan private placement  tersebut sebesar Rp1.846,63 per saham, dengan tanggal pencatatan saham  pada 31 Maret 2022.
&quot;Total jumlah saham tambahan sebanyak 136.954.997 saham, dengan  pemilik saham tambahan adalah HSBC Bank PLC,&quot; ujar direksi Apexindo.
Dengan selesainya aksi korporasi tersebut, modal ditempatkan dan  disetor perseroan bertambah dari 2.659.850.000 saham, menjadi  2.796.804.997 saham.</content:encoded></item></channel></rss>
